Posts Tagged ‘2012 films’

Director:  Christopher Nolan

Writers:  Jonathan Nolan (screenplay), Christopher Nolan(screenplay),

Christopher Nolan (story), David S. Goyer (story), Bob Kane (Batman Character)

Stars: Christian BaleTom Hardy and Anne Hathaway

Genres: Action | Adventure | Drama | Thriller

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of violence and action, some sensuality and language

Runtime: 164 min

-The Legend Ends-

Sinopsis

Kisah ini bersettingkan delapan tahun setelah Batman (Christian Bale) dituduh sebagai pelanggar hukum dan buronan polisi Gotham demi menutupi aksi kejahatan Harvey Dent alias Tow Face. Dent sendiri akhirnya dianggap sebagai The White Knight. Atas dasar inilah Bruce Wayne yang semakin tua dan sedikit cacat menahan diri untuk tidak lagi keluar sebagai Batman.

Di lain pihak kota Gotham mendapatkan ancaman dari teroris bernama Bane (Tom Hardy) yang ingin menguasai Gotham. Maka dengan melawan segala konflik batin, Wayne akhirnya merasa harus membangkitkan kembali Batman. Tokoh antagonis yang sangat brutal tersebut akan menguji batas kemampuan yang dimiliki Batman baik fisik maupun mental.

Tokoh antagonis Bane

Batman vs Bane

Cat Woman

 

 

Opini

Setelah empat tahun menunggu kelanjutan kisah Batman versi Nolan, akhirnya film yang dirilis 20 Juli 2012 ini mengakhiri triloginya. Christopher Nolan memang memiliki ciri khas di film-filmnya yang menggabungkan aksi psikologis dan sedikit filsafat. Saya pribadi sudah menyukai karya Nolan sejak film Batman Begins (2005) yang sudah kental nuansa gelapnya. Tidak sekedar superhero yang hanya menyasar anak-anak, trilogi Batman versi Nolan lebih memiliki kompleksitas cerita yang jauh lebih berat dan dewasa.

Spesial efeknya tidak terlalu mendominasi karena kekuatan justru ada pada jalan ceritanya. Namun aksi-aksinya cukup brutal mengingat sosok Bane yang memang secara fisik sangat kuat dan cukup cerdas. Tapi yang disayangkan adalah kekalahan tokoh antagonisnya yang berkesan terlalu sederhana.

Penampilan Anne Hathaway sangat memukau. Mengingat bahwa dia belumlah familier tampil di peran-peran yang membutuhkan olah fisik. Hal ini membuktikan bahwa ia sanggup memainkan karakter apapun.

Behind the Scene

Sekitar bulan Desember 2008, sang sutradara Christopher Nolan menyelesaikan outline kasar dari kisah Batman ketiga ini sebelum kemudian berpaling untuk mengerjakan proyek Inception. Proyek ini kembali mencuat pada bulan Februari 2010.  Akhirnya pada bulan Desember 2010, dimulailah eksplorasi beberapa lokasi.

Sutradara Christopher Nolan

Tahapan pertama syuting dilakukan di Jodhpur, India. Kemudian berpindah ke Pittsburg untuk mencegah bocornya materi film seminimal mungkin. Nolan juga menggunakan judul palsu seperti yang sudah ia lakukan untuk film-film sebelumnya. Nama samaran yang digunakan kali ini adalah Magnus Rex. Di kota inilah sebagian besar adegan disyut. Tiga minggu berada di sana, proses produksi dilanjutkan di Loas Angeles dan New York. Pada bulan November 2011 syuting dilangsungkan di Newark, New Jersey. Seluruh rangkaian proses syuting berakhir pada 14 November 2011.

Kabarnya proyek ini cukup kontroversial karena beberapa kecelakaan, bocornya materi foto maupun video rekaman proses pengambilan gambar, serta kritikan fans mengenai kostum Bane dan Catwoman. Maka untuk menghadapi tantangan tersebut, Nolan tampil habis-habisan dan bisa dilihat dari segi bujet yang mencapai $250 juta. Bandingkan dengan proyek The Dark Knight yang hanya berkisar $185 juta saja.

Behind The Scene

Behind The Scene

Behind The Scene

 

 

Did You Know?

Christopher Nolan adalah sutradara pertama yang menyelesaikan trilogi penuh dari film Batman dan merupakan sutradara kedua yang meneyelesaikan trilogi penuh film superhero setelah Sam Raimi (Spider Man).

Angelina Jolie, Natalie Portman, Jessica Biel, Charlize Theron, Emily Blunt, Vera Farmiga, Gemma Arterton, Abbie Cornish, Eva Green, Kate Mara, Blake Lively, Charlotte Riley, Olivia Wilde dan Keira Knightley pernah diaudisi untuk peran Selina Kyle. Namun Anne Hathaway akhirnya mendapatkan peran tersebut.

Naomi Watts, Rachel Weisz dan Marion Cotillard pernah direncanakan untuk memerankan tokoh Miranda Tate sebelum akhirnya Cotillard yang mendapatkan perannya. Cottilard memulai proses syuting hanya dua bulan setelah melahirkan.Joseph Gordon-Levitt, Leonardo DiCaprio, james Holzier, Ryan Gosling dan Mark Ruffalo merupakan kandidat kuat untuk memerankan tokoh John Blake. Namun akhirnya Gordon-Levitt yang terpilih.

Untuk mempersiapkan peannya dalam memainkan tokoh Bane, Tom Hardy menaikkan berat badannya sebanyak 30 pon dan mempelajari beberapa macam ilmu beladiri.

Untuk menghormati mendiang Heath Ledger, tokoh Joker tidak pernah sekalipun disebut-sebut di sepanjang film.

Favorite Quotes

——————————————————————————————–

Bruce Wayne: Why didn’t you just kill me?

Bane: Your punishment must be more severe

——————————————————————————————–

Alfred: [to Bruce] I won’t bury you. I buried enough members of the Wayne family.

——————————————————————————————–

Bruce Wayne: I’m not afraid. I’m angry.

——————————————————————————————–

Batman: No guns, no killing.

Catwoman: Where’s the fun in that?

——————————————————————————————–

Roland Daggett: You’re pure evil!

Bane: I’m necessary evil.

——————————————————————————————–

CIA Agent: [to Bane] Now what’s the next step of your master plan?

Bane: Crashing this plane…with no survivors!

——————————————————————————————–

Bane: When Gotham is ashes, you have my permission to die.

Iklan

Director: Rupert Sanders

Writers: Evan Daugherty (screenplay), John Lee Hancock (screenplay), Evan Daugherty (screen story), Hossein Amini (screenplay)

Stars: Kristen StewartChris Hemsworth and Charlize Theron

Genres: Action | Adventure | Drama | Fantasy

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of violence and action, and brief sensuality.

Runtime: 127 min

Sinopsis

Queen Ravenna (Charlize Theron) adalah ratu yang memerintah sebuah kerajaan secara tiran. Anak tirinya, Snow White (Kristen Stewart), yang ditawan di penjara kerajaan akhirnya meloloskan diri tepat ketika Cermin Ajaib Ratu Ravenna mengatakan bahwa Snow White harus dikorbankan sebagai syarat hidup abadi. Maka Ravenna mengutus pemburu bernama Eric (Chris Hemsworth) untuk mencari Snow White. Namun ketika Eric menyadari bahwa dirinya hanya dipermainkan oleh Ravenna, dirinya justru berbalik untuk berusaha menyelamatkan Snow White dan menyusun rencana untuk melakukan pemberontakan. Dengan bantuan delapan kurcaci dan Prince William yang merupakan sahabatnya ketika masih anak-anak, mereka siap untuk menggulingkan tahta sang ratu.

Queen Ravenna

Snow White dan si Pemburu

Snow White ketika berperang melawan kekuasaan Queen Ravenna

Opini

Film ini sedikit berbeda dengan dongeng yang selama ini kita kenal. Dengan menambahkan unsur kegelapan, film ini jauh dari suasana dongengn untuk anak-anak semata. Meski plot utamanya masih tetap mengusung alur yang sama, namun detail dai unsur-unsur ceritanya sedikit berubah. Misalkan selama ini kita tahu bahwa dalam dongeng, kurcaci yang membantu dan melindungi Snow White berjumlah tujuh. Namun di film ini justru ada delapan. Karena satu kurcaci memang dipersiapkan untuk mengemban tugas khusus.

