Archive for the ‘Review Buku’ Category

Detektif Conan Vol. 67Detektif Conan Vol. 67 by Gosho Aoyama

My rating: 4 of 5 stars

detail info:
Paperback, 184 pages
Published May 23rd 2012 by PT Elex Media Komputindo (first published February 18th 2010)
ISBN13: 9786020025483
edition language: Indonesian
original title: 名探偵コナン 67 (Detective Conan #67)

Menyambung kisah di seri sebelumnya, di seri ini Conan memecahkan misteri pembunuhan seorang wanita yang memakai kostum Goth Lili. Atribut dan tren pesta kostum itulah yang digunakan si pembunuh untuk membuat alibinya.

Kisah kedua adalah kisah yang pendek. Melibatkan para detective boys. Kisahnya dimulai ketika mereka bertemu dengan pria pejalan kaki berusia 62 tahun yang begitu bersemangat menunggu hari esok. Pria itu memiliki banyak sekali agenda yang harus dikerjakan esok hari. Namun dibalik itu, ada rahasia yang ditutupinya. Conan harus memecahkan rahasia itu karena menyangkut nyawa seseorang.

Detective Boys

Kisah ketiga adalah kisah utama dan tepanjang di seri ini. Komplotan Jubah Hitam dihadirkan kembali karena mendengar rumor ada orang yang mirip Suichi Akai masih hidup. Organisasi Jubah Hitam melakukan pengintaian di sebuah pusat perbelanjaan. Mereka meyakini Suichi Akai ada di situ. Di saat yang bersamaan, Conan, detektif Mouri dan Ran terlibat kasus ancaman bom di tempat itu.

Suichi Akai

komplotan jubah hitam

Tak lengkap jika seri Detektif Conan tidak menghadirkan kisah romantis. Seri ini akan ditutup dengan kisah cinta bu Kobayashi dan Shiratori. Saat itu bu Kobayashi juga sedang menjadi saksi terhadap pembunuhan seorang perempuan. Bagaimana akhir dari kisah itu? nampaknya kita harus menunggu kelanjutannya di seri 68.

Shiratori

Kobayashi

View all my reviews

Iklan

Cemburu itu Peluru by  Andy Tantono, Erdian Aji, Novita Poerwanto, Oddie Frente, Kika Dhersy Putri

My rating: 4 of 5 stars

detail info:

Paperback, 160 pages
Published March 2011 by Gramedia Pustaka Utama
ISBN13: 9789792268683
edition language: Indonesian

Sinopsis

Berawal dari gagasan 140 karakter di Twitter, 5 orang (Erdian Aji, Novita Poerwanto, Kika Dhersy Putri, Andy Tantono, dan Oddie Frente) yang berbeda latar belakang mengembangkannya menjadi cerita superpendek yang disebut fiksimini. Dengan batasan tema cinta dan cemburu (sesuai judulnya: Cemburu Itu Peluru, yang diambil dari salah satu judul fiksimini dalam buku ini), kelimanya menyajikan kisah-kisah mini yang memiliki perspektif cukup luas seluas arti cinta itu sendiri.

Bahkan dengan sebuah cerita superpendek itu, mereka mampu mengembangkannya lebih jauh menjadi film pendek yang tentunya disertakan juga di buku ini dalam bentuk DVD. Maka dengan disatukannya minat kelima penulis yang berbeda latar belakang itu dalam sebuah komunitas @fiksimini hingga menjadi sebuah buku, terciptalah sebuah bentuk sastra modern yang terdiri dari 97 cerita superpendek dan 1 DVD yang berisi 9 film pendek yang cukup menarik.

Endorsement

“Kata demi kata yang terangkai (dalam fiksimini) menjadi kumpulan cerita superpendek dijamin bikin anda senyum-senyum sendiri atau malah bergidik ngeri. Beberapa bahkan menyisakan tanda tanya dan rasa penasaran sepanjang hari. Singkat, namun membekas.” (Femina)

“Fiksimini di Twitter memang menyusupkan kesegaran di tengah dunia sastra Indonesia yang nyaris kehilangan gagasan.” (Kompas)

 

Opini

Bukan pertamakalinya status Twitter dibukukan. Mari kita lihat lagi T[w]ittit! (Djenar Maesa Ayu) dan Kicau Kacau (Reza Herlambang). Keduanya juga merupakan kumpulan cerita pengembangan dari status 140 karakter itu. Namun di buku ini, saya melihat perbedaan yang sangat kontras dengan kedua buku di atas, yaitu format pengembangan ceritanya tidak berupa cerpen melainkan fiksimini (flash fiction).

Fiksimini adalah cerita yang superpendek dan lebih pendek dari cerpen. Jika dikemas dengan bagus, maka kisah-kisah fiksimini akan menimbulkan kesan yang sangat kuat karena jika cerita itu memiliki kejutan di akhir cerita, kejutan itu datang dengan begitu cepat sebelum pembaca bisa menebaknya. Inilah menarikanya buku ini, karena cerita-cerita di dalamanya bisa membuat kita mendadak terkejut, tersenyum, sedih, merenung bahkan bertanya-tanya.

Kelima penulis dengan latar belakang yang berbeda itu mengembangkan 140 karakter itu menjadi fiksimini dengan ciri khasnya masing-masing. Saya paling menyukai karya-karya Oddie Frente yang sebagian besar fiksimininya cukup mnearik dengan ending yang mengejutkan. Judul yang paling saya suka dari masing-masing penulis adalah: Istriku si Mesin Tanya (Oddie Frente), Susi yang tak Susi (Kika Dhersy Putri), Di Doa Ibuku (Andy Tantono), Dim Sum Bersama Suamiku (Novita Poerwanto), Rindu di Oktober (Erdian Aji).

Buku ini dilengkapi dengan DVD yang berisi 9 film pendek. Diantara film-film itu adalah visualisasi dari ceita di bukunya. Sehingga akan lebih memperjelas kisah-kisah yang masih membingungkan dan ambiguitas yang abu-abu. Filmnya sendiri dibuat dengan sangat sederhana. Dan rasa-rasanya kualitas dari filmnya sendiri tidak sama antara yang satu dengan yang lain. Terkesan tidak rapi jika dilihat secara keseluruhan. Akan sangat bagus jika filmnya dibikin lebih rapi dan lebih berkualitas.

