Arsip untuk Mei, 2012

Follow my other blog:

klik di sini: PERI GIGI BERBAGI

Tentang apa blog ini?

Blog ini berisi tentang artikel-artikel kesehatan gigi populer. Diambil dari penelitian-penelitian ilmiah dan disajikan dengan bahasa yang sesederhana mungkin hingga bisa dipahami oleh semua kalangan.

Di sini kawan-kawan juga bisa sharing dan konsultasi gratis langsung diasuh oleh drg Rifqie Al Haris. Untuk tetap mendapatkan update artikel-artikelnya, jangan lupa follow blognya atau:

follow twitternya: @PeriGigiBerbagi

“like” fb nya: Konsultasi Kesehatan Gigi Online

seperti apa artikel2nya?

Preview artikel 1

preview artikel 2

Preview artikel 3

Preview artikel 4

Pengen mbaca ulasan lengkapnya?
Silakan kunjungi blog Peri Gigi Berbagi
Iklan

 

Director: Brad Peyton

Writers: Brian Gunn (screenplay and story), Mark Gunn (screenplay and story), Richard Outten (story), Jules Verne (novel)

Stars: Josh HutchersonDwayne Johnson and Michael Caine

Genres: Action | Adventure | Comedy | Family | Fantasy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG for some adventure action, and brief mild language

Runtime: 94 min

“Believe the Impossible. Discover the Incredible.”

Sinopsis

Kisah ini diawali ketika Sean (Josh Hutcherson) menerima sebuah kode pesan yang diyakini dari kakeknya, Alexander Anderson (Michael Caine) yang hilang. Dengan bantuan ayah tiri Sean, Hank Parson (Dwayne Johnson), kode-kode itu bisa dipecahkan. Ternyata pesan itu merujuk pada tiga buku berjudul The Mysterious Island karangan Jules Verne, Treasure Island karangan Robert Louis Stevenson dan Gulliver’s Travel karangan Jonathan Swift. Ketiga buku itu juga menyimpan teka-teki berikutnya yaitu sebuah peta dan posisi koordinat dari sebuah pulau.

Sean dan Hank sedang memecahkan teka-teki

Bersama ayah tirinya, Sean memutuskan untuk mencari pulau yang dimaksud. Namun menurut penduduk setempat, tidak ada pulau di lokasi tersebut. Bahkan hanya pelaut bodoh yang mau menuju tempat yang sering terjadi badai mematikan tersebut. Namun karena tergiur imbalan yang ditawarkan, seorang pilot helikopter bernama GabatoLuis Guzmán) bersama putrinya yang cantik Kailani (Vanessa Hudgens) bersedia mengantar mereka ke tempat tersebut.

Pilot helikopter Gabato dan putrinya Kailani

Benar saja, tenyata tempat yang dituju tertutup badai yang luar biasa hebat. Helikopter yang ditumpangi mereka jatuh dan nasib baik membuat mereka terdampar di pulau misterius yang mereka cari. Pulau tersebut menyimpan keindahan yang luar biasa sekaligus keanehan yang tidak ditemui di pulau pada umumnya. Petualangan mereka untuk menemukan dan membawa pulang kakek Sean juga dibarengi dengan adanya bahaya yang mengancam seluruh pulau yang diperhitungkan akan tenggelam dalam waktu yang sangat dekat. Mereka harus berkejaran dengan waktu untuk bisa keluar dari pulau.

setibanya di pulau misterius, petualangan mereka makin seru

menghadapi binatang berukuran raksasa

dan binatang yang berukuran mini

Opini

Filmnya lumayan seru untuk bisa dinikmati sebagai hiburan seluruh anggota keluarga. Sayang saya tidak punya kesempatan untuk mencoba menonton versi 3D atau versi IMAX nya. Jadi tampilan spesial efek yang harusnya bisa terlihat begitu megah hanya tampil datar-datar saja di layar 2D.

Alur ceritanya menarik, apalagi untuk penggemar novel-novel Jules Verne. Ditambah lagi penggabungan dari 2 novel tekenal lain yang membuat cerita lebih kompleks. Namun alur ceritanya sendiri kurang dewasa karena tokoh-tokohnya berkesan selalu beruntung dan selalu berada di tempat dan waktu yang tepat untuk selamat dari bahaya yang mengancam. Tantangan survival nya kurang menggigit. Tapi hal ini bisa dimaklumi jika film ini menyasar penonton dengan jangkauan umur yang lebih luas sehingga bisa dinikmati oleh anak-anak.