Charlize Theron yang memerankan Queen Ravenna cukup berhasil membawakan penjiwaan perannya. Namun aktris sentral Kristen Stewart justru terkesan biasa-biasa saja mengingat tidak ada bedanya dengan peran Bella Swan di Twilight Saga. Chris Hemsworth yang selama ini kita tahu lewat peran Thor yang membawa senjata khas sebuah palu sekarang harus memegang kapak. Perannya sendiri kurang signifikan.

Alur cerita terkesan sangat panjang dan membosankan. Bahkan beberapa alur justru menjadi plot hole misalnya Snow White yang mendadak bisa berperang padahal sepanjang hidupnya dikurung di penjara istana.

Behind the Scene

Film ini disutradarai oleh Rupert Sanders yang sebelumnya dalah sutradara untuk iklan.

Pada awalnya para produser tepikir menggunakan aktris-aktris muda yang belum terlalu populer untuk memerankan Snow White, seperti Riley Keough, Felicity Jones, Bella Heathcote, Alicia Vikander dan Rachell Maxwell. Tapi selain nama-nama tersebut, para petinggi studio masih menyelipkan nama bintang tenar seperti Saoirse Ronan, Selena Gomez, Emily Browning dan Lily Collins. Lily Collins sendiri setelah gagal mengikuti audisi ini justru mendapatkan peran sebagai Snow White dalam Mirror Mirror yang rilisnya hampir bersamaan).

Untuk peran Queen avenna, Winona Ryder pernah dipertimbangkan untuk mengambil perannya sebelum akhirnya jatuh pada Charlize Theron. Sementara Chris Hemsworth masuk menggantikan Johnny Depp, Vigo Mortensen dan Hugh Jackman.

Proses syutingnya dimulai di London Inggris pada Oktober 2011 dan diselesaikan pada Desember 2011.

Sang sutradara Rupert Sanders sedang mengarahkan aktris Charlize Theron

Sang sutradara Rupert Sanders sedang mengarahkan aktris Kristen Stewart

Kristen Stewart in action

Did You Know?

Sebutan awal Snow White adalah Snowdrop seperti yang disebutkan di edisi pertama kumpulan kisah-kisah Grimm, Children’s and Household Tales.

Snow White sering diartikan sebagai “Putri Salju”, padahal arti secara harfiahnya adalah “Putih Salju”.

Nama sang ratu jahat sangat variatif di berbagai versi. Orang-orang lebih sering menyebutnya dengan “Evil Queen” saja.

Usaha sang ratu yang berusaha membunuh Snow White karena kecemburuan sang ratu terhadap putri tirinya yang disebut-sebut sebagai gadis tercantik di seluruh kerajaan. Namun tidak banyak orang yang tahu bahwa Snow White saat itu baru berumur tujuh tahun.

Di antara berbagai usaha pembunuhan yang dilakukan Ratu Jahat kepada Snow White, apel beracunlah yang paling populer. Sementara, dua usaha yang lain kerap diabaikan.

Favourite Quotes

Queen Ravenna: Lips red as blood, hair black as night, bring me your heart, my dear, dear Snow White.

———————————————————————————————————————————–

Queen Ravenna: Mirror, mirror on the wall. Who is fairest of them all?

———————————————————————————————————————————–

Mirror Man: My queen, you have defied nature and robbed it of its fairest root. But on this day there is one more beautiful than you.
Queen Ravenna: Who is it?
Mirror Man: Snow White.

———————————————————————————————————————————–

Snow White: I would rather die than live another day in this death!

———————————————————————————————————————————–

Director: Barry Sonnenfeld

Writers: Etan CohenLowell Cunningham (Malibu comic)

Stars: Will SmithTommy Lee Jones and Josh Brolin

Genres: Action | Comedy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for sci-fi action violence, and brief suggestive content

Runtime: 106 min

“They are back… in time”

Sinopsis

Agent J (Will Smith) dan Agent K (Tommy Lee Jones) harus menyelamatkan bumi ketika Boris the Animal (Jemaine Clement) berhasil meloloskan diri dari penjara LunarMax yang berada di bulan. Boris adalah spesies Boglodite terakhir yang hendak balas dendam kepada Agent K yang telah memotong tangannya pada tanggal 16 Juli 1969. Boris berhasil menemui seseorang yang bisa membuat mesin waktu untuk menjelajah kembali ke tahun 1969. Maka sejarahpun berubah ketika Boris tenyata berhasil membunuh Agent K di tahun tersebut. Masa depan bumi juga terancam. Maka Agent J berusaha kembali ke masa lalu untuk memperbaiki sejarah dan menyelamatkan bumi. Bersama Agent K muda (Josh Brolin), Agent J memburu Boris sebelum sejarah benar-benar berubah.

Boris berhasil melarikan diri dari penjara LunarMax

Aksi Agent J

Agent K dan Agent J

Agent J dengan kendaraan canggihnya

Opini

Untuk ukuran film yang disyuting dengan naskah dadakan bahkan belum jadi, film ini cukup berhasil memuaskan penonton. Lelucon cerdas Will Smith masih saja mengocok perut penonton. Sama sekali jauh dari kesan “naskah yang belum siap”. Sekuel ini adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin selalu muncul di dua sekuelnya. Misalnya mengapa Agent K begitu  pendiam dan dingin. Di sekuel ini pula penonton akan dijabarkan mengenai masa lalu Agent J yang cukup mengejutkan di akhir film.

Spesial efeknya cukup seru apalagi ditambah dengan teknologi 3D. Karakter yang dibawakan para tokoh sentral juga masih saja sangat kental dengan karakter di dua sekuel sebelumnya. Satu tokoh yang cukup menarik adalah tokoh Griffin, alien yang mampu melihat masa depan, yang tidak kalah kocaknya juga. Namun satu kekurangan kecil di penokohan ini adalah tokoh Agent K muda yang diperankan Josh Brolin ini gagal menunjukkan bahwa sang tokoh berusia 29 tahun karena Brolin sendiri berusia 45 tahun. Namun dari segi kemiripan wajah, Brolin sangat pantas untuk memerankan Agent K versi muda.

Behind the Scene

Sekuel ketiga ini dikabarkan telah melakukan syuting bahkan sebelum naskahnya selesai. Naskahnya tak juga selesai karena selalu melibatkan banyak penulis dan ada elemen perjalanan antar waktu. Menurut ahli spesial efek Rob Baker, ketika akan syuting penulis juga berada di studio untuk menulis naskah dan hanya dalam hitungan menit, kata-kata yang dituliskan penulis akan diucapkan aktornya. Beberapa adegan juga di syut secara dadakan.

Rencana pembuatan sekual ini sudah tersusun sejak tahun 2009 dengan memasukkan ide tentang perjalanan antar waktu. Namun sampai bulan Maret 2010 Will Smith belum bisa memutuskan untuk bisa kembali bergabung dalam proyek ketiga ini meskipun Tommy Lee Jones sudah setuju. Smith akhirnya mau bergabung dan syuting dilaksanakan mulai dari November 2010 sampai Mei 2011.

Kursi sutradara masih diisi oleh sineas yang membuat dua sekuel sebelumnya yaitu Barry Sonnenfeld. Harapannya adalah meskipun syuting tanpa naskah, setidaknya Sonnenfeld masih memiliki mood dan feel dari dua film sebelumnya. Tak kalah pentingnya juga Sonnenfeld sudah akrab dengan dua aktor sentral Smith dan Jones. Sedangkan kursi produser masih ditempati oleh Steven Spielberg.

Sutradara Barry Sonnenfeld

produser Steven Spielberg

Persiapan kostum

Persiapan kostum

Persiapan sang aktor

Persiapan kostum

Foto bersama sebelum syuting

Did You Know?

Michael Bay pernah tertarik untuk menyutradarai film ini.

Sacha Baron Cohen pernah menjadi kandidat untuk memerankan tokoh Boris.

Ini adalah film Will Smith dalam 3,5 tahun terakhir sejak dirilisnya film “Seven Pounds” bulan Desember tahun 2008 silam sekaligus waktu terlamanya dia menghilang dari layar lebar sejak karirnya di tahun 1993.