Secara keseluruhan, inilah bentuk sastra modern yang paling saya suka. Begitu singkat dan sangat kuat.

Favorite Quotes

“Memori. Kubuang semua yang telah usang membusuk. Aku malu terbaca oleh Tuhan saat mati.” (hal. 47)

“Jangan tanya apa saja yang kuingat. Coba ingat apa saja yang kau rasa.” (hal. 119)

“Satu kalimat sederhana yang tidak sederhana. Kamu luar biasa!” (Hal. 142)

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html

Supernova: Partikel by Dee

My rating: 4 of 5 stars

detail info:

Paperback, 508 pages
Published April 13th 2012 by Bentang Pustaka (first published April 1st 2012)
ISBN13: 9786028811743
edition language: Indonesian
original title: Supernova: Partikel (Supernova #4)

Sinopsis

Zarah adalah anak dari seorang dosen sekaligus ahli mikologi bernama Firas. Karena idealisme sang ayah, Zarah tidak bersekolah di sekolahan konvensional sebagaimana anak-anak lain. Firas mendidiknya dengan caranya sendiri dan tentu saja keputusan yang diambil Firas mendapat pertentangan dari anggota keluarga yang lain.

Dari metode yang diajarkan ayahnya, Zarah menjadi anak yang cerdas. Namun satu hal yag tidak diajarkanayahnya adalah pendidikan agama. Ayahnya sendiri terobsesi dengan jamur. Dari situlah ayahnya memperoleh rahasia alam yang tidak mudah dipahami bahkan oleh anggota keluarganya sendiri yang menganggapnya sudah sinting. Ayahnya menjadi semakin aneh ketika dia kedapatan sering mengunjungi tempat angker yang ditakuti warga kampung. Disusul kemudian tragedi-tragedi yang menimpa keluarganya yang semakin membuat ayahnya dianggap sebagai biang keladi segala kutukan itu. Hingga puncaknya, ayahnya pun menghilang.

Pencarian Zarah terhadap ayahnya membuat Zarah dibawa nasib berkeliling dunia. Berawal dari jurnal peninggalan ayahnya, Zarah tahu ada suatu misteri besar yang diketahui ayahnya demikian juga harapannya yang bertumbuh bahwa ayahnya bisa saja masih hidup. Sebuah kiriman kamera dari orang tak dikenal adalah tiketnya untuk mengembara. Awalnya hanya karena fotonya mendapatkan juara yang hadiahnya berupa wisata gratis ke konservasi orangutan Tanjung Puting. Bakat fotografi dan nalurinya justru membuatnya betah tinggal di sana dan mengabaikan jadwal kepulangannya ketika agenda wisata gratis itu sudah habis. Hingga talentanya itu kembali mengantarkannya lagi untuk menjelajah lebih jauh, mulai dari London, Kenya dan Bolivia. Zarah merasa bahwa petualangan itu akan membawanya kepada jawaban mengenai ayahnya. Hingga akhirnya tibalah di Glastonbury dan dia bertemu dengan seseorang yang menjadi kunci yang bisa membantu menemukan ayahnya.

Terlepas dari kisah Zarah, di Keping terakhir, akan diceritakan pertemuan Elektra dan Bodhi yang akan mengikat simpul kecil misteri kisah mereka.

Did You Know?

Dee (Dewi Lestari)

Seri Supernova berikutnya dikabarkan akan berjudul Gelombang dan Intelegensi Embun Pagi.

Jika anda bertanya-tanya kenapa seri ke-4 ini berjarak 8 tahun dari seri sebelumnya, maka jawabannya ada di bagian akhir buku ini. Dee menjelaskan kenapa dirinya begitu lama menyusun seri Partikel ini.

Logo cover depan adalah simbol “bumi”.

Opini

Opini yang sudah bisa ditebak bagi pecinta seri Supernova ini pastilah: kita terlalu lama menunggu seri ini keluar sampai-sampai cerita seri-seri sebelumnya sudah terlupakan. Tapi setelah kita baca, nampaknya hal itu bisa dimaklumi karena data-data yang disajikan di kisah ini begitu kompleks dan pastinya memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendalami segala sesuatunya.

Seri ini kembali menghadirkan kisah manusia dengan pengalaman ajaib. Tokoh sentral itu bernama Zarah. Pengalamannya adalah pengalaman spiritual, gaib dan selalu berurusan dengan rahasia semesta tanpa ada unsur religi sama sekali karena dia sama sekali tidak mendapatkan pendidikan itu sejak kecil. Dee menjadikan tema yang oleh beberapa orang masuk ranah klenik dan perdukunan ini menjadi seolah bagian dari kehidupan nyata. Secara garis besar, kesemuanya akan berujung pada pesan agar manusia lebih menghormati bumi. Namun bagi orang yang tidak suka hal-hal spritual, gaib dan perdukunan, bisa jadi tidak akan suka dengan kisah ini. Terlebih lagi tokoh utamanya yang sangat jauh dari sentuhan agama membuat kisah ini cenderung panteisme (menyembah alam).

Beberapa fenomena alam termasuk eksistensi mahluk luar angkasa dan aktivitasnya di bumi disajikan sebagai unsur yang dominan. Namun bagi orang yang mengharapakan adanya penjelasan empiris dan logis, bisa jadi mereka kecewa karena tidak menemukannya sampai akhir kisah ini. Dari awal plotnya memang diarahkan ke suasana spiritual, jadi Dee tidak akan memasukkan logika Dimas dan Reuben di situ. Sudah bisa diduga juga, mereka tidak hadir di seri ini.

Setiap menyelesaikan seri-seri Supenova saya selalu bertanya-tanya, dimanakah mereka semua akan dipertemukan. Selalu saja ada tokoh baru dengan permasalahan baru yang selalu saja meninggalkan teka-teki besar di akhir cerita. Meskipun beberapa kisah kecil mulai terhubung satu sama lain, halk itu tidak sebanding dengan teka-teki baru yang lebih besar. Misalnya, satu orang menghilang dan belum ditemukan (Diva), sekarang harus dihadapkan pada orang hilang lainnya (ayah Zarah).
Semoga saja seri berikutnya tidak perlu menunggu lama untuk terbit melanjutkan kisahnya.

