Posts Tagged ‘Films set in New York City’

Director: Barry Sonnenfeld

Writers: Etan CohenLowell Cunningham (Malibu comic)

Stars: Will SmithTommy Lee Jones and Josh Brolin

Genres: Action | Comedy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for sci-fi action violence, and brief suggestive content

Runtime: 106 min

“They are back… in time”

Sinopsis

Agent J (Will Smith) dan Agent K (Tommy Lee Jones) harus menyelamatkan bumi ketika Boris the Animal (Jemaine Clement) berhasil meloloskan diri dari penjara LunarMax yang berada di bulan. Boris adalah spesies Boglodite terakhir yang hendak balas dendam kepada Agent K yang telah memotong tangannya pada tanggal 16 Juli 1969. Boris berhasil menemui seseorang yang bisa membuat mesin waktu untuk menjelajah kembali ke tahun 1969. Maka sejarahpun berubah ketika Boris tenyata berhasil membunuh Agent K di tahun tersebut. Masa depan bumi juga terancam. Maka Agent J berusaha kembali ke masa lalu untuk memperbaiki sejarah dan menyelamatkan bumi. Bersama Agent K muda (Josh Brolin), Agent J memburu Boris sebelum sejarah benar-benar berubah.

Boris berhasil melarikan diri dari penjara LunarMax

Aksi Agent J

Agent K dan Agent J

Agent J dengan kendaraan canggihnya

Opini

Untuk ukuran film yang disyuting dengan naskah dadakan bahkan belum jadi, film ini cukup berhasil memuaskan penonton. Lelucon cerdas Will Smith masih saja mengocok perut penonton. Sama sekali jauh dari kesan “naskah yang belum siap”. Sekuel ini adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin selalu muncul di dua sekuelnya. Misalnya mengapa Agent K begitu  pendiam dan dingin. Di sekuel ini pula penonton akan dijabarkan mengenai masa lalu Agent J yang cukup mengejutkan di akhir film.

Spesial efeknya cukup seru apalagi ditambah dengan teknologi 3D. Karakter yang dibawakan para tokoh sentral juga masih saja sangat kental dengan karakter di dua sekuel sebelumnya. Satu tokoh yang cukup menarik adalah tokoh Griffin, alien yang mampu melihat masa depan, yang tidak kalah kocaknya juga. Namun satu kekurangan kecil di penokohan ini adalah tokoh Agent K muda yang diperankan Josh Brolin ini gagal menunjukkan bahwa sang tokoh berusia 29 tahun karena Brolin sendiri berusia 45 tahun. Namun dari segi kemiripan wajah, Brolin sangat pantas untuk memerankan Agent K versi muda.

Behind the Scene

Sekuel ketiga ini dikabarkan telah melakukan syuting bahkan sebelum naskahnya selesai. Naskahnya tak juga selesai karena selalu melibatkan banyak penulis dan ada elemen perjalanan antar waktu. Menurut ahli spesial efek Rob Baker, ketika akan syuting penulis juga berada di studio untuk menulis naskah dan hanya dalam hitungan menit, kata-kata yang dituliskan penulis akan diucapkan aktornya. Beberapa adegan juga di syut secara dadakan.

Rencana pembuatan sekual ini sudah tersusun sejak tahun 2009 dengan memasukkan ide tentang perjalanan antar waktu. Namun sampai bulan Maret 2010 Will Smith belum bisa memutuskan untuk bisa kembali bergabung dalam proyek ketiga ini meskipun Tommy Lee Jones sudah setuju. Smith akhirnya mau bergabung dan syuting dilaksanakan mulai dari November 2010 sampai Mei 2011.

Kursi sutradara masih diisi oleh sineas yang membuat dua sekuel sebelumnya yaitu Barry Sonnenfeld. Harapannya adalah meskipun syuting tanpa naskah, setidaknya Sonnenfeld masih memiliki mood dan feel dari dua film sebelumnya. Tak kalah pentingnya juga Sonnenfeld sudah akrab dengan dua aktor sentral Smith dan Jones. Sedangkan kursi produser masih ditempati oleh Steven Spielberg.

Sutradara Barry Sonnenfeld

produser Steven Spielberg

Persiapan kostum

Persiapan kostum

Persiapan sang aktor

Persiapan kostum

Foto bersama sebelum syuting

Did You Know?