“Men in Black II” dirilis di tahun yang sama dengan film “Spider Man”. Sekuel kali ini, “Men in Black III”, dirilis di tahun yang sama dengan “The Amazing Spider Man”

Favourite Quotes

*Agent K: Don’t ask questions you don’t want to know the answer to.

*Griffin: The bitterest truth is better than the sweetest lie.

*Agent K: Do you know what is the most destructive power in the universe?
Agent J: Sugar?

*Griffin: A miracle is something that seems impossible but happens anyway.

Director: Ridley Scott

Stars: Noomi RapaceLogan Marshall-Green and Michael Fassbender

Genres: Action | Horror | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated R for sci-fi violence including some intense images, and brief language

Runtime: 124 min

-They went looking for our beginning. What they found could be our end-

Sinopsis

Pada tahun 2089, pasangan arkeolog Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan Marshall-Green) menemukan sebuah gambaran kuno di dinding gua yang menggambarkan susunan gugusan bintang. Gambaran ini muncul di tempat-tempat dan peradaban lain yang terpisah dan tidak ada hubungannya sama sekali. Namun gambaran tersebut begitu identik. Maka para ilmuwan itu secara sepakat mengintepretasikan gambar-gambar tersebut adalah suatu pesan yang bersifat undangan dari suatu tempat yang diyakini sebagai tempat asal mula seluruh kehidupan manusia di bumi.

Berdasarkan susunan gambaran bintang-bintang tersebut, mereka akhirnya menemukan lokasi yang identik dengan gambaran itu. Mereka menyebut tempat itu LV-223. Peter Weyland (Guy Pearce), seorang CEO dari Weyland Corporation mendanai perjalanan mereka ke tempat tersebut dengan membangun sebuah pesawat luar angkasa Prometheus.

Pesawat Prometheus

Sekelompok ilmuwan diberangkatkan dalam keadaan ditidurkan. Sedangkan pesawat luar angkasanya dikendalikan oleh robot android bernama David (Michael Fassbender). Mereka akhirnya tiba di tempat yang dituju pada tahun 2093. Mereka mendaratkan Prometheus di sebuah tempat yang dekat dengan suatu struktur raksasa yang ada di planet tersebut. Di situlah sekelompok tim dikirimkan untuk mempelajari tempat yang diyakini sebagai asal mula kehidupan manusia tersebut. Namun yang mereka temukan justru bisa jadi akan menyebabkan musnahnya umat manusia di bumi.

David si manusia android

Opini

Promosi film ini cukup luar biasa. Menurut pengamat film, Prometheus memiliki berbagai aspek yang membuatnya jadi film unggulan musim panas yang layak diperhitungkan kehadirannya. Bahkan mereka optimis bahwa film ini bisa menjadi kuda hitam diantara film-film rilisan tahun 2012 secara keseluruhan baik dari segi pencapaian finansial dan ataupun kualitas.

Namun menurut saya pribadi, ekspektasi akibat materi promosi justru melebihi dari kenyataannya. Saya melihat film ini belum menghadirkan sesuatu. Sepanjang film saya menunggu adanya klimaks yang luar biasa. Namun nyatanya, film ini secara keseluruhan berkesan baru sekedar pemanasan. Untungnya saya menyadari bahwa film ini memang dipersiapkan untuk berlanjut di sekuel berikutnya. Dengan alasan itu saya bisa memaklumi jika ‘si klimaks’ mungkin saja tidak hadir di installment  ini tapi memang dipersiapkan di sekuel berikutnya. Namun pengakuan sutradara Ridley Scott justru mematahkan harapan saya. Dia berkata, “If we’re lucky, there’ll be a second part. It does leave you some nice open questions.” Ini jelas-jelas mengkhawatirkan. Bagaimana mungkin sebuah film yang masih terdapat begitu banyak missing link tidak dibuat lanjutannya? Saya anggap si Ridley Scott sudah berhutang besar pada saya dan dia wajib membuat lanjutan kisahnya yang benar-benar bisa memuaskan ekspektasi saya tehadap franchise  ini. Kita tunggu dan kita doakan saja agar Ridley Scott meluangkan waktunya untuk proyek lanjutannya.

Teknologi 3D yang disajikan belum begitu, menggigit. Alur ceritanya telalu mudah ditebak dan emosi dari alur cerita dan penokohan karakternya masih terlalu datar.

Behind The Scene

Prometheus menjadi ajang kembalinya lagi Ridley Scott, sang sineas yang pada tahun 1979 pernah menyajikan Alien, film horor fiksi ilmiah yang luar biasa sukses. Melalui film ini, Scott hendak menciptakan kisah pondasi bagi mitologi Alien yang selama ini belum pernah diceritakan di layar lebar. Pada awalnya Scott berencana membuat film ini sebagai prekuel langsung dari Alien, namundalam perkembangannya, proyek ini menjadi film yang bisa dibilang berdiri sendiri.

Ridley Scott

Proses syuting dimulai pada bulan Maret 2011 hingga Januari 2012 yang dilangsungkan di Kanada, Inggris, Skotlandia, Islandia dan Spanyol dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi. Bahkan, para pemain penting di film ini harus menandatangani persetujuan guna mencegahtejadinya kebocoran plot penting cerita serta kesediaan mereka membaca skripnya hanya kala berada di bawah pengawasan langsung pihak studio.

Suasana Syuting

Ridley Scott mengarahkan proses syuting

Aktris Charlize Theron ketika syuting

Did You Know?

Gemma Arterton, Carey Mulligan, Olivia Wilde, Anne Hathaway, Abbie Cornish dan Natalie Portman pernah dipertimbangkan untuk memerankan tokoh Elizabeth Shaw.

James Franco pernah dipertimbangkan untuk peran Holloway.

Michelle Yeoh pernah dipertimbangkan untuk peran Meredith Vickers yang akhirnya diperankan oleh Charlize Theron.

Film ini awalnya akan diberi judul Paradise. Tapi Ridley Scott sendiri yang mengusulkan memberi judlu Prometheus karena dianggap lebih sesuai dengan tema yang diangkat film ini yang menceritakan tentang proses penciptaan. Prometehus adalah pelayan para dewa-dewi. Dia mencuri dan membagi-bagikan anugerah besar pada manusia berupa api yang memiliki peran sangat penting bagi kehidupan manusia untuk selamanya.

Noomi Rapace, aktris Swedia yang memerankan tokoh Elizabeth Shaw, harus berlatih berbicara dengan dialek British agar sesuai dengan karakter Shaw.

Charlize Theron mengalami kesulitan menjalani adegan berlari di pasir dengan menggunakan sepatu boot gara-gara kebiasaan merokoknya.

Nama tokoh android yang muncul di franchaise Alien, entah sengaja atau tidak, selalu dinamai menurut urutan abjad: Ash (dalam Alien), Bishop (dalam Aliens,dan Aliens 3), Call (dalam Alien: ressurection) dan kini David (dalam Prometheus).

Favorite Quotes

David: Big things have small beginings.

Elizabeth Shaw: My God, we were so wrong…

Director: Andrew Stanton

Writers: Andrew Stanton (screenplay), Mark Andrews(screenplay), Michael Chabon (screenplay), Edgar Rice Burroughs (story “A Princess of Mars”)

Stars:  Taylor KitschLynn Collins and Willem Dafoe

Genres: Action | Adventure | Fantasy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of violence and action

Runtime: 132 min

Lost in Our World. Found in Another.

Sinopsis

John Carter (Taylor Kitsch) adalah seorang kapten yang berasal dari virginia. Saat itu dia hidup dalam suasana perang saudara. Usai perang dia dipindahkan ke Arizona dan menjadi pencari emas di sana. Namun dia mendapat tentangan dari penduduk setempat. Salah satunya Kolonel Powell (Bryan Cranston) yang menekannya untuk ikut melawan suku Apache. Carter menolaknya. Maka usaha-usaha pelarian dari kolonel Powell pun sering dilakukan tapi tidak pernah berhasil.

Suatu hari Carter bisa meloloskan diri dari kurungan Powell. Ditengah kejar-kejaran itu, mereka bertemu dengan suku Apache yang justru membalik situasi sehingga Powell dan Carter kini menjadi buruannya. Mereka bersembunyi dari suku Apache di sebuah gua keramat. Di situlah Carter secara tiba-tiba bisa berpindah ke Mars.