Favorite Quotes

“…manusia telahir ke dunia dibungkus rasa percaya. Tak ada yang lebih tahu kita ketimbang plasenta. Tak ada rumah yang lebih aman daripada rahim ibu. Namun, di detik pertama kita meluncur ke luar, perjudian hidup dimulai. Taruhanmu adalah rasa percaya yang kau lego satu per satu demi sesuatu bernama cinta.” (hal. 8)

“Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu.” (hal. 69)

“Kita, manusia, adalah virus terjahat yang pernah ada di muka bumi. Suatu saat nanti, orang-orang akan berusaha mayakinkanmu bahwa manusia adalah bukti kesuksesan evolusi. Ingat baik-baik, Zarah. Mereka salah besar. Kita adalah kutukan bagi bumi ini. Bukan karena manusia pada dasarnya jahat, melainkan karena hampir semua manusia hidup dalam mimpi. Mereka pikir mereka terjaga, padahal tidak. Manusia adalah spesies yang paling berbahaya karena ketidaksadaran mereka.” (hal.71)

“…alamlah yang punya kekuatan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Dengan atau tanpa kita.” (hal. 190)

“Manusia berbagi 63% kesamaan gen dengan potozoa, 66% kesamaan gen dengan jagung, 75% dengan cacing. Dengan sesama kera-kera besar, perbedaan kita tidak lebih dari tiga persen. Kita berbagi 97% gen yang sama dengan orang utan. Namun, sisa tiga persen itu telah menjadikan pemusnah spesiesnya. Manusia menjadi predator nomor satu di planet ini karena segelintir saja gen berbeda.” (hal. 227)

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html

Supernova #3 : Petir by Dee

My rating: 4 of 5 stars

Detail Info:

Paperback, 286 pages
Published April 2012 by Bentang Pustaka (first published 2004)
ISBN13: 9786028811736
edition language: Indonesian
original title: Supernova: Petir

Sinopsis

Buku ini terdiri dari tiga Keping yang merupakan kepingan lanjutan dari dua seri sebelumnya. Keping 37 akan menghadirkan kembali tokoh Dimas-Reuben yang keduanya akan berurusan dengan kiriman e-mail Gio yang mengatakan bahwa Gio sedang melakukan pencarian terhadap Diva yang menghilang.

Keping 38 adalah inti cerita keseluruhan dari buku ini. Menceritakan tentang kehidupan Elektra, seorang Cina yang dipaksa bertahan hidup dengan sisa-sisa peninggalan Ayah yang telah meninggal. Elektra hidup sendiri setelah kakaknya, Watti, memutuskan tinggal bersama suaminya di Freeport.

Elektra yang memiliki kebiasaan malas-malasan dan kerjaannya hanya tidur siang jelas tidak siap menghadapi hidupnya yang menuntut untuk mandiri. Sarjananya sudah lama didapat, tapi dia tidak memiliki ketrampilan bekerja. Beberapa peluang pekerjaan dicobanya. Dari bisnis MLM hingga memenuhi panggilan kerja untuk menjadi asisten dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Gain Nasional yang belakangan baru diketahui bahwa surat panggilan itu ternyata hanyalah kerjaan orang iseng. Namun justru karena surat itulah Elektra akan menemukan gerbang metamorfosis dirinya. Untuk melengkapi syarat-syarat penggilan kerja itu, Elektra membeli perlengkapan klenik di sebuah warung yang memang dikhususkan menjual perlengkapan perdukunan macam itu. Di situlah akhirnya Elektra mengenal sosok Ibu Sati yang merupakan pemilik dari warung tersebut. Ibu Sati dijadikannya sebagai guru spiritual yang nantinya akan menginspirasi bisnis usaha Elektra sekaligus seseorang yang mampu menggali bakat ajaib Elektra yang berhubungan dengan listrik yang ada di tubuhnya.

Usaha Elektra menjadi berkembang pesat karena bantuan entrepreneur muda bernama Toni alias Mpret. Belakangan Toni akan menjadi penghubung antara kisah Elektra dengan Bodhi lewat sepupu Toni yang bernama Bong (tokoh Bong dan Bodhi di kisahkan di seri sebelumnya, Akar). Kisah yang diceritakan di Keping 39 ini akan menjadi sebuah awal untuk menjembatani kisah di seri berikutnya.

Opini

Buku ini masih mempertahankan konsep bab-babnya dalam bentuk “Keping” yang angkanya masih saja bersambung dari seri-seri sebelumnya. Di buku ini kepingan kisahnya akan melewati keping 37, 38 dan 39. Masih mempertahankan formasi 3 Keping, sama seperti seri sebelumnya, Akar.
Berbeda dengan Akar yang menghadirkan petualangan yang mendebarkan dan cukup serius, seri Petir ini justru menghadirkan kisah hidup yang sedikit santai dan bertaburan kekonyolan yang cerdas di beberapa bagian plotnya.

Pada keping awal kita kembali disajikan dengan pasangan homo Dimas dan Reuben yang sempat menghilang di seri Akar. Di sini mereka diceritakan sedang memperingati usia hubungan mereka yang telah berjalan 12 tahun. Nampaknya posisi mereka menjadi simpul yang mengikat di kedua seri sebelumnya setelah di akhir Keping 37 mereka mendapatkan kiriman e-mail dari Gio yang mengatakan bahwa dirinya sedang melakukan pencarian terhadap Diva yang menghilang.