Michael Bay pernah tertarik untuk menyutradarai film ini.

Sacha Baron Cohen pernah menjadi kandidat untuk memerankan tokoh Boris.

Ini adalah film Will Smith dalam 3,5 tahun terakhir sejak dirilisnya film “Seven Pounds” bulan Desember tahun 2008 silam sekaligus waktu terlamanya dia menghilang dari layar lebar sejak karirnya di tahun 1993.

“Men in Black II” dirilis di tahun yang sama dengan film “Spider Man”. Sekuel kali ini, “Men in Black III”, dirilis di tahun yang sama dengan “The Amazing Spider Man”

Favourite Quotes

*Agent K: Don’t ask questions you don’t want to know the answer to.

*Griffin: The bitterest truth is better than the sweetest lie.

*Agent K: Do you know what is the most destructive power in the universe?
Agent J: Sugar?

*Griffin: A miracle is something that seems impossible but happens anyway.

Director: Andrew Stanton

Writers: Andrew Stanton (screenplay), Mark Andrews(screenplay), Michael Chabon (screenplay), Edgar Rice Burroughs (story “A Princess of Mars”)

Stars:  Taylor KitschLynn Collins and Willem Dafoe

Genres: Action | Adventure | Fantasy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of violence and action

Runtime: 132 min

Lost in Our World. Found in Another.

Sinopsis

John Carter (Taylor Kitsch) adalah seorang kapten yang berasal dari virginia. Saat itu dia hidup dalam suasana perang saudara. Usai perang dia dipindahkan ke Arizona dan menjadi pencari emas di sana. Namun dia mendapat tentangan dari penduduk setempat. Salah satunya Kolonel Powell (Bryan Cranston) yang menekannya untuk ikut melawan suku Apache. Carter menolaknya. Maka usaha-usaha pelarian dari kolonel Powell pun sering dilakukan tapi tidak pernah berhasil.

Suatu hari Carter bisa meloloskan diri dari kurungan Powell. Ditengah kejar-kejaran itu, mereka bertemu dengan suku Apache yang justru membalik situasi sehingga Powell dan Carter kini menjadi buruannya. Mereka bersembunyi dari suku Apache di sebuah gua keramat. Di situlah Carter secara tiba-tiba bisa berpindah ke Mars.

Pada awalnya Carter tidak menyadari bahwa dirinya berada di Mars. Yang menjadi pertanyaan hanyalah mengapa dia memiliki kemampuan meloncat yang jauh lebih tinggi dari biasanya dan banyak mahluk-mahluk aneh yang ditemuinya. Carter berjumpa dengan suku Tharks yang terkesan dengan kemampuan super Carter. Karena adanya perbedaan gravitasi yang jauh lebih ringan dripada  di bumi, Carter mampu bergerak lebih lincah danbisa melompat lebih jauh. Di planet itu Carter terjebak dalam petempuran yang telah terjadi ratusan tahun antara negri Helium dan Zodanga. Dalam pertempuran itu Carter menyelamatkan  puteri Helium, Dejah Thoris (Lynn Collins) yang sedang betarung dengan Sab Than (Dominic West), pimpinan Zodanga. Sab Than sendiri diperalat oleh bangsa Thern yang dipimpin oleh Matai Shang (Mark Strong) yang memiliki misi memecah belah dan membuat kehancuran di Mars.

John Carter di antara suku Tharks

John Carter bersama Dejah Thoris

Carter bersama Dejah Thoris dan anak Tarkas (pimpinan suku Tharks), Sola (Samantha Morton) menjalani petualangan dengan konflik-konflik berbagai pihak di planet itu.

Carter melawan monster

Opini

Film ini mendapatkan tantangan terbesar yang dihadapi Disney. Pasalnya, unsur-unsur tema dan plot dalam John Carter sudah begitu sering digunakan di berbagai film seperti Star Wars hingga Avatar. Untuk itu, para sineas John Carter harus bisa menyajikan sesuatu yang lebih hingga para audiensnya tahu bahwa John Cater-lah tokoh pioner dengan segala unsur-unsur dalam plot nya. Tokoh inilah yang bisa menginspirasi kisah petualangan luar angkasa di waktu-waktu setelahnya hingga saat ini.