Pada awalnya Carter tidak menyadari bahwa dirinya berada di Mars. Yang menjadi pertanyaan hanyalah mengapa dia memiliki kemampuan meloncat yang jauh lebih tinggi dari biasanya dan banyak mahluk-mahluk aneh yang ditemuinya. Carter berjumpa dengan suku Tharks yang terkesan dengan kemampuan super Carter. Karena adanya perbedaan gravitasi yang jauh lebih ringan dripada  di bumi, Carter mampu bergerak lebih lincah danbisa melompat lebih jauh. Di planet itu Carter terjebak dalam petempuran yang telah terjadi ratusan tahun antara negri Helium dan Zodanga. Dalam pertempuran itu Carter menyelamatkan  puteri Helium, Dejah Thoris (Lynn Collins) yang sedang betarung dengan Sab Than (Dominic West), pimpinan Zodanga. Sab Than sendiri diperalat oleh bangsa Thern yang dipimpin oleh Matai Shang (Mark Strong) yang memiliki misi memecah belah dan membuat kehancuran di Mars.

John Carter di antara suku Tharks

John Carter bersama Dejah Thoris

Carter bersama Dejah Thoris dan anak Tarkas (pimpinan suku Tharks), Sola (Samantha Morton) menjalani petualangan dengan konflik-konflik berbagai pihak di planet itu.

Carter melawan monster

Opini

Film ini mendapatkan tantangan terbesar yang dihadapi Disney. Pasalnya, unsur-unsur tema dan plot dalam John Carter sudah begitu sering digunakan di berbagai film seperti Star Wars hingga Avatar. Untuk itu, para sineas John Carter harus bisa menyajikan sesuatu yang lebih hingga para audiensnya tahu bahwa John Cater-lah tokoh pioner dengan segala unsur-unsur dalam plot nya. Tokoh inilah yang bisa menginspirasi kisah petualangan luar angkasa di waktu-waktu setelahnya hingga saat ini.

Namun harapan ini tidak terealisasi sepenuhnya karena nyatanya hasilnya juga biasa-biasa saja. Dari segi cerita yang cukup kompleks itu, alurnya berkesan terlalu cepat. Penggambaran mahluk Mars-nya kurang variatif jika dibanding dengan alien-alien yang ada di Star Wars. Kisah petualangan bernuansa koboi western ini juga masih kalah jika dibanding dengan Indiana Jones. Aksi-aksinya terlalu banyak dibalut dengan spesial efek.

Tapi dari segi cerita, kompleksitasnya lumayan menarik. Twist-nya tetap ada meskipun tidak begitu dominan. Mungkin pujian ini agaknya semu karena sudah tentu segala kebaikan di sisi ceritanya tak lain karena adaptasi dari novelnya yang memang sudah laris.

Behind The Scene

Disney rupanya berambisi dalam menghidupkan kisah John Carter. Maka setelah tahun 2007 mereka mendapatkan hak ciptanya, Andrew Stanton ditunjuk sebagai sutradara dan Mark Andrews sebagai penulisnya.

Sutradara Andrew Stanton

“So much has been deived from this book over 100 years that my first dilemma was, “How the hell do you make this and not look like you’re being derivative yourself?” (Andrew Stanton)

Setelah menyelesaikan proyek Wall-E, sutradara Andrew Stanton secara praktis ‘dipinjamkan’ kepada Disney oelh Pixar untuk mendalangi proyek John Carter ini. Kata Jim Morris, General Manager  dari Pixar, ”It’s not a Pixar film, it’s not an animated film, it’s not a G or PG rated film-probably a PG-13. There are battles and dismembements and things such as that: things not suitable for small children.”

Untuk pengambilan gambar sesi motion capture-nya, para pemain yang memerankan karakter suku Tharks harus mengenakan setelan berwarna abu-abu dan beraksi di set lokasi yang memiliki suhu sampai 100 derajat celcius.

Stanton sedang mengarahkan sang aktor

Suasana syuting di studio

Suasana syuting di studio

Film ini diangkat dari tokoh novel karya Edgar Rice Burroughs. Total ada 11 volume yang peilisan volume pertamanya di tahun 1917 hingga kisah terakhirnya dirilis pada tahun 1964. Filmnya sendiri disetting untuk berformat trilogi dimana seri pertama ini hanya akan mengangkat kisah novel pertamanya yang berjudul A Princess of Mars.

Edgar Rice Burrough

Novel A Princess of Mars

Novel A Princess of Mars ditulis sejak tahun 1991 ketika Burroughs berumur 35 tahun. Publikasi pertamanya justru menggunakan judul Under the Moons of Mars. Burroughs sendiri merasa pesimis ketika membuat novel ini namun kecemasannya tidak beralasan karena novel begenre aksi fantasi ini menjadi pionir tema kisah petualangan antariksa yang populer hingga berpuluh-puluh tahun berikutnya sampai sekarang.

Did You Know?

Sebelum tokoh John Carter jatuh ke tangan Taylor Kitsch, akto Jon Hamm dan Josh Duhamel juga pernah dicalonkan juga.

Taylor Kitsch mengaku menderita masalah hati ketika menjalani diet ketat dan latihan fisik hingga berat badannya berkurang 30 pon.

Film ini dirilis tepat seratus tahun sejak kemunculan pertama kali cerita john Carter yang ditulis oleh Edgar Rice Burroughs pada tahun 1912.

Buku John Carter ditulis di Utah. Film ini juga sebagian besa disyuting di Utah.

Salah satu tato Dejah di tangan kanannya bergambar kepala Mickey Mouse.

Film ini adalah film fomat live action ketiga yang memiliki rating PG-13 setelah Pirates of Caribean: The Cuse of the Black Pearl dan Prince of Pesia: The Sands of Time.

Kisah ini sempat menjalani proses pra produksi sejak tahun 1931. Ini membuatnya menjadi proyek film dengan status development hell (nasib pembuatan yang tidak menentu) paling lama. Ketika itu Robert Clampett sudah melobi novelis Edgar Rice Burroughs untuk mengangkat buku A Princess of Mars menjadi film animasi. Sayang proyek tesebut berhenti di tengah jalan. Seandainya saja bisa bejalan dengan mulus, bisa jadi John Carter akan menjadi film animasi layar lebar pertama di Amerika mengalahkan Snow White and the Seven Dwarfs (1937).

Planet Mars disebut sebagai Barsoom oleh penghuninya. Kata ini berasal dari kata soom (planet: dalam bahasa mahluk Mars) dan bar (artinya: delapan, karena Mars diceritakan berada di posisi kedelapan tata surya setelah matahari, Merkurius, Venus, Bumi beserta sateli-satelit yang berada di antara bumi dan Mars)

Favorite Quotes

–Tars Takas: When I saw you, I believed it was a sign… that something new can come into this world.

–Tars Tarkas: (to john) You are ugly, but you are beautiful. And you fight like a Thark!

–Matai Shang: we do not cause the destruction of a waorld, Captain Carter. We simply manafe it. Feed off it, if you like.

 

Director: Brad Peyton

Writers: Brian Gunn (screenplay and story), Mark Gunn (screenplay and story), Richard Outten (story), Jules Verne (novel)

Stars: Josh HutchersonDwayne Johnson and Michael Caine

Genres: Action | Adventure | Comedy | Family | Fantasy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG for some adventure action, and brief mild language

Runtime: 94 min

“Believe the Impossible. Discover the Incredible.”

Sinopsis

Kisah ini diawali ketika Sean (Josh Hutcherson) menerima sebuah kode pesan yang diyakini dari kakeknya, Alexander Anderson (Michael Caine) yang hilang. Dengan bantuan ayah tiri Sean, Hank Parson (Dwayne Johnson), kode-kode itu bisa dipecahkan. Ternyata pesan itu merujuk pada tiga buku berjudul The Mysterious Island karangan Jules Verne, Treasure Island karangan Robert Louis Stevenson dan Gulliver’s Travel karangan Jonathan Swift. Ketiga buku itu juga menyimpan teka-teki berikutnya yaitu sebuah peta dan posisi koordinat dari sebuah pulau.

Sean dan Hank sedang memecahkan teka-teki

Bersama ayah tirinya, Sean memutuskan untuk mencari pulau yang dimaksud. Namun menurut penduduk setempat, tidak ada pulau di lokasi tersebut. Bahkan hanya pelaut bodoh yang mau menuju tempat yang sering terjadi badai mematikan tersebut. Namun karena tergiur imbalan yang ditawarkan, seorang pilot helikopter bernama GabatoLuis Guzmán) bersama putrinya yang cantik Kailani (Vanessa Hudgens) bersedia mengantar mereka ke tempat tersebut.