Hubungan antara Dimas-Reuben dan Gio-Diva ini makin misterius saja. Ketika di seri pertama (Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh) kita disajikan sebuah kisah yang seolah kisah Gio-Diva adalah kisah karangan Dimas-Reuben semata. Namun teka-teki ini semakin terangkat ke permukaan saat kita amati bahwa di seri pertama, Dimas-Reuben tidak pernah menyebutkan nama Gio-Diva-Ferre-Rana-Arwin dan tokoh-tokoh di lingkungan kisah hidup mereka untuk tokoh karangannya. Mereka hanya menyebutknya sebagai: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Mungkinkah kisah yang paralel ini ternyata benar-benar berjalan beriringan yang jika dipikir-pikir, mungkin saja kisah Gio-Diva-Ferre-Rana-Arwin ini hanya kebetulan saja sama dengan kisah Ksatria-Putri-Bintang Jatuh karangan Dimas-Reuben. Kecerdasan Dee sebagai penulis saja yang menempatkannya seolah kedua kehidupan itu adalah realitas bertingkat antara dua orang penulis homo dan kehidupan tokoh yang ditulisnya. Padahal sebenarnya ada kehidupan yang lain yang sama-sama nyata dan kebetulan kisah hidupnya sama dengan kisah hidup tokoh karangan mereka. Inilah yang masih menjadi teka-teki dan nampaknya masih perlu beberapa seri lanjutan untuk menghubungkan teka-teki itu.

Seri Petir ini menghadirkan sebuah kehidupan tokoh baru bernama Elektra. Dengan segala kemampuan dan metamorfosis kehidupannya yang ajaib, tokoh ini akan dipertemukan dengan tokoh Bodhi di seri Akar. Lantas apa hubungan antara Dimas-Reuben dan Gio-Diva dengan Elektra-Bodhi? Ini yang masih teka-teki.

Favorite Quotes

“…kursi itu berguncang hebat pada akhirnya. Ternyata hidup tidak membiarkan satu orang pun lolos untuk Cuma jadi penonton. Semua harus mencicipi ombak.” (hal 33)

“Air bisa menjawab dirinya ‘air sungai’ atau ‘air laut’. Tapi, kalau ia memilih menjawab ‘air’ saja, itu juga tidak salah, kan?” (hal 112)

“Percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Membiarkan hidup dengan caranya sendiri menggiring kita menuju sebuah jawaban.” (hal 229)

“…bahwa akan tiba saatnya orang berhenti menilaimu dari wujud fisik, melainkan dari apa yang kamu lakukan.” (hal 248)

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html

Supernova: Akar by Dee

My rating: 4 of 5 stars

detail info:

Paperback, 202 pages
Published 2012 by Penerbit Bentang (first published 2002by Truedee Books )
ISBN: 9799625726
edition language: Indonesian
original title: Supernova: Akar
series: Supernova #2

Sinopsis

Novel ini terdiri dari 3 keping (bab) Keping pertama adalah jembatan antara buku pertama: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh dan buku kedua ini. Di sini kisah Gio akan berlanjut. Tapi kisahnya tidak begitu menyenangkan karena mendapatkan kabar bahwa Diva menghilang dalam sebuah ekspedisi sungai di pedalaman Amazon. Keping 34 yang merupakan awal dari novel “Akar” ini cukup singkat dan berakhir di keputusan Gio untuk mencari Diva.

Keping 35 adalah inti dari novel ini karena disinilah “Akar” itu akan diceritakan dengan proporsi paling banyak. Keping ini menceritakan tentang seseorang yang bernama Bodhi yang mempunyai kisah masa lalu yang sangat unik dan ajaib. Bodhi pada awalnya tinggal di wihara dan dibesarkan oleh Guru Liong. Akhirnya nasib menggiringnya untuk berpetualang meningalkan wihara tersebut.

Awal dari penjelajahan Bodhi di awali di Bangkok kemudian ke Laos, kembali lagi ke Bangkok dan akhirnya ke Kamboja dengan petualangan yang makin seru karena Kamboja adalah area konflik para pasukan pemberontak. Dalam petualangannya itu, Bodhi bertemu dengan orang-orang hebat yang mengubah nasibnya. Pelajaran hidup akan selalu didapat dimanapun dia berada. Kadangkala seseorang yang ditemui di suatu tempat akan bertemu lagi di tempat lain dengan suasana yang benar-benar ajaib dan berbeda seolah melengkapi nasib diantara keduanya.

Hingga akhirnya kisah Bodhi di buku ini akan berakhir di Keping 36 yang nampaknya akan menjadi sebuah jembatan kisah yang akan menghubungkan kisah di buku ketiga.

Opini

Di buku ini saya sempat sedikit berharap sajian kisahnya hampir sama dengan buku pertama: Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, yaitu banyak menyajikan aspek filsafat postmodern, psikologi, fisika kuantum dan beberapa tinjauan sains. Namun ternyata buku kedua ini hanya cerita novel yang biasa. Mungkin hanya tokoh Reuben dan Dimas yang cocok dengan pembahasan-pembahasan macam itu sedangkan di buku kedua ini mereka sama sekali tidak ada.

Buku kedua ini masih setia dengan istilah “Keping” untuk menggantikan fungsi dari “Bab”. Di buku ini terdapat tiga keping yang angkanya adalah lanjutan dari buku pertama sehingga di sini tiga keping itu dinomori 34, 35 dan 36.

Cerita di novel ini cukup seru karena Dee nampaknya memahami betul tentang banyak tempat di beberapa negara di Asia sekaligus bahasa-bahasanya. Hal ini enjadikan novel “Akar” ini sedikit bisa menjadi semacam catatan travelling backpacker.

Did You Know?

Supernova seri dua yang berjudul “Akar” ini dirilis pada 16 Oktober 2002. Novel ini sempat mengundang kontroversi karena dianggap melecehkan umat Hindu. Mereka menolak dicantumkannya lambang OMKARA/AUM yang merupakan aksara suci BRAHMAN Tuhan yang Maha Esa dalam HINDU sebagai cover dalam bukunya. Akhirnya disepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada cetakan ke 2 dan seterusnya.

Dewi Lestari (Dee)

Simbol Omkara/Aum

Sampul buku cetakan pertama yang dikritik

Favorite Quotes

“Kita memang tak pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu itu tiba di depan mata.”
“Jangan takut. Jangan menyerah. Hidup ini sebenarnya indah.”
“Art partly completes what nature cannot bring to a finish. Art carries out Nature’s unrealized ends.”
“Life is all about how to control our minds, and how to make use of our limited knowledge.”