Namun harapan ini tidak terealisasi sepenuhnya karena nyatanya hasilnya juga biasa-biasa saja. Dari segi cerita yang cukup kompleks itu, alurnya berkesan terlalu cepat. Penggambaran mahluk Mars-nya kurang variatif jika dibanding dengan alien-alien yang ada di Star Wars. Kisah petualangan bernuansa koboi western ini juga masih kalah jika dibanding dengan Indiana Jones. Aksi-aksinya terlalu banyak dibalut dengan spesial efek.

Tapi dari segi cerita, kompleksitasnya lumayan menarik. Twist-nya tetap ada meskipun tidak begitu dominan. Mungkin pujian ini agaknya semu karena sudah tentu segala kebaikan di sisi ceritanya tak lain karena adaptasi dari novelnya yang memang sudah laris.

Behind The Scene

Disney rupanya berambisi dalam menghidupkan kisah John Carter. Maka setelah tahun 2007 mereka mendapatkan hak ciptanya, Andrew Stanton ditunjuk sebagai sutradara dan Mark Andrews sebagai penulisnya.

Sutradara Andrew Stanton

“So much has been deived from this book over 100 years that my first dilemma was, “How the hell do you make this and not look like you’re being derivative yourself?” (Andrew Stanton)

Setelah menyelesaikan proyek Wall-E, sutradara Andrew Stanton secara praktis ‘dipinjamkan’ kepada Disney oelh Pixar untuk mendalangi proyek John Carter ini. Kata Jim Morris, General Manager  dari Pixar, ”It’s not a Pixar film, it’s not an animated film, it’s not a G or PG rated film-probably a PG-13. There are battles and dismembements and things such as that: things not suitable for small children.”

Untuk pengambilan gambar sesi motion capture-nya, para pemain yang memerankan karakter suku Tharks harus mengenakan setelan berwarna abu-abu dan beraksi di set lokasi yang memiliki suhu sampai 100 derajat celcius.

Stanton sedang mengarahkan sang aktor

Suasana syuting di studio

Suasana syuting di studio

Film ini diangkat dari tokoh novel karya Edgar Rice Burroughs. Total ada 11 volume yang peilisan volume pertamanya di tahun 1917 hingga kisah terakhirnya dirilis pada tahun 1964. Filmnya sendiri disetting untuk berformat trilogi dimana seri pertama ini hanya akan mengangkat kisah novel pertamanya yang berjudul A Princess of Mars.

Edgar Rice Burrough

Novel A Princess of Mars

Novel A Princess of Mars ditulis sejak tahun 1991 ketika Burroughs berumur 35 tahun. Publikasi pertamanya justru menggunakan judul Under the Moons of Mars. Burroughs sendiri merasa pesimis ketika membuat novel ini namun kecemasannya tidak beralasan karena novel begenre aksi fantasi ini menjadi pionir tema kisah petualangan antariksa yang populer hingga berpuluh-puluh tahun berikutnya sampai sekarang.

Did You Know?

Sebelum tokoh John Carter jatuh ke tangan Taylor Kitsch, akto Jon Hamm dan Josh Duhamel juga pernah dicalonkan juga.

Taylor Kitsch mengaku menderita masalah hati ketika menjalani diet ketat dan latihan fisik hingga berat badannya berkurang 30 pon.

Film ini dirilis tepat seratus tahun sejak kemunculan pertama kali cerita john Carter yang ditulis oleh Edgar Rice Burroughs pada tahun 1912.

Buku John Carter ditulis di Utah. Film ini juga sebagian besa disyuting di Utah.

Salah satu tato Dejah di tangan kanannya bergambar kepala Mickey Mouse.

Film ini adalah film fomat live action ketiga yang memiliki rating PG-13 setelah Pirates of Caribean: The Cuse of the Black Pearl dan Prince of Pesia: The Sands of Time.

Kisah ini sempat menjalani proses pra produksi sejak tahun 1931. Ini membuatnya menjadi proyek film dengan status development hell (nasib pembuatan yang tidak menentu) paling lama. Ketika itu Robert Clampett sudah melobi novelis Edgar Rice Burroughs untuk mengangkat buku A Princess of Mars menjadi film animasi. Sayang proyek tesebut berhenti di tengah jalan. Seandainya saja bisa bejalan dengan mulus, bisa jadi John Carter akan menjadi film animasi layar lebar pertama di Amerika mengalahkan Snow White and the Seven Dwarfs (1937).