Film ini cukup bermuatan komedi yang berbobot. Baik dari dialog dengan lelucon cerdasnya hingga ke aksi para tokoh-tokohnya.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Brad Peyton, sineas yang berada dibalik film Cats & Dogs: The Revenge of Kitty Galore. Pengambilan gambar dilakukan di Hawaii antara lain di Oahu, Wamea Valley dan Kualoa Ranch. Selain itu proses syuting juga mengambil tempat di Wilmington, North Carolina.

Sutradara Brad Peyton

Dana pembuatan film ini mencapai $110 juta untuk menjamin penggunaan 3D yang maksimal dan tampilan terbaik untuk bisa tampil di teater IMAX.

Suasana syuting

Sutradara sedang mengarahkan aktor Dwayne Johnson

Sutradara sedang mengarahkan aktor Josh Hutcherson

Cerita di film ini teinspirasi dari novel karangan Jules Verne dengan judul yang sama: The Mysterious Island. Namun sang penulis naskah Richard Outten memasukkan unsur cerita lain yang diambil dari dua novel klasik lainnya yaitu Treasure Island karangan Robert Louis Stevenson dan Gulliver’s Travel karangan Jonathan Swift.

Did You Know?

Film ini adalah sekuel kedua dari Journey to the Center of the Earth (2008) yang sama-sama diadaptasi dari buku karangan Jules Verne. Namun di karya Verne sebenarnya, The Mysterious Island bukan sekuel dari novel Journey to the Center of the Earth  melainkan sekuel dari novel berjudul 2000 Leagues Under the Sea.

Tokoh Alexander Anderson yang diperankan aktor Michael Caine diceritakan mencari kapal selam Nautilis milik Kapten Nemo. Pada tahun 1997, Caine memerankan Kapten Nemo untuk film remake2000 Leagues Under the Sea’.

Jules Verne yang novelnya menjadi inspirasi dari film ini memiliki nama lengkap Jules Gabriel Verne yang lahir pada tanggal 8 Februari 1828. Selain menulis novel berjudul The Mysterious Island, Verne juga menulis karya fenomenal lain yaitu 2000 Leagues Under the Sea (1870), A Journey to the Center of the Earth (1864) dan Around the World in Eighty Days. Verne banyak menulis tentang petualangan luar angkasa, udara dan bawah air bahkan jauh sebelum penemuan pesawat dan kapal selam. Karena itulah dia disebut sebagai “Father of Science Fiction”.

Jules Verne

Awalnya film ini hendak mengangkat tema Atlantis sebagai tema utama namun dibatalkan karena masalah biaya dan adanya proyek lain bertema sama.

Favorite Quotes

Alexander: [On Sean’s sprained ankle] On three. One…
[Pops ankle back]
Hank: What happened to two and three?
Sean: Yes, what happened to two and three?
Alexander: Two. Three.

—————————————————————

Sean: if we die down there, Mom’s gonna kill us.

—————————————————————

Kailani: we’ll have all the wealth we’ll ever need. Just as long as we’re together.

Director: Joko Anwar

Writer: Joko Anwar

Genres: Horror | Thriller

Runtime: Indonesia: 87 min

Country: Indonesia

Language: English

Sinopsis

Seorang laki-laki sedang berlibur bersama kedua anak dan istrinya. Mereka tinggal di sebuah kabin di tengah hutan. Namun liburan mereka terusik oleh seorang tamu tak diundang. Sebelum menyadari kejadian apa yang menimpa dirinya dan keluarganya, laki-laki tersebut mendapati dirinya telah terpisah dari keluarganya. Ketika dia kembali ke kabin, dia mendapati istrinya telah dibunuh dan kejadian tersebut sengaja direkam oleh pembunuhnya dengan kamera video. Laki-laki tersebut mencoba menemukan kembali anak-anaknya. Teror dari sang pembunuh juga terus menghantui sepanjang pencariannya. Ketika dia mulai menemukan jam alarm di beberapa tempat, dia menyadari bahwa dirinya harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan anak-anaknya.

Sementara itu, di hutan itu juga ada satu keluarga yang sedang berlibur. Bisa jadi mereka memiliki kaitan dengan keanehan yang laki-laki itu alami.