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html

Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh by Dee

My rating: 5 of 5 stars

detail info:

 

Paperback, 321 pages
Published 2001 by Truedee Books
ISBN: 979962570X (ISBN13: 9789799625700)
edition language: Indonesian
original title: Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
series: Supernova #1
setting: Indonesia

Sinopsis

Dimas dan Reuben adalah pasangan homo yang berikrar akan membuat sebuah karya tulis yang menjembatani semua percabangan sains dalam waktu sepuluh tahun. Karya tersebut disepakati akan dikemas secara populis dan bernuansa roman sains, romantis sekaligus puitis.

Maka setelah sepuluh tahun, terpenuhilah ikrar tersebut dengan disusunnya sebuah kisah yang menceritakan tentang Kesatria, Putri dan Bintang jatuh. Kisah yang disusun Ruben dan Dimas itu menjadi kisah paralel dengan kisah Reuben dan Dimas sendiri. Kisah tersebut menghadirkan dinamika kisah cinta antara Ferre dengan Rana. Kisah cinta itu dibikin begitu kompleks karena Ferre yang begitu sempurna dan menjadi sosok yang diidolakan banyak wanita justru jatuh cinta pada Rana yang telah memiliki suami. Arwin nama suaminya itu. Masih dalam dunia yang diciptakan Ruben dan Dimas, ada satu tokoh yang dihadirkan memiliki alur kisah sendiri yaitu seorang supermodel yang sekaligus menjadi wanita bayaran berkelas dengan tarif ribuan dolar, akan menjalani kisahnya dan akan menjadi bagian dari kisah cinta Ferre dan Rana. Juga ada satu tokoh misterius yang disebut sebagai Supernova akan menghadirkan twist yang unik mengenai hubungan yang nyata antara dimmensi kehidupan Reuben dan DImas sebagai si penulis dan dunia kisah yang ditulisnya.

Opini

Ini adalah novel yang sangat brilian. Dengan menggabungkan antara sains, filsafat, psikologi dan sedikit biologi dengan suatu kehidupan roman kisah cinta yang kompleks Dee telah menyajikan suatu penjelasan empiris tentang bagaimana pola pikir manusia ketika menghadapi kompleksnya perasaan cinta. Lewat tokoh Reuben dan Dimas, kisah cinta yang mereka tulis akan dikupas juga secara berbagai sudut pandang keilmuan. Inilah yang menjadikan novel cinta ini bukan novel yang biasa.

Twist dalam novel ini adalah ketika kita menyadari bahwa ada beberapa realita dan dimensi dalam novel ini. Yaitu Dee sebagai penulis novel menceritakan tentang Dimas dan Reuben yang juga menciptakan tokoh fiktif bertokoh sentral Ferre kemudian oleh Dee, Dimas dan Reuben dibuat sadar jika mereka ternyata adalah dalang tempelan yang secara sengaja dibuat untuk menuliskan sebuah cerita yang lain. Sedangkan cerita yang lain itu ternyata ada dalam satu dimensi yang sama dengan sang penulis yang menulis cerita. Ini akan sedikit membingungkan. Namun jika pembaca memahami baik-baik, maka akan sama ketika kita menonton film Inception.

Kata-kata asing dan terlihat begitu sulit akan dijelaskan melalui footnote dengn bahasa yang umum. Sehingga orang awampun akan memahami jika mau membaca dengan sedikit bersabar. Inilah karya terbaik Dee yang menghadirkan wawasan yang sangat luas dan permainan psikologis dan twist yang menarik.

Did You Know?

Novel ini dirilis 16 Februari 2001. Novel yang laku 12.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75.000 eksemplar. Bulan Maret 2002, Dee meluncurkan edisi Inggris untuk menembus pasar internasional bekerja sama dengan Harry Aveling sebagai penerjemah ke bahasa Inggris.Supernova pernah masuk nominasi Katulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books. Bersaing bersama para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad, Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril, Dorothea Rosa Herliany karya Kill The Radio, Sutardji Calzoum Bachri karya Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti karya Sampah Bulan Desember.

Dewil Lestari (Dee)

Favorite Quotes

“Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.”

“Kamu benar, Puteri. Perasan itu sudah mengkristal.
Dan akan kusimpan. Selamanya.”

“Hampir semua orang melacurkan waktu, jati diri, pikiran, bahkan jiwanya. Bagaimana kalau ternyata itulah pelacuran yg paling hina?”

“… karena sesungguhnya justru dalam ketidakpastiaan manusia dapat berjaya, menggunakan potensinya untuk berkreasi”

“Kau hadir dalam ketiadaan,
Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tiada pasti,
Namun aku selalu disini,
Menantimu..
Entah mengapa..

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html

Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu DekadeFilosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade by Dee

My rating: 4 of 5 stars

aperback, 134 pages
Published 2007 by Truedee Books & Gagas Media (first published 2006)
ISBN: 9799625734
edition language Indonesian

Paperback, 134 pages
Published 2007 by Truedee Books & Gagas Media (first published 2006)
ISBN: 9799625734
original title Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

RESENSI

Delapan Belas cerita pendek yang dibuat dalam rentang waktu tahun 1995-2005 tersusun dalam buku yang berjudul Filosofi Kopi. Masih sejenis dengan kumpulan cerita pendek dan prosa Madre, Dewi Lestari mengumpulkan cerpen-cerpen dan prosa itu dan meberi judul buku kumpulan itu dari judul cerita pendek pertama yaitu “Filosofi Kopi”. Untuk lebih menonjolkan kemasannya maka ditambahkan subjudul: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade. Hal ini tentu saja akan sedikit memberikan gambaran mengenai kronologis titian karir menulisnya Dewi Lestari.

Cerita “filosofi Kopi”, yang menjadi cerita unggulan di buku ini, menceritakan tentang usaha kedai kopi kerja sama antara Ben dan Jody yang menonjolkan tentang bagaimana arti filosofis dari setiap jenis kopi. Ketika kesuksesan kedai kopi itu sedang melonjak karena konsep kedainya yang menarik, seseorang pembeli menantang mereka untuk membuat suatu formula kopi yang memiliki kenikmatan yang sempurna. Perjuangan membuat kopi terenak dan pelajaran hakikat kehidupan akan mengambil alih sampai di akhir cerita.