Planet Mars disebut sebagai Barsoom oleh penghuninya. Kata ini berasal dari kata soom (planet: dalam bahasa mahluk Mars) dan bar (artinya: delapan, karena Mars diceritakan berada di posisi kedelapan tata surya setelah matahari, Merkurius, Venus, Bumi beserta sateli-satelit yang berada di antara bumi dan Mars)

Favorite Quotes

–Tars Takas: When I saw you, I believed it was a sign… that something new can come into this world.

–Tars Tarkas: (to john) You are ugly, but you are beautiful. And you fight like a Thark!

–Matai Shang: we do not cause the destruction of a waorld, Captain Carter. We simply manafe it. Feed off it, if you like.

Director:  Joss Whedon

Writers: Joss Whedon (screenplay), Zak Penn (story), Stan Lee (comic book), Jack Kirby (comic book)

Stars: Robert Downey Jr.Chris Evans and Scarlett Johansson

Genres: Action | Adventure | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of sci-fi violence and action throughout, and a mild drug reference

Runtime: 143 min

“Every team needs a Captain”

Sinopsis

Bumi kembali menerima ujian berat ketika Loki (Tom Hiddleston), dewa yang merupakan saudara dan juga musuh bebuyutan Thor (Chris Hemsworth). Loki mengincar sumber kekuatan yang baru ditemukan di bumi yang disebut Tesseract. Dengan Tesseract, Loki ingin menguasai bumi.

Loki

Nick Fury (Samuel L. Jackson), seorang kepala organisasi penjaga perdamaian internasional (S.H.I.E.L.D) berupaya untuk mengumpulkan seluruh supe hero yang ada di bumi untuk menghentikan Loki sekaligus merebut kembali Tesseract yang sudah telanjur dikuasai Loki. Untuk membentuk kelompok beranggotakan manusia super ikonik seperti Iron Man (Robert Downey Jr.), Captain America (Chris Evans), Thor (Chris Hemsworth), Black Widow (Scarlett Johansson), Hulk (Mark Ruffalo), Nick Fury melakukan berbagai upaya untuk membujuk mereka untuk ikut bergabung.

Ternyata banyak kendala untuk menyatukan mereka terlebih masing-masing memiliki ego yang besar. Terutama Captain America dengan latar belakang sebagai seorang prajurit perang yang terbiasa dengan koordinasi dan perencanaan, sering terjadi perselisihan dengan Iron Man yang terbiasa bekerja sendiri dan beraksi secara spontan. Belum lagi dengan adanya masalah-masalah masa lalu dari tiap karakter dan juga misi tersembunyi S.H.I.E.L.D di balik penggabungan para pasukan super itu.

Di saat mereka menghadapi masalah dengan kekompakan, waktu tidak lagi tersisa banyak ketika Loki mulai membuka gerbang untuk memasukkan banyak monster dari dunia lain untuk menghancurkan bumi.

Black Widow

Thor dan Captain America

Hawkeye dan Hulk

Tim The Avengers

Opini

Kolaborasi deretan superheo exravanganza ini nampaknya sangat menyita perhatian para kalangan pecinta film. Bisa jadi inilah proyek terbesar dan film yang begitu banyak dinantikan di tahun 2012. Penonton memang telah dijanjikan film ini sejak film Captain America dirilis dengan disisipkannya teaser trailer perdana The Avenger di penghujung durasi filmnya. Sejak saat itulah para fans superhero Marvel  ini memulai penantiannya.

Deretan aktor pemeran superhero ini masih sama kecuali tokoh Bruce Banner (Hulk) yang tadinya diperankan oleh Edward Norton, diperankan oleh Mark Rufallo. Hal ini bukanlah suatu hal yang mampu mengurangi antusiasme publik karena sosok yang lebih dominan dan dielu-elukan adalah sosok Hulk ketimbang Bruce Bannernya. Fakta bahwa tokoh-tokoh besar itu masih dimainkan oleh pemeran aslinya, yang masing-masing sudah sukses dalam kiprah ‘solo’ mereka, akan membuat para pecinta ikon-ikon tersebut semakin merasa layak untuk menunggu film ini.