Opini

Amazing! Ide cerita yang unik. Sangat sesuai dibei judul Modus Anomali karena premis ceitanya benar-benar anomali alias lain dari yang lain. Ketegangannya sudah memuncak sejak menit-menit pertama. Teka-tekinya juga menarik. Ketegangan psikologis yang dialami tokoh sentralnya begitu terasa. Apalagi dengan teknik pengambilan gambar yang tepat dan mendukung suasana dan mood film ini. Sudut pengambilan kameranya seolah menghilangkan jarak antara penonton dan tokoh sentralnya yang didominasi adegan berlari dan sembunyi. Seolah penonton bisa merasa ikut berlari dan sembunyi di dekat sang tokoh sentral.

Cukup banyak darah di film ini. Beberapa adegan memang membuat kita tersentak kaget sekaligus miris membayangkan rasa sakitnya. Aktornya juga nampaknya berperan dengan cukup maksimal. Sehingga nampak sekali fisik yang begitu terlihat lelah, bingung, kotor dan penuh keringat.

Film ini menggunakan dialog berbahasa Inggris. Ini nilai lebihnya. Namun dialog yang diucapkan dengan bahasa Inggris yang kurang fasih oleh beberapa aktornya justru mengurangi mood  film.

Behind the Scene

Film ini adalah besutan Joko Anwar, sineas yang menyutradarai film sukses Janji Joni (2005) dan Pintu Terlarang (2009).

“Modus Anomali a genre of its own. It’s not thriller per se.” (Joko Anwar)

Sutradara Joko Anwar mengarahkan aktor Rio Dewanto

Sutradara Joko Anwar mengarahkan suatu adegan

Persiapan Syuting

Joko Anwar sedang mengrahkan sang aktor

Joko anwar mengatakan bahwa ide untuk menyusun cerita Modus Anomali ini sudah ada sejak tahun 2005. Yaitu setelah selesai mengerjakan proyek Janji Joni. Namun baru tahun lalu dia menuliskan ceritanya.

Seluruh pemain dalam film ini diseleksi lewat audisi yang publikasinya diumumkan via Twitter dan Facebook. Ada sekitar 400 orang yang dipanggil untuk ikut audisi. Bahkan untuk peran Rio Dewanto, ada 40 orang yang diaudisi. Sebagian pemeran Modus Anomali adalah orang-orang baru dan hanya beberapa yang pemain lama.

Did You Know?

Film ini berhasil mendapatkan penghargaan Puchon Award di ajang Network of Asian Fantastic Film (NAFF) tahun lalu berhasil menyingkirkan setidaknya 100 poyek film lainnya dai mancanegara. NAFF merupakan ajang bergengsi yang menjadi bagian dari Puchon International Film Festival di Korea Selatan.

Sebelum dirilis resmi di tanah air, Modus Anomali  telah diundang untuk melakukan world premiere di South by Southwest (SXSW) pada tanggal 9-17 Maret 2012 di Texas, Amerika Serikat. Ini adalah festival terbesar ke-2 di Amerika setelah Sundance. Pada SXSW 2012, Modus Anomali diputar di sesi ‘Midnighters’ yang merupakan bagian khusus pemutaran film bergenre fantastik yang diputar pada waktu tengah malam. Film-film yang berhasil masuk pada sesi itu hanyalah film-film pilihan. Jumlahnya pun hanya ada 11 film. Modus Anomali  satu-satunya film yang berasal dari Asia.

Setelah diputar empat kali di SXSW 2012, mendapatkan review yang beragam dari para kritikus. Film yang menjadi bahan pembicaraan di luar negeri ini membuat penonton kita semakin penasaran. Sedangkan rilis resminya di Indonesia justru belakangan yaitu tanggal 26 April 2012.

Favorite Quotes

Man: “Sorry I can’t protect us.”

Director: Tim Burton

Writers: Seth Grahame-Smith (screenplay), John August(story), Seth Grahame-Smith (story), Dan Curtis (television series)

Stars: Johnny DeppMichelle Pfeiffer and Eva Green

Genres: Comedy | Fantasy

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for comic horror violence, sexual content, some drug use, language and smoking

Runtime: 113 min

 “Strange Is Relative”

Sinopsis

Tahun 1752, sepasang suami istri, Joshua dan Naomi Collins bersama putra mereka Barnabas Collins (Johnny Depp) memutuskan berpindah dari Liverpool menuju Amerika. Mereka membangun sebuah rumah yang cukup besar benama Collinwood Manor.