Cerita pendek selanjutnya masih tetap mengusung tema cinta. Beberapa berbentuk prosa cerita pendek dengan kisah yang cukup variatif. Bahkan Dewi Lesatari menyajikan sebuah kisah dari sudut pandang kecoak (di cerpen Rico de Coro)

OPINI

Buku ini masih berformat seperti “Madre” yang merupakan kumpulan cerita pendek dan prosa. Delapan belas kisahnya cukup menarik di beberapa judul, namun cukup berat dipahami juga di beberapa judul terutama jika Dewi Lestari mulai memasukkan unsur filsafat dan hakikat hidup dengan objek dan subjek yang diatur secara konotatif

DID YOU KNOW ?

Salah satu cerpennya berjudul “Sikat Gigi” pernah dimuat di buletin seni terbitan Bandung, Jendela Newsletter, sebuah media berbasis budaya yang independen dan berskala kecil untuk kalangan sendiri. Sedngakan “Rico the Coro” adalah cerita bersambung yang dimuat di majalah Mode.

QUOTES
Beberapa quotes yang ada dalam kumpulan cerpen ini:

—“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?” (Spasi)

—“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Filosofi Kopi)

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html

View all my reviews

T(w)ITIT! by Djenar Maesa Ayu

My rating: 4 of 5 stars

Detail info:
Mass Market Paperback, 106 pages
Published: January 2012 by Gramedia Pustaka Utama

Sebelas twit yang menjelma menjadi sebelas cerita pendek yang menarik yang selalu saja ditokohi oleh seorang perempuan bernama Nayla. Hanya saja setiap cerita pendek nampaknya menyajikan Nayla dengan latar belakang dan nasib yang berbeda-beda. Nayla adalah gambaran sosok perempuan yang dihadapkan masalah-masalah yang cukup mengusik dari segi gender. Dari mulai keluarga, kehidupan sosial, dan seksualitas dengan segala macam tempaan yang begitu menyakitkan. Nayla yang di sebelas cerita akan menjelma menjadi sosok anak-anak, sosok remaja, sosok Ibu dan sosok janda akan menghadapi relita kehidupan yang cukup keras yang membuatnya menjadi sosok yang tangguh.

OPINI

Jika kita menyandingkan buku “Kicau Kacau” nya Indra Herlambang dengan buku ini tentu saja satu persamaan mendasar adalah bahwa kedua buku tersebut adalah pengembangan sttus Twitter menjadi sebuah cerita pendek. Tapi di sisi lain perbedaannya pun sangat signifikan jika kit telah membaca keduanya. Tulisan Indra lebih pop, ringan, cenderung ke komedi dan motivatif. Sedangkan Djenar menyajikannya dalam cerita yang gaya bahasanya cukup serius.

Djenar Maesa Ayu

Masih dengan tema yang menjadi ciri khas Djenar, cerpen-cerpen di buku ini masih kental dengan bahasa vulgar yang jujur, mengalir dan dahsyat dalam menuturkan sebuah kisah. Memang secara keseluruhan kisah yang disajikan di sini cukup “gelap”. Tapi dengan membacanya kita akan dihadapkan sebuah realita yang akan selalu ada dalam masyarakat.

Dalam memilih tema dan kata-kata yang vulgar, Djenar bisa disandingkan dengan Ayu Utami. Hanya saja Djenar nampaknya lebih banyak memasukkan gaya bahasa prosa di tulisannya. Kalau kita amati, setiap paragraf demi paragraf, Djenar menyusunnya sedemikian rupa dan memilih kata-katanya hingga selalu saja terbentuk rima bak puisi. Menjadikan sebuah kekuatan tersendiri ketika kita membacanya.

DID YOU KNOW?

Buku ini adalah buku keenam yang ditulis Djenar Maesa Ayu. Djenar menyelesaikan 10 dari 11 cerita dalam 10 hari saja. ”Satu cerpen saya tulis di bulan September, sisanya baru saya tulis sejak 23 Desember. Buku ini gila,” ujarnya.

Buku ini dirilis bertepatan dengan ulang tahun Djenar genap berusia 39 tahun pada 14 Januari 2012. Tulisan ini adalah sebuah cerita yang dikembangkan dari twit Djenar. Dari sebelas twit yang dipilih, jadilah sebelas cerita pendek yang mengagumkan khas Djenar.

Tentang makna judul “T(w)ittit!” Djenar mengaskan, “Judul T(w)ITIT! sendiri sebenarnya juga upaya mengaduk imajinasi. Pembaca bisa menghubungkannya dengan twitter, atau langsung menghubungkannya dengan twitter minus huruf w.”

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html

Cerita Cinta EnricoCerita Cinta Enrico by Ayu Utami

My rating: 4 of 5 stars

detail info:

Paperback, 244 pages
Published: February 1st 2012 by KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
ISBN13: 9789799104137

REVIEW

Buku ini menceritakan tentang kisah nyata tokoh bernama Enrico yang lahir bertepatan dengan Pemberontakan PRRI. Jalan hidupnya menuju dewasa diceritakan dalam 3 bab: “Cinta Pertama”, “Patah Hati” dan “Cinta Terakhir?”

Dalam bab pertama, Enrico kecil diceritakan sebagai anak yang sangat mencintai ibunya. Di mata Enrico, ibunya adalah sosok perempuan yang berbeda dengan perempuan lain yang ada di lingkungannya. Ibunya lebih terpelajar, lebih cantik, modis dan modern. Inilah alasan Enrico untuk menjadikan ibunya sebagai cinta pertama. Enrico kecil rela melakukan apa saja hanya karena dia begitu cinta dan begitu mengagungkan sang ibu.