Pilot helikopter Gabato dan putrinya Kailani

Benar saja, tenyata tempat yang dituju tertutup badai yang luar biasa hebat. Helikopter yang ditumpangi mereka jatuh dan nasib baik membuat mereka terdampar di pulau misterius yang mereka cari. Pulau tersebut menyimpan keindahan yang luar biasa sekaligus keanehan yang tidak ditemui di pulau pada umumnya. Petualangan mereka untuk menemukan dan membawa pulang kakek Sean juga dibarengi dengan adanya bahaya yang mengancam seluruh pulau yang diperhitungkan akan tenggelam dalam waktu yang sangat dekat. Mereka harus berkejaran dengan waktu untuk bisa keluar dari pulau.

setibanya di pulau misterius, petualangan mereka makin seru

menghadapi binatang berukuran raksasa

dan binatang yang berukuran mini

Opini

Filmnya lumayan seru untuk bisa dinikmati sebagai hiburan seluruh anggota keluarga. Sayang saya tidak punya kesempatan untuk mencoba menonton versi 3D atau versi IMAX nya. Jadi tampilan spesial efek yang harusnya bisa terlihat begitu megah hanya tampil datar-datar saja di layar 2D.

Alur ceritanya menarik, apalagi untuk penggemar novel-novel Jules Verne. Ditambah lagi penggabungan dari 2 novel tekenal lain yang membuat cerita lebih kompleks. Namun alur ceritanya sendiri kurang dewasa karena tokoh-tokohnya berkesan selalu beruntung dan selalu berada di tempat dan waktu yang tepat untuk selamat dari bahaya yang mengancam. Tantangan survival nya kurang menggigit. Tapi hal ini bisa dimaklumi jika film ini menyasar penonton dengan jangkauan umur yang lebih luas sehingga bisa dinikmati oleh anak-anak.

Film ini cukup bermuatan komedi yang berbobot. Baik dari dialog dengan lelucon cerdasnya hingga ke aksi para tokoh-tokohnya.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Brad Peyton, sineas yang berada dibalik film Cats & Dogs: The Revenge of Kitty Galore. Pengambilan gambar dilakukan di Hawaii antara lain di Oahu, Wamea Valley dan Kualoa Ranch. Selain itu proses syuting juga mengambil tempat di Wilmington, North Carolina.

Sutradara Brad Peyton

Dana pembuatan film ini mencapai $110 juta untuk menjamin penggunaan 3D yang maksimal dan tampilan terbaik untuk bisa tampil di teater IMAX.

Suasana syuting

Sutradara sedang mengarahkan aktor Dwayne Johnson

Sutradara sedang mengarahkan aktor Josh Hutcherson

Cerita di film ini teinspirasi dari novel karangan Jules Verne dengan judul yang sama: The Mysterious Island. Namun sang penulis naskah Richard Outten memasukkan unsur cerita lain yang diambil dari dua novel klasik lainnya yaitu Treasure Island karangan Robert Louis Stevenson dan Gulliver’s Travel karangan Jonathan Swift.

Did You Know?

Film ini adalah sekuel kedua dari Journey to the Center of the Earth (2008) yang sama-sama diadaptasi dari buku karangan Jules Verne. Namun di karya Verne sebenarnya, The Mysterious Island bukan sekuel dari novel Journey to the Center of the Earth  melainkan sekuel dari novel berjudul 2000 Leagues Under the Sea.

Tokoh Alexander Anderson yang diperankan aktor Michael Caine diceritakan mencari kapal selam Nautilis milik Kapten Nemo. Pada tahun 1997, Caine memerankan Kapten Nemo untuk film remake2000 Leagues Under the Sea’.

Jules Verne yang novelnya menjadi inspirasi dari film ini memiliki nama lengkap Jules Gabriel Verne yang lahir pada tanggal 8 Februari 1828. Selain menulis novel berjudul The Mysterious Island, Verne juga menulis karya fenomenal lain yaitu 2000 Leagues Under the Sea (1870), A Journey to the Center of the Earth (1864) dan Around the World in Eighty Days. Verne banyak menulis tentang petualangan luar angkasa, udara dan bawah air bahkan jauh sebelum penemuan pesawat dan kapal selam. Karena itulah dia disebut sebagai “Father of Science Fiction”.

Jules Verne

Awalnya film ini hendak mengangkat tema Atlantis sebagai tema utama namun dibatalkan karena masalah biaya dan adanya proyek lain bertema sama.

Favorite Quotes

Alexander: [On Sean’s sprained ankle] On three. One…
[Pops ankle back]
Hank: What happened to two and three?
Sean: Yes, what happened to two and three?
Alexander: Two. Three.

—————————————————————

Sean: if we die down there, Mom’s gonna kill us.

—————————————————————

Kailani: we’ll have all the wealth we’ll ever need. Just as long as we’re together.

Director: Tim Burton

Writers: Seth Grahame-Smith (screenplay), John August(story), Seth Grahame-Smith (story), Dan Curtis (television series)

Stars: Johnny DeppMichelle Pfeiffer and Eva Green

Genres: Comedy | Fantasy

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for comic horror violence, sexual content, some drug use, language and smoking

Runtime: 113 min

 “Strange Is Relative”

Sinopsis

Tahun 1752, sepasang suami istri, Joshua dan Naomi Collins bersama putra mereka Barnabas Collins (Johnny Depp) memutuskan berpindah dari Liverpool menuju Amerika. Mereka membangun sebuah rumah yang cukup besar benama Collinwood Manor.

Barnabas Collins yang tumbuh menjadi pemuda mulai mengenal cinta. Namun suatu hari dia melukai hati seorang wanita bernama Angelique Bouchard (Eva Green) yang malangnya wanita itu adalah seorang penyihir. Ketika Barnabas jatuh hati ke wanita lain bernama Josette DuPres (Bella Heathcote), Angelique mengutuknya sehingga setiap wanita yang dicintai Barnabas akan mati. Maka nasib Josette pun berakhir tragis karena bunuh diri.

Angelique yang sadar bahwa dirinya tidak akan berhasil memiliki hati Barnabas akhirnya kesal. Dikutuknya Barnabas menjadi vampir dan dengan menghasut penduduk kampung, Barnabas dikubur hidup-hidup.

Barnabas Collins

Angelique Bouchard

Barnabas Collins, dikutuk menjadi vampir dan dikubur hidup-hidup

Sebagai vampir, Barnabas hidup kekeal meski telah dikubur selama hampir 200 tahun. Pada tahun 1972, para pekerja bangunan tidak sengaja membongkar petinya. Akhirnya Barnabas yang haus darah bisa bangkit kembali. Tujuan utama Barnabas selanjutnya adalah kembali ke Collinwood Manor. Ketika dia menemukan kembali rumah besar itu, ternyata umah itu masih ditempati oleh keturunan keluarga Collins. Pemimpin keluarga dipegang oleh Elizabeth Collins Stoddard (Michelle Pfeiffer). Anggota keluarga yang lain adalah anak perempuan Elizabeth Carolyn Stoddard (Chloë Grace Moretz); saudara laki-laki Elizabeth, Roger Collins (Jonny Lee Miller) dan putra Roger, David Collins (Gulliver McGrath). Selain itu ada psikiatris dr. Julia Hoffman (Helena Bonham Carter) yang disewa untuk membantu permasalahan keluarga, penjaga rumah Willie Loomis (Jackie Earle Haley) dan pengasuh baru David Victoria Winters (Bella Heathcote) yang memiliki pengalaman berinteraksi dengan hantu Josette.

Para penghuni Collinwood Manor yang merupakan keturunan Collins

Barnabas yang telah bertemu dengan keturunan keluarga Collins itu ingin membantu mamajukan bisnis keluarga yang selama ini bersaing dengan bisnis Angelique, sang penyihir rival Barnabas. Mau tidak mau mereka akan dipertemukan kembali dalam sebuah konflik sengit yang telah tesimpan selama 2 abad.