Meskipun film ini adalah kolaborasi dari seabrek tokoh ikonik, Joss Whedon sebagai seorang sutradara nampaknya mampu menempatkan masing-masing ikon itu dengan proporsi yang pas. Masing-masing memiliki karakter dan kisah yang dituturkan dengan proporsi yang sama sehingga tidak ada kesan dominasi dari salah satu tokohnya. Bahkan tokoh ikonik baru Natasha Romanoff (Black Widow) mendapatkan alur kisah yang cukup untuk menceritakan identitas dan latar belakang kehidupannya.

Untuk sajian spesial efeknya sudah tidak pelu diragukan lagi. Efeknya juga extravaganza. Pesta porak poranda di tengah kota cukup memanjakan para penonton yang sangat suka dengan ledakan-ledakan dahsyat.

Selain aksi yang luar biasa, film ini memasukkan banyak sekali lelucon-lelucon cerdas khas Tony Stark dan dialog-dialog dari tokoh lain.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Joss Whedon yang memang dikenal sebagai fans komik The Avengers.

Sutradara Joss Whedon

“Ultimately these people don’t belong together and the whole movie is about finding yourself from community. It will be the heart of the film” (Joss Whedon)

“It goes back to the very first incarnation of The Avengers, it goes to the Ultimates, it goes to everything about it. It makes no sense, it’s ridiculous. There’s a thunder god. There’s a green “id” giant rage monster, there’s Captain America from 40s. There’s Tony Stark who definetely doesn’t get along with anybody.” (Joss Whedon)

Proses pembuatan filmnya dimulai pada bulan April 2011 dengan lokasi syuting di Albuquerque, New Mexico. Kemudian bulan Agustus beralih ke Cleveland, Ohio dan terakhir pada bulan September 2011 di New York City hingga rangkaian kegiatannya selesai.

Spesial efek yang spektakuler di film ini merupakan gabungan dari perusahaan-peusahaan yang memang sudah pernah menangani proyek film Marvel sebelumnya, yaitu: Fuel VFX (Iron Man 2, Thor, Captain America: The First Avenger), Industrial Light and Magic (Iron Man, Iron Man 2), Legacy Effects (Iron Man 2, Thor), Luma Pictures (Thor, Captain America:The First Avenger), The Third Floor (Thor) dan Weta Digital.

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Suasana santai disela-sela syuting

Joss Whedon mengarahkan aktor Mark Ruffalo

Para bintang The Avengers dan sutradara

Did You Know?

The Avengers merupakan film superhero Marvel pertama yang hak distribusinya dipegang Walt Disney Picture.

Pada awalnya, Edwars Norton direncanakan untuk kembali memerankan tokoh Bruce Banner, namun negosiasi dengan sang aktor tidak berhasil. Aktor Joaquin Phoenix juga sempat dirumorkan untuk mengambil peran ini. Namun pilihan akhirnya dijatuhkan pada Mark Ruffalo.

Untuk pertama kalinya sosok hulk dipeankan oleh aktornya, Mark Ruffalo dengan teknik virtual-camera motion-picture. Sebelumnya sosok hulk diperankan oleh aktor yang berbeda dengan tokoh Bruce Banner (Bill Bixby sebagai bruce Banner dan Lou Ferrigno sebagai Hulk) atau disisipkan menggunakan CGI.

Untuk mempertahankan fisik yang sesuai dengan peran Thor, Chris Hemsworth sampai meningkatkan diet ketat.

Di film ini, karakter Tony Stark tampak mengenakan kaos berlabel Black Sabbath. Grup musik cadas ini memang pernah memyanyikan Iron Man  untuk soundtrack  film Iron Man (2008).

Favorite Quotes

Nick Fury: There was an idea to bring together a group of remarkable people, so when weneeded them, they could fight the battle that we never could..

Loki: In the end, it will be every man for himself…

Nick Fury: The world has changed…
Steve Rogers: At this point I doubt anything would surprise me.

Buce Banner: We’re not a team. We’re time-bomb!

Steve Rogers: Stark, we need a plan of attack!
Tony Stark: I have a plan: attack!