Namun seiring dengan tumbuhnya sosok Enrico dan ditambah lagi beberapa kejadian yang mereka alami, cinta itu akhirnya mulai pudar. Bahkan dia membeci ibunya atas dasar kebebasan. Dalam bab kedua (Patah Hati),Enrico banyak bercerita mengenai cintanya ibunya yang dirasa mulai pudar. Ibunya mulai membenci Enrico yang semakin besar malah semakin berulah. Dari sudut pandang Enrico sendiri, ibunya sudah jarang sekali memujinya. Bahkan ibunya sudah memiliki dunia baru bersamaan dengan hadirnya ajaran religi yang dirasa tepat dan dibutuhkannya. Enrico merasa ibunya sudah tidak menganggap dirinya spesial lagi. Di sisi lain, ibunya juga telah merenggut kebebasannya dengan memaksanya mengikuti ajaran agama seperti yang didapatkan ibunya itu. Di titik inilah Enrico mulai mencintai ayahnya.

Kebebasannya akhirnya menemukan jalan juga ketika Enrico diterima kuliah di ITB. Kisah ini akan tersusun di bab ke-3: “Cinta Terakhir?”. Enrico menjelma menjadi sosok yang sangat merdeka, bebas dan bersemangat. Termasuk dalam kisah petualangan cinta yang begitu lepas bebas tanpa ikatan. Namun di balik itu semua, Enrico justru merindukan sosok ibunya. Maka dia mulai mencari satu cinta itu.

OPINI

Lagi-lagi Ayu Utami mampu menempatkan diri pada sudut padang tokoh utamanya yang seorang laki-laki. Ini menarik bagi saya ketika dia berhasil menyajikan pola pikir dan sudut pandang yang begitu maskulin dan jujur. Gaya bahasa penuturan dalam novel ini masih saja dengan ciri khas Ayu Utami: vulgar, berani dan jujur. Sangat realis, kadang sadis dan juga miris.

Jika membaca bab terakhirnya, sepintas penyajian plot yang kental akan filsafat kehidupannya agak mirip dengan gaya tulis Dee (Dewi Lestari). Namun Ayu Utami nampaknya masih berada di jalur khasnya yang senang menyajikan sejarah-sejarah masa lalu bangsa Indonesia.

Buku ini dibagi menjadi tiga bab. Ini sangat pintar. Terlebih novel ini ditulis bukan berdasarkan kronologis waktu tapi dikelompokkan berdasarkan kesesuaian dengan bab yang sudah dibagi itu. Sehingga kita kadang membaca satu kejadian di bab yang satu, kemudian kita disajikan lagi kejadian yang sama di bab yang lain yang tentu saja kejadian itu disajikan lebih lengkap dan menjadi jawaban atas cerita di bab sebelumnya. Sehiningga wajarlah kalau alurnya melompat-lompat maju mundur.

Novel ini bagian non fiksinya jauh lebih banyak daripada bagian yang fiksi. Jadi ketika membaca buku ini, kita merasa sedang membaca buku harian atau biografi dari tokoh yang bernama Enrico. Dan kita diajak memahami kisah hidpunya dari lahir sampai berusia 50-an.

Novel ini secara kesulurahan menarik jika anda tidak terganggu dengan gaya bahasa yang sangat eksplisit Ayu Utami. Mungkin juga perlu pikiran yang terbuka untuk mencerna prinsip-prinsip yang dirasa sangat rentan akan perlawanan dan mungkin dirasa sangat kontroversial terlebih novel ini memasukkan unsur nonfiksi yang dominan.

DID YOU KNOW?

Novel Ayu Utami memiliki ciri khas yaitu: selalu memasukkan tokoh tentara dan tokoh utamanya adalah seorang laki-laki.

Disain sampul dibuat oleh Ayu Utami sendiri setelah sebelumnya seseorang telah membuatkan disainnya namun dirasa terlalu kelam. Maka Ayu Utami membuatnya sendiri dengan nuansa lebih ceria.

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html

Nibiru dan Kesatria Atlantis by Tasaro

My rating: 3 of 5 stars

detail info:

Hardcover, 692 pages
Published December 2010 by Tiga Serangkai
ISBN13: 9789790843462
edition language: Indonesian
original title: Nibiru dan Kesatria Atlantis

Review

Novel ini berkisah di tahun 13.359 Sebelum Masehi. Tokoh sentralnya bernama Dhaca Suli yang tinggal di sebuah daerah bernama Kedhalu. Kedhalu sendiri terbagi menjadi Kedhalu Utara dan Kedhalu Selatan. Masing-masing penduduknya memiliki ciri khas yang berlainan. Kedhalu utara lebih cenderung modern, beradab dan berpendidikan sekaligus pusat pemerintahan. Sedangkan Kedhalu Selatan adalah kebalikannya sehingga tak jarang penduduk Selatan menjadi cemooh para penduduk Utara. Dhaca Suli adalah anak Kedhalu Selatan.

Pada masa itu seluruh penduduk Kedhalu memiliki kemampuan kekuatan super yang disebut sebagai pugabha. Kekuatan super ini bermacam-macam dan setiap orang hanya memiliki satu bakat pugabha saja. Untuk mengetahui jenis pugabha apa yang dimilikinya, seseorang harus bisa memunculkan bakat dan melatihnya di sebuah sekolah bernama bephomany. Ada delapan macam pugabha yang bisa dikuasai orang Kedhalu yaitu: penguasa satwa, penguasa kekebalan, penguasa kekuatan raksasa, penguasa ketakkasatmataan, penguasa tirai gaib, penguasa ruang dan waktu, penguasa luka dan penguasa unsur alam.

Dhaca Suli adalah orang Selatan dengan tipikal tingkat pendidikan pugabha yang tidak setinggi orang Utara. Orang Selatan memang lebih unggul dalam bentuk kekuatan fisik daripada pendidikan. Ayahnya, Wamap Suli, adalah orang yang keras dan berharap Dhaca bisa lebih rajin lagi menuntut ilmu untuk mengembangkan pugabha-nya. Dhaca Suli yang sering membolos memiliki pugabha yang sangat jauh tetinggal dibandingkan teman-teman seusianya.