Barnabas dan Angelique

Opini

Tim Burton kembali menyajikan film benuansa gothic di tahun 2012 ini. Ciri khasnya memang belum ditanggalkan. Film dengan nuansa kelam yang masih saja setia dengan aktor andalannya Johny Depp. Tak heran bahwa banyak oang yang menunggu keluarnya film besutan sutradara eksentrik ini.

Film ini memang unik karena menghadirkan kombinasi antara suasana fantasi gothic dengan komedi. Namun yang agak mengganggu adalah porsi komedinya yang agaknya berlebihan sehingga sedikit mengusik suasana gothic-nya. Padahal di sisi lain banyak adegan yang cukup sadis dan berdarah-darah. Dari segi riasannya sendiri agaknya juga berlebihan. Lihat saja riasan pucat Barnabas berkesan telalu putih dan telalu tebal. Pulasan hitam untuk menegaskan tulang pipi juga terkesan sangat mencolok terutama ketika siang hari. Darah yang mengalir dari mulut tekesan terlalu cepat mengering sehingga tidak hilang sedikitpun ketika diusap. Mungkinkah sutradara sekaliber Tim Burton tidak memperhatikan hal-hal itu? Ataukah di situlah letak keunikannya dengan menonjolkan pesan bahwa ini film ringan, jadi jangan dipikirkan terlalu serius.

Dai segi cerita tak ada yang spesial. Alurnya ringan. Tanpa ada teka-teki yang membingungkan. Premis seseorang yang dikutuk menjadi vampir bukanlah hal yang baru. Namun yang menjadi menarik adalah vampir Barnabas ini adalah vampir yang eksentrik yang tampak selalu kehausan. Dia bisa berinteraksi meski banyak kekonyolan yang kadang agak berlebihan.

Pertaruhan Tim Burton untuk merilis film ini dalam waktu yang hanya berselisih satu pekan dengan dirilisnya The Avenger nampaknya terlalu gegabah. Saya menontonnya di hari kelima setelah rilis, kursi penonton sudah banyak yang kosong. Padahal film ini hanya mendapatkan jatah putar di satu studio saja. Kita lihat saja perkembangan kedepannya. Apakah film ini menjadi film yang sukses atau tidak.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Tim Burton. Disaat teknologi 3D dipakai untuk menambah nilai jual, Burton justru sengaja untuk membuatnya 2D saja. Alasannya, dengan setting tahun 70-an, nampaknya penggunaan 3D dirasa salah tempat.

Ít’s the ‘70s, man. Only Frankenstein’s Bloody Terror was in 3-D. That’s the only one I remember from that time.” (Tim Burton)

Film ini adalah adaptasi seri opera sabun berjudul sama di tahun 1988-1971. Disiarkan oleh ABC sebanyak 1225 episode. Tim Burton, Johny Depp dan Michelle Pfeifer sangat menyukai serial tersebut.

“The reason I liked Dark Shadows was that it was a weird family story. It just happened to have supernatural qualities to it.” (Tim Burton)

Sutradara Tim Burton

Anne Hathaway, Lindsay Lohan dan Jennifer Lawrence pernah diaudisi untuk memerankan tokoh Angelique.

Adegan penampakan hantu Josette duPres dibuat dengan mensyuting sang aktris di dalam air.

Proses pengambilan gambar untuk menciptakan tokoh hantu Josette

Suasana Syuting

Pemeran asli Dark Shadow Jonathan Frid (Barnabas) , Lara Parker (Angelique), David Selby (Quentin Collins) dan Kathryn Leigh Scott (Josette) menjadi cameo di film ini. Ini adalah film terakhir Jonathan Frid, pemeran Barnabas di film Dark Shadow asli. Dia meninggal pada tanggal 13 April 2012.   

Did You Know?

Ini adalah film Tim Burton’s kedelapan bersama Johnny Depp, ketujuh bersama Helena Bonham Carter, kelima bersama Christopher Lee, dan kedua bersama Michelle Pfeiffer.

“It’s a ghost story but then it’s an unhappy vampire story. It’s a mixture of so many different things and a real ensemble piece. And hopefully it will be funny.”  (Helena Bonham Carter)

Chloë Grace Moretz (Carolyn Stoddard) dan Gulliver McGrath (David Collins) pernah bermain bersama dalam film Hugo.

Untuk memerankan tokoh Barnabas Collins, Johny Depp melakukan diet ketat dengan minum teh hijau dan buah-buahan rendah gula secara teratur dan hasilnya: berat badannya turun 140 pon.

Favorite Quotes

Barnabas Collins: What is your age?
Carolyn Stoddard: Fifteen.
Barnabas Collins: Fifteen, and no husband? You must put those child-bearing hips to good use.

Barnabas Collins: If a man can become a monster, then a monster can become a man.

Barnabas Collins: [holds a fork] I see you have been driven to even sell the silverware.
Roger Collins: How can you tell? Those are exact replicas.
Barnabas Collins: Had this been silver, I would have burst into flame at the slightest touch.

Barnabas Collins: You locked me in a box, for over two hundred years!
Angelique Bouchard: Don’t exaggerate, it was only a hundred and ninety-six.

Director:  Joss Whedon

Writers: Joss Whedon (screenplay), Zak Penn (story), Stan Lee (comic book), Jack Kirby (comic book)

Stars: Robert Downey Jr.Chris Evans and Scarlett Johansson

Genres: Action | Adventure | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of sci-fi violence and action throughout, and a mild drug reference

Runtime: 143 min

“Every team needs a Captain”

Sinopsis

Bumi kembali menerima ujian berat ketika Loki (Tom Hiddleston), dewa yang merupakan saudara dan juga musuh bebuyutan Thor (Chris Hemsworth). Loki mengincar sumber kekuatan yang baru ditemukan di bumi yang disebut Tesseract. Dengan Tesseract, Loki ingin menguasai bumi.

Loki

Nick Fury (Samuel L. Jackson), seorang kepala organisasi penjaga perdamaian internasional (S.H.I.E.L.D) berupaya untuk mengumpulkan seluruh supe hero yang ada di bumi untuk menghentikan Loki sekaligus merebut kembali Tesseract yang sudah telanjur dikuasai Loki. Untuk membentuk kelompok beranggotakan manusia super ikonik seperti Iron Man (Robert Downey Jr.), Captain America (Chris Evans), Thor (Chris Hemsworth), Black Widow (Scarlett Johansson), Hulk (Mark Ruffalo), Nick Fury melakukan berbagai upaya untuk membujuk mereka untuk ikut bergabung.

Ternyata banyak kendala untuk menyatukan mereka terlebih masing-masing memiliki ego yang besar. Terutama Captain America dengan latar belakang sebagai seorang prajurit perang yang terbiasa dengan koordinasi dan perencanaan, sering terjadi perselisihan dengan Iron Man yang terbiasa bekerja sendiri dan beraksi secara spontan. Belum lagi dengan adanya masalah-masalah masa lalu dari tiap karakter dan juga misi tersembunyi S.H.I.E.L.D di balik penggabungan para pasukan super itu.

Di saat mereka menghadapi masalah dengan kekompakan, waktu tidak lagi tersisa banyak ketika Loki mulai membuka gerbang untuk memasukkan banyak monster dari dunia lain untuk menghancurkan bumi.

Black Widow

Thor dan Captain America

Hawkeye dan Hulk

Tim The Avengers

Opini

Kolaborasi deretan superheo exravanganza ini nampaknya sangat menyita perhatian para kalangan pecinta film. Bisa jadi inilah proyek terbesar dan film yang begitu banyak dinantikan di tahun 2012. Penonton memang telah dijanjikan film ini sejak film Captain America dirilis dengan disisipkannya teaser trailer perdana The Avenger di penghujung durasi filmnya. Sejak saat itulah para fans superhero Marvel  ini memulai penantiannya.

Deretan aktor pemeran superhero ini masih sama kecuali tokoh Bruce Banner (Hulk) yang tadinya diperankan oleh Edward Norton, diperankan oleh Mark Rufallo. Hal ini bukanlah suatu hal yang mampu mengurangi antusiasme publik karena sosok yang lebih dominan dan dielu-elukan adalah sosok Hulk ketimbang Bruce Bannernya. Fakta bahwa tokoh-tokoh besar itu masih dimainkan oleh pemeran aslinya, yang masing-masing sudah sukses dalam kiprah ‘solo’ mereka, akan membuat para pecinta ikon-ikon tersebut semakin merasa layak untuk menunggu film ini.