Barnabas Collins yang tumbuh menjadi pemuda mulai mengenal cinta. Namun suatu hari dia melukai hati seorang wanita bernama Angelique Bouchard (Eva Green) yang malangnya wanita itu adalah seorang penyihir. Ketika Barnabas jatuh hati ke wanita lain bernama Josette DuPres (Bella Heathcote), Angelique mengutuknya sehingga setiap wanita yang dicintai Barnabas akan mati. Maka nasib Josette pun berakhir tragis karena bunuh diri.

Angelique yang sadar bahwa dirinya tidak akan berhasil memiliki hati Barnabas akhirnya kesal. Dikutuknya Barnabas menjadi vampir dan dengan menghasut penduduk kampung, Barnabas dikubur hidup-hidup.

Barnabas Collins

Angelique Bouchard

Barnabas Collins, dikutuk menjadi vampir dan dikubur hidup-hidup

Sebagai vampir, Barnabas hidup kekeal meski telah dikubur selama hampir 200 tahun. Pada tahun 1972, para pekerja bangunan tidak sengaja membongkar petinya. Akhirnya Barnabas yang haus darah bisa bangkit kembali. Tujuan utama Barnabas selanjutnya adalah kembali ke Collinwood Manor. Ketika dia menemukan kembali rumah besar itu, ternyata umah itu masih ditempati oleh keturunan keluarga Collins. Pemimpin keluarga dipegang oleh Elizabeth Collins Stoddard (Michelle Pfeiffer). Anggota keluarga yang lain adalah anak perempuan Elizabeth Carolyn Stoddard (Chloë Grace Moretz); saudara laki-laki Elizabeth, Roger Collins (Jonny Lee Miller) dan putra Roger, David Collins (Gulliver McGrath). Selain itu ada psikiatris dr. Julia Hoffman (Helena Bonham Carter) yang disewa untuk membantu permasalahan keluarga, penjaga rumah Willie Loomis (Jackie Earle Haley) dan pengasuh baru David Victoria Winters (Bella Heathcote) yang memiliki pengalaman berinteraksi dengan hantu Josette.

Para penghuni Collinwood Manor yang merupakan keturunan Collins

Barnabas yang telah bertemu dengan keturunan keluarga Collins itu ingin membantu mamajukan bisnis keluarga yang selama ini bersaing dengan bisnis Angelique, sang penyihir rival Barnabas. Mau tidak mau mereka akan dipertemukan kembali dalam sebuah konflik sengit yang telah tesimpan selama 2 abad.

Barnabas dan Angelique

Opini

Tim Burton kembali menyajikan film benuansa gothic di tahun 2012 ini. Ciri khasnya memang belum ditanggalkan. Film dengan nuansa kelam yang masih saja setia dengan aktor andalannya Johny Depp. Tak heran bahwa banyak oang yang menunggu keluarnya film besutan sutradara eksentrik ini.

Film ini memang unik karena menghadirkan kombinasi antara suasana fantasi gothic dengan komedi. Namun yang agak mengganggu adalah porsi komedinya yang agaknya berlebihan sehingga sedikit mengusik suasana gothic-nya. Padahal di sisi lain banyak adegan yang cukup sadis dan berdarah-darah. Dari segi riasannya sendiri agaknya juga berlebihan. Lihat saja riasan pucat Barnabas berkesan telalu putih dan telalu tebal. Pulasan hitam untuk menegaskan tulang pipi juga terkesan sangat mencolok terutama ketika siang hari. Darah yang mengalir dari mulut tekesan terlalu cepat mengering sehingga tidak hilang sedikitpun ketika diusap. Mungkinkah sutradara sekaliber Tim Burton tidak memperhatikan hal-hal itu? Ataukah di situlah letak keunikannya dengan menonjolkan pesan bahwa ini film ringan, jadi jangan dipikirkan terlalu serius.

Dai segi cerita tak ada yang spesial. Alurnya ringan. Tanpa ada teka-teki yang membingungkan. Premis seseorang yang dikutuk menjadi vampir bukanlah hal yang baru. Namun yang menjadi menarik adalah vampir Barnabas ini adalah vampir yang eksentrik yang tampak selalu kehausan. Dia bisa berinteraksi meski banyak kekonyolan yang kadang agak berlebihan.