Namun kemalasan Dhaca Suli pun akhirnya luruh juga ketika menyadari kehancuran Kedhalu di depan mata. Konon menurut ramalan, setiap 5.013 tahun sekali Nibiru, sang raja pembawa kehancuran, akan datang. Di lain pihak negeri-negeri di luar Kedhalu juga ingin memanfaatkan kekuatan para penduduk pugabha ini untuk saling mengalahkan satu sama lain.  Dhaca Suli, sebagai orang Selatan, bertekad untuk membuktikan bahwa dirinya juga bisa sehebat orang-orang Utara bahkan mampu menyelamatkan Kedhalu dari kehancuran.

Lika-liku nasib akan dihadapi Dhaca Suli dalam mengasah kemampuan pugabha-nya. Masa lalu tentang dirinya yang bahkan dia sendiri tidak tahu ternyata menyimpan sejarah yang luar biasa. Di lain pihak konspirasi di internal Kedhalu pun akan membuat perkara menjadi semakin pelik. Persahabatan dan cinta akan dikorbankan dalam pertempuran-pertempuran yang menentukan masa depan Kedhalu.

Did You Know?

Meskipun setting dan bahasa Kedhalu dari tokohnya serasa sangat asing dan susah diucapkan, Tasaro nampaknya memasukkan unsur-unsur yang sangat Jawa dalam novel ini. Bahkan memasukkan sedikit ajaran agama di salah satu Bab nya. Mungkin pembaca banyak yang tidak tahu bahwa ada makna-makna tersembunyi di balik kata-kata yang sulit diucapkan itu.

Sebelumnya mari kita pelajari dulu 20 aksara jawa kuno yang terdiri dari 4 baris dan masing-masing baris terdapat 5 aksara:

  1. Ha Na Ca Ra Ka
  2. Da Ta Sa Wa La
  3. Pa Da Ja Ya Nya
  4. Ma Ga Bha Tha Nga

Tasaro membuat sebuah enkripsi memakai aksara-aksara itu untuk membuat bahasa Kedhalu. Caranya: pasangkan baris pertama dengan baris ke tiga yang sudah dibalik urutan aksaranya. Sedangkan baris ke dua dipasangkan dengan baris ke empat yang sudah dibalik. Maka urutan pasangannya menjadi:

Ha=Nya; Na=Ya; Ca=Ja, Ra=Dha, Ka=Pa

Da=Nga; Ta=Tha; Sa=Bha; Wa=Ga; La=Ma

Dengan catatan: huruf vokal menyesuaikan dengan kata-katanya (misal Hi=Nyi; Hu=Nyu)

Mari kita ambil beberapa contoh kata:

“Bephomany” sama dengan “sekolah”

“Dhaca Suli” sama dengan “Raja Bumi”

“Pugabha” sama dengan “Kuwasa atau Kuasa”

“Nyamanny” sama dengan “Allah” (aksara Ha bisa dibaca tanpa huruf H, mosal Ha dibaca A, Ho dibaca O)

Silakan mencoba untuk menerjemahkan kata-kata lain yang bertebaran di buku ini.

Sedangkan muatan religius tersembunyi di mantra-mantra berbahasa Kedhalu yang biasa di ucapkan di Kuil Perak (baca bab 26: Kuli Perak) yang berbunyi: “Nyabhamalunyamanyipul” yang jika di terjemahkan menggunakan kode aksara jawa walikan menjadi “Assalamualaikum”. Dan jawaban dari ucapan itu adalah “Ganyamanyipulbhamal” yang artinya “Waalaikumsalam”.

Muatan Islam yang lain ada di Bab 7: Pedhib Mata Perak yang menjelaskan bahwa setiap lekuk pedhib (pedhib artinya keris) memiliki makna. Ada 6 lekukan pedhib memiliki enam makna yang sama dengan enam Rukun Iman.

Opini

Novel ini menarik terutama jika kita melihat tagline “Buku Aksi Fantasi Atlantis Pertama di Indonesia” membuat kita tertarik apalagi bagi yang telah membaca cerita tentang asumsi bahwa benua Atlantis itu ada di Indonesia. Namun sayang di buku ini bahasan tentang Atlantis belum begitu dominan karena setting tempatnya sepenuhnya di negeri Kedhalu. Sedangkan Atlantis ada di luar Kedhalu. Hal ini bisa dimaklumi karena Tasaro merencanakan seri Nibiru ini dalam pentalogi alias 5 seri untuk menyelesaikan kisah fantasi Atlantis ini.

Buku ini cukup tebal (690) halaman ditambah lagi sampul hardcover-nya yang menambah kokoh buku ini. Namun ada sedikit cacat yang saya lihat di semua cetakan novelnya, yaitu gambar sampul yang cetakannya bergeser di bagian tengah. Jika kita amati gambar cakar sabretooth akan terlihat seperti patah. Dari segi gambar sampulnya sendiri menegaskan bahwa novel ini layak dibaca oleh semua umur.

Ketika kita mulai membaca kisah-kisah di bab awalnya, kita seolah akan disajikan kisah-kisah yang mirip dengan kisah Nibiru ini. Bisa jadi Nibiru adalah gabungan antara kisah Avatar: The Legend of Aang dan seri Harry Potter.

Satu kekurangan novel ini adalah penggunaan bahasa dan nama-nama yang sulit untuk dibaca baik itu nama orang, nama tempat atau beberapa istilah dalam bahasa sehari-hari masyarakat Kedhalu dan juga beberapa mantra untuk mengaktifkan pugabha. Namun setelah kita memahami enkripsi yang sudah dijelaskan di atas, kita akan menjadi lebih mudah memahami makna di balik kata atau nama-nama sulit itu. Akan tetapi, di beberapa tempat, nama-nama tokoh yang diterjemahkan dengan aksara jawa walikan itu justru akan membuat mood dari cerita lenyap seketika karena terkesan penamaan tokoh hanya dicomot asal-asalan. Misalnya tokoh yang bernama “Nyithal Sadeth” yang berarti “Hitam Banget”, “Bhupa Supu” yang berarti “Suka Buku”, “Muwu Thedmamu” yang berarti “Lugu Terlalu” dan masih banyak lagi. Intinya: tidak usah mencoba menerjemahkan semua nama tokohnya jika tidak ingin mood dari cerita lenyap dengan cepat.

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html