Meskipun film ini adalah kolaborasi dari seabrek tokoh ikonik, Joss Whedon sebagai seorang sutradara nampaknya mampu menempatkan masing-masing ikon itu dengan proporsi yang pas. Masing-masing memiliki karakter dan kisah yang dituturkan dengan proporsi yang sama sehingga tidak ada kesan dominasi dari salah satu tokohnya. Bahkan tokoh ikonik baru Natasha Romanoff (Black Widow) mendapatkan alur kisah yang cukup untuk menceritakan identitas dan latar belakang kehidupannya.

Untuk sajian spesial efeknya sudah tidak pelu diragukan lagi. Efeknya juga extravaganza. Pesta porak poranda di tengah kota cukup memanjakan para penonton yang sangat suka dengan ledakan-ledakan dahsyat.

Selain aksi yang luar biasa, film ini memasukkan banyak sekali lelucon-lelucon cerdas khas Tony Stark dan dialog-dialog dari tokoh lain.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Joss Whedon yang memang dikenal sebagai fans komik The Avengers.

Sutradara Joss Whedon

“Ultimately these people don’t belong together and the whole movie is about finding yourself from community. It will be the heart of the film” (Joss Whedon)

“It goes back to the very first incarnation of The Avengers, it goes to the Ultimates, it goes to everything about it. It makes no sense, it’s ridiculous. There’s a thunder god. There’s a green “id” giant rage monster, there’s Captain America from 40s. There’s Tony Stark who definetely doesn’t get along with anybody.” (Joss Whedon)

Proses pembuatan filmnya dimulai pada bulan April 2011 dengan lokasi syuting di Albuquerque, New Mexico. Kemudian bulan Agustus beralih ke Cleveland, Ohio dan terakhir pada bulan September 2011 di New York City hingga rangkaian kegiatannya selesai.

Spesial efek yang spektakuler di film ini merupakan gabungan dari perusahaan-peusahaan yang memang sudah pernah menangani proyek film Marvel sebelumnya, yaitu: Fuel VFX (Iron Man 2, Thor, Captain America: The First Avenger), Industrial Light and Magic (Iron Man, Iron Man 2), Legacy Effects (Iron Man 2, Thor), Luma Pictures (Thor, Captain America:The First Avenger), The Third Floor (Thor) dan Weta Digital.

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Suasana santai disela-sela syuting

Joss Whedon mengarahkan aktor Mark Ruffalo

Para bintang The Avengers dan sutradara

Did You Know?

The Avengers merupakan film superhero Marvel pertama yang hak distribusinya dipegang Walt Disney Picture.

Pada awalnya, Edwars Norton direncanakan untuk kembali memerankan tokoh Bruce Banner, namun negosiasi dengan sang aktor tidak berhasil. Aktor Joaquin Phoenix juga sempat dirumorkan untuk mengambil peran ini. Namun pilihan akhirnya dijatuhkan pada Mark Ruffalo.

Untuk pertama kalinya sosok hulk dipeankan oleh aktornya, Mark Ruffalo dengan teknik virtual-camera motion-picture. Sebelumnya sosok hulk diperankan oleh aktor yang berbeda dengan tokoh Bruce Banner (Bill Bixby sebagai bruce Banner dan Lou Ferrigno sebagai Hulk) atau disisipkan menggunakan CGI.

Untuk mempertahankan fisik yang sesuai dengan peran Thor, Chris Hemsworth sampai meningkatkan diet ketat.

Di film ini, karakter Tony Stark tampak mengenakan kaos berlabel Black Sabbath. Grup musik cadas ini memang pernah memyanyikan Iron Man  untuk soundtrack  film Iron Man (2008).

Favorite Quotes

Nick Fury: There was an idea to bring together a group of remarkable people, so when weneeded them, they could fight the battle that we never could..

Loki: In the end, it will be every man for himself…

Nick Fury: The world has changed…
Steve Rogers: At this point I doubt anything would surprise me.

Buce Banner: We’re not a team. We’re time-bomb!

Steve Rogers: Stark, we need a plan of attack!
Tony Stark: I have a plan: attack!

Director: Josh Trank

Writers: Max Landis (screenplay), Max Landis (story), Josh Trank (story)

Stars: Dane DeHaanAlex Russell and Michael B. Jordan

Genres: Drama | Sci-Fi | Thriller

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense action and violence, thematic material, some language, sexual content and teen drinking

Runtime: USA: 84 min

Boys will be boys

Sinopsis 

Seorang remaja Seattle Andrew Detmer (Dane DeHaan) mulai memvidiokan kehidupan sehari-harinya. Kehidupan di rumahnya sendiri tidak menyenangkan. Ibunya, Karen Bo Petersenn), menderita kanker yang semakin parah. Ayahnya, Richard (Michael Kelly), adalah seorang pemabuk yang sering kasar terhadap Andrew. Sedangkan di sekolahnya, Andrew sering menjadi korban bullying.

Suatu hari sepupu Andrew, Matt Garetty (Alex Russell), mengajaknya ke sebuah pesta. Di sanalah ia diminta Matt mensyuting sesuatu bersama seorang bintang sekolah populer, Steve Montgomery (Michael B. Jordan). Mereka bertiga menuju sebuah lokasi yang terdapat sebuah lubang besar terowongan bawah tanah. Mereka mencoba memasuki terowongan itu dan memvidiokannya. Tenyata sesuatu yang berada di ujung terowongan itulah yang mengubah nasib mereka.

Andrew, Matt dan Steve di dalam terowongan

Sebuah benda tak dikenal bersinar di ujung terowongan. Sebuah kristal besar yang memancarkan cahaya biru itu tiba-tiba mengeluarkan suara keras dan warnanya berubah menjadi merah. Tiba-tiba mereka merasakan sakit kepala dan mimisan. Kamera pun mendadak mati.

Beberapa hari setelahnya mereka menyadari bahwa benda asing itu memberikan kekuatan telekinetik pada mereka bertiga. Kekuatan itu semakin bertambah tiap harinya. Mulai dari mengendalikan benda-benda kecil, kemudian benda-benda besar hingga mereka bisa menerbangkan tubuh mereka sendiri. Dengan euforia sekelompok remaja, kekuatan itu mereka gunakan untuk senang-senang. Namun, kehidupan Andrew yang sering mendapatkan kekerasan baik dari ayahnya dan dari teman sekolahnya ternyata membuat pertumbuhan kekuatan itu kearah kekuatan jahat yang tak terkendali. Emosi akibat penbekanan yang terakumulasi membuat Andrew tidak mampu mengendalikan kekuatan jahatnya sendiri.

Tiba-tiba mereka memiliki kemampuan telekinetis

Kemampuan super mereka semakin meningkat hingga bisa terbang

Opini 

Nampaknya genre film found footage mulai bisa dijadikan senjata untuk menembus pasaran box office. Diawali dari kesuksesan The Blair Witch Project yang nampaknya membuka suasana baru untuk film jenis ini, kemudian franchaise Paranormal Activity yang cukup sukses menerima sambutan hangat dari para kritikus film. Terbukti bahwa di era persaingan teknologi 3D, film mini bujet ini mampu disejajarkan dengan film berbujet berkali-kali lipat lainnya.

Dari segi alur cerita dan tema, Chronicle  tidak menghadirkan sesuatu yang baru. Tema superhero tanpa kostum ini sudah pernah diangkat dalam film Hancock dan Jumper. Namun yang menjadi unik adalah bahwa superheo di Chronicle ini tidak memanfaatkan kekuatan supernya untuk menolong orang lain. Justru dengan latar belakang kehidupan remaja para pemainnya, kekuatan super yang dimiliki para tokohnya hanya digunakan sebagai sebuah kebanggaan dan kesenangan pribadi. Satu pebedaan ini jika digabungkan dengan format found footage, maka akan tersaji sebuah film found footage yang selama ini mengusung genre sebagai film misteri, menjadi sebuah film found footage  pertama yang bergenre superhero yang jauh dari sebutan hero.

Meski dengan bujet minim ($15 juta), film ini ternyata tidak menyajikan spesial efek yang minim. Efek-efek yang luar biasa cukup menarik menghiasi film ini. Patut diacungi jempol. Secara keseluruhan, Chronicle merupakan film sederhana namun memberikan kesan yang begitu mengigit.