Pertaruhan Tim Burton untuk merilis film ini dalam waktu yang hanya berselisih satu pekan dengan dirilisnya The Avenger nampaknya terlalu gegabah. Saya menontonnya di hari kelima setelah rilis, kursi penonton sudah banyak yang kosong. Padahal film ini hanya mendapatkan jatah putar di satu studio saja. Kita lihat saja perkembangan kedepannya. Apakah film ini menjadi film yang sukses atau tidak.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Tim Burton. Disaat teknologi 3D dipakai untuk menambah nilai jual, Burton justru sengaja untuk membuatnya 2D saja. Alasannya, dengan setting tahun 70-an, nampaknya penggunaan 3D dirasa salah tempat.

Ít’s the ‘70s, man. Only Frankenstein’s Bloody Terror was in 3-D. That’s the only one I remember from that time.” (Tim Burton)

Film ini adalah adaptasi seri opera sabun berjudul sama di tahun 1988-1971. Disiarkan oleh ABC sebanyak 1225 episode. Tim Burton, Johny Depp dan Michelle Pfeifer sangat menyukai serial tersebut.

“The reason I liked Dark Shadows was that it was a weird family story. It just happened to have supernatural qualities to it.” (Tim Burton)

Sutradara Tim Burton

Anne Hathaway, Lindsay Lohan dan Jennifer Lawrence pernah diaudisi untuk memerankan tokoh Angelique.

Adegan penampakan hantu Josette duPres dibuat dengan mensyuting sang aktris di dalam air.

Proses pengambilan gambar untuk menciptakan tokoh hantu Josette

Suasana Syuting

Pemeran asli Dark Shadow Jonathan Frid (Barnabas) , Lara Parker (Angelique), David Selby (Quentin Collins) dan Kathryn Leigh Scott (Josette) menjadi cameo di film ini. Ini adalah film terakhir Jonathan Frid, pemeran Barnabas di film Dark Shadow asli. Dia meninggal pada tanggal 13 April 2012.   

Did You Know?

Ini adalah film Tim Burton’s kedelapan bersama Johnny Depp, ketujuh bersama Helena Bonham Carter, kelima bersama Christopher Lee, dan kedua bersama Michelle Pfeiffer.

“It’s a ghost story but then it’s an unhappy vampire story. It’s a mixture of so many different things and a real ensemble piece. And hopefully it will be funny.”  (Helena Bonham Carter)

Chloë Grace Moretz (Carolyn Stoddard) dan Gulliver McGrath (David Collins) pernah bermain bersama dalam film Hugo.

Untuk memerankan tokoh Barnabas Collins, Johny Depp melakukan diet ketat dengan minum teh hijau dan buah-buahan rendah gula secara teratur dan hasilnya: berat badannya turun 140 pon.

Favorite Quotes

Barnabas Collins: What is your age?
Carolyn Stoddard: Fifteen.
Barnabas Collins: Fifteen, and no husband? You must put those child-bearing hips to good use.

Barnabas Collins: If a man can become a monster, then a monster can become a man.

Barnabas Collins: [holds a fork] I see you have been driven to even sell the silverware.
Roger Collins: How can you tell? Those are exact replicas.
Barnabas Collins: Had this been silver, I would have burst into flame at the slightest touch.

Barnabas Collins: You locked me in a box, for over two hundred years!
Angelique Bouchard: Don’t exaggerate, it was only a hundred and ninety-six.

[Cerpen] Rencana

Posted: Mei 13, 2012 in cerpen, Karya Sendiri
Tag:, , ,

“Fira, dia jadi bisa datang kan malam ini?” tanya mama sambil menyetrika gaun yang hendak dipakainya perdana malam nanti. “Soalnya mama udah reserve untuk lima orang. Papamu juga udah berhasil melobi rekannya. Mereka bisa menyediakan posisi yang enak buat kita berlima.”

“Jadi dong ma, kebetulan hari ini dia jaga shift siang kok. Malamnya udah free.” Jawab Fira sambil meraih handuk mandinya. “Hebat juga ya Papa, bisa punya koneksi orang dalam. Kok ga bilang dari dulu sih? Fira kan jadi ga perlu repot-repot ngantri kalau ada film bagus.”

“Ya ga enak juga dong Ra. Meski Pak Kusno itu sobat papa waktu kuliah, malu lah kalau telalu sering minta tolong. Kalau bukan untuk perayaan ulang tahun adikmu, ga mungkin lah papamu minta tolong sama Pak Kusno yang super sibuk itu.”

“Iya juga ya ma. Uda dikasi tempat aja uda spesial banget lho ma. Tau ga ma, film The Avengers yang mau kita tonton tu emang kelewat terkenal lho. Sejak dari pemutaran perdana, Fira nitip sama temen yang bisa ngantriin dari sebelum bioskop dibuka. Eh, tetep ga kebagian juga tiketnya.”

“Iya, mama tau itu film juga udah ditunggu-tunggu sama adikmu. Pokoknya mama sama papa udah nyiapin kejutan besar-besaran. Kita ga sekedar dapet tiket dan tempat duduk yang enak aja lho. Kabarnya Pak Kusno bahkan memberi kita tiket teater IMAX. Gratis.”

“Hah! Yang bener ma?” mata dan mulut Fira melebar tanda tak percaya. Fira tahu teater IMAX adalah teater dengan teknologi terbaru yang kualitas gambarnya di atas kualitas tiga dimensi biasa. Dan mereka akan menonton film terkenal itu ditempat duduk strategis, tanpa perlu mengantri dan tentu saja dengan kualitas teater IMAX yang belum seminggu dibangun. Ditambah satu kesempurnaan penutup: semuanya gratis!

“Wah…wah…Fira mendadak merasa dianaktirikan ma.”

“Ya nggak dong Fira sayang.” Kata mama sambil tesenyum. “ Ini sekaligus sebagai hadiah buat adikmu yang udah berhasil diterima di UGM tanpa jalur tes. Nanti papa mama juga mau kasih hadiah buat Fira kalau bisa lulus semester ini dengan IP di atas 3,5 ya.”

“Janji ya ma.”

Mama mengangguk masih dengan senyumnya.

“Terus, mama udah pesen tempat dinner dimana?”

“Lihat saja nanti ya Fira. Mama juga udah koordinasi sama yang punya restoran. Pokoknya bakal ada kejutan juga di sana. Dia teman mama waktu SMA. Kamu ingat sama tante Linda?”

“Oh, iya ma. Tante Linda yang nasi gorengnya bikin Fira ketagihan itu kan?”

“Iya, nanti kita dinner di salah satu restoran terbaik punya Tante Linda.”

“Restoran yang mana? Tante Linda kan punya banyak.”

“Lihat saja nanti Fira. Pokoknya kejutan spesial deh.”

“Kan bukan Fira yang harus dikejutkan ma. Yang ulang tahun kan bukan Fira…”

Samar-samar mereka mendengar pintu depan dibuka kemudian di tutup kembali.

“Sssst… itu adikmu udah pulang.” Kata mama sambil berbisik.  “Udah jangan dibahas lagi. Buruan mandi sana.”

Fira yang dari tadi telah memegang handuk segera bergegas ke kamar mandi.

“Mamaaaaa,,,,coba liat ini…hiiiiiii.” teriak Fatma, adik Fira, sambil menunjukkan kawat gigi barunya. “Fatma pilih warna karetnya hijau tosca ma, keren kan.”

“Kok adek pilih hijau? Kan jadi kayak ada bayam nyelip.” Ledek mama.

“Mana ada bayam warna hijau tosca ma. Tapi gigi Fatma uda mulai ngilu ni ma.”

“Ya sabar dong sayang, katanya mau giginya dirapiin sebelum masuk kuliah.”

“Iya ma, biar Fatma ga malu. Giginya ga boleh berantakan kalau mau kuliah di kedokteran gigi, hehehe.” Kata fatma sambil nyengir setengah sengaja menampakkan kawat giginya yang hijau tosca. “O iya ma, tadi biaya kawat giginya didiskon 50% lho. Kata dokter Rifqie, itu untuk hadiah ulang tahun Fatma.”

“Oya kah? Sudah bilang terima kasih ke dokter Rifqie?”

“Waduh, lupa ma. Lagian wajar aja dong ma kalau dokter Rifqie kasih diskon. Selain karena Fatma ulang tahun, Fatma kan calon adik iparnya, hehehe.”

“Fatma ga boleh gitu. Nanti dokter Rifqie kan diundang dinner juga, pokoknya nanti adek harus bilang terimakasih ke dia ya. Dokter Rifqie juga yang nanti bakal nemenin Fatma ke UGM untuk melihat-lihat calon kampus kamu itu.”

“Iya, nanti Fatma bilang terimakasih ke dokter Rifqie. Katanya dia bakal sampai sini jam