Behind The Scene 

Film ini disutradarai oleh Josh Trank dan merupakan film petama Trank untuk format layar lebar. Sebelumnya Trank menyutradarai serial TV The Kill Point. Film ini memakan bujet $15 juta. Pembuatan film dimulai bulan Mei 2011 dan berakhir di bulan Agustus 2011.

Sutradara Josh Trank

Josh Trank dengan kameranya

Syutingnya kebanyakan dilakukan di Cape Town Afrika Selatan. Kendalanya, di Afrika Selatan mengendara mobil menggunakan sisi kiri jalan dan kemudi berada di sebelah kanan. Maka untuk menyesuaikan dengan keadaan setting sesuai skenario (seolah di Seattle yang kondisi lalulintas dan posisi kemudinya berkebalikan dengan Cape Town), beberapa mobil Amerika terpaksa harus dikirim menggunakan kapal.

Filmnya dilakukan editing postproduksi agar terlihat seperti film found footage. Sinematografer Matthew Jensen menggunakan kamera video Arri Alexa dan lensa Angenleux Optimo dan Cook s4. Untuk membuat adegan yang mensimulasikan kamera Adrew yang meluncur dilantai ketika ditendang oleh kawannya, digunakan skateboard untuk menopang kamera tersebut.

Did You Know? 

Gadis berambut pink pasangan karakter Andrew yang diperankan oleh Anna Wood adalah kekasih Dane DeHaan (Andrew) di kehidupan nyata.

Lagu The Bright Flash yang dinyanyikan oleh M.8.3 yang dimainkan di credit akhir film hanya berisi sebaris lirik: I killed all the rainbows and the species.

Favorite Quotes 

Matt Garetty: Andrew, don’t fart. We’ll never find you again

Andrew Detmer: I’ve been doing a lt of reading, you know? Like, online about, like, just evolution and natural selection and how like there’s this thing, right? Its called the apex predator, right? And basically what this is, is the strongest animal in the ecosystem, right? And as human beings, we’re considered the apex predator but only because smaller animals can’t feed on us because of weapons and stuff, right? A lion does not feel  when it kills a gazelle, right? You do not feel guilty when you squash a fly… and I think that means something. I just think that realy means something.

Director: Michael Sucsy

Writers: Jason KatimsAbby Kohn (screenplay), Stuart Sender (story), Marc Silverstein (screenplay)

Stars: Rachel McAdamsChanning Tatum and Sam Neill

Rated: PG-13 for an accident scene, sexual content, partial nudity and some language

Runtime: 104 min

Review

Kehidupan bahagia romantis dan manis yang dialami Leo (Channing Tatum) dan Paige (Rachel McAdams) tanpa diduga berakhir begitu saja ketika sebuah kecelakaan membuat memori Paige hilang. Kehilangan memori ini menyebabkan Paige tidak mengingat lagi kehidupan pasca perkawinan mereka. Hal ini meyebabkan Paige mengenal Leo sebagai orang asing.

Pernikahan Leo dan Paige yang begitu bahagia

Dengan beban berat ini Leo berusaha membangun kembali memori Paige. Paige sendiri tidak ingat tentang seluruh latar belakang hidupnya yang telah sukses sebagai seorang seniman. Ingatan terakhirnya adalah ketika dia bercita-cita kuliah di jurusan hukum. Tantangan Leo semakin berat ketika orang tua Paige, Rita Thornton (Jessica Lange) dan Bill Thornton (Sam Neill), berusaha membujuk Paige berkumpul kembali bersama mereka. Tentu saja ingatan Paige terhadap keluarganya tidak hilang. Ini berarti kesempatan Leo untuk membangun cintanya kembali akan mengalami kendala jika Paige tinggal bersama orang tuanya.

Paige berusaha membangun kembali memorinya yang hilang dari kumpulan foto-fotonya

Kisah cintanya juga bercabang karena ingatan terakhir Paige ketika dia sedang jatuh cinta pada Jeremy (Scott Speedman) bahkan sempat bertunangan. Tapi Paige tidak ingat kenapa mereka membatalkan pertunangan itu sehingga hilangnya memori ini justru menumbuhkan lagi cinta lamanya itu.

Usaha Leo untuk membuat Paige kembali kepadanya tidak pernah berhenti. Bahkan Paige akhirnya akan menemukan satu demi satu missing link yang membuat semua keputusan manuver hidupnya masuk akal. Tapi mampukah janji setia pernikahan itu akan terpenuhi kembali?

Opini

Sungguh tepat jika film ini dirilis bulan Februari 2012 yang tentu saja dengan tema drama romantis akan menjadi nilai jual jika diputar di suasana hari valentine. Dilihat dari tema ceritanya sendiri model plot macam ini bukan tema yang baru. Tentu saja sudah banyak film terkenal yang mengusung tema hilang memori macam ini. Sebut saja The Notebook, A Moment to Remember, dan 50 First Date. Tapi yang menjadi daya tarik di  kisah ini adalah bahwa kisah di film ini diinspirasi dari kisah nyata.

Memang pelik jika membayangkan masalah yang ada di film ini. Coba bayangkan jika semua memori romansa itu hilang dan orang yang paling dicintai tak lebih hanya orang asing. Yag perlu dipandang cukup serius adalah di titik manakah memori itu hilang. Jika selama ini seseorang mengambil keputusan untuk mengambil manuver pola hidup dan berusaha menghindari suatu lingkungan hidup tertentu yang berusaha dilupakan dan dijauhi, maka ketika kealpaan itu terjadi di titik sebelum keputusan itu dibuat, maka apa yang telah diputuskan itu akan hilang tak berbekas dari ingatan. Yang artinya, seseorang itu akan kembali terjebak di kehidupan lamanya tanpa mengingat alasan untuk menjalani manuver hidup. Tidak peduli apaah alasan itu sanagat signifikan atau tidak. Bisa jadi pihak-pihak tertentu akan memanfaatkan keadaan ini karena orang yang kehilangan sebagian memori sama saja dengan orang yang telah dicuci otaknya.

Film ini memiliki twist yang sederhana, halus dan sangat ringan. Romansanya sendiri cukup manis. Di beberapa titik penonton akan merasakan sesuatu yang menjengkelkan ketika Paige tidak bisa mengingat kenangan paling manis sekalipun. Sekaligus akan ada perasaan iba dan sedikit konyol di sana.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Michael Sucsy yang sukses sebagai sutradara film televisi berjudul Grey Gardens (2009). Dalam film ini Sucsy untuk kedua kalinya bekerja sama dengan aktris Jessica Lange (pemeran Rita Thornton) yang sebelumnya bertemu di Grey Gardens.

Sutradara Michael Sucsy

Pengambilan gambar dimulai bulan Agustus 2010 dan selesai di bulan November. Lokasi syutingnya di Chicago dan Toronto dengan bujet $30 juta.

Did You Know?

Film ini diinspirasi dari buku dengan judul sama yang mengisahkan Kim dan Krickitt Carpenter. Dalam buku yang ditulis oleh Kim diceritakan tentang kecelakaan mobil yang terjadi di 10 minggu setelah pernikahan mereka (18 September 1993). Kecelakaan ini menyebabkan Krickitt mengalami trauma otak sehingga membuat memori romansanya terhapus. Kim tetap mencintai meskipun Krickitt menganggap Kim sebagai orang asing setelah kejadian kecelakaan itu. Tapi karena ikatan janji dan kepercayaan yang tiggi kepada Tuhan, mereka bersatu kembali sebagai keluarga yang utuh meski Krickitt tidak akan pernah mendapatkan memorinya kembali.

Kim dan Krickitt Carpenter beserta anak-anaknya

Buku karangan Kim dan Krickitt Carpenter

Quotes

Paige: I vow to help you love life, to always hold you with tenderness and to have the patience that love demands, to speak when words are needed and to share the silence when they are not and to live within the warmth of your heart and always call it home.
Leo: I vow to fiercely love you in all your forms, now and forever. I promise to never forget that this is a once in a lifetime love.

————————————————————–

Leo: Life’s all about moments, of impact and how they changes our lives forever. But what if one day you could no longer remember any of them?

————————————————————–

Paige: I hope that one day I can love you the way you love me.
Leo: You figured it out once. You’ll do it again.

————————————————————–

Leo: I vow to love you, and no matter what challenges might carry us apart, we will always find a way back to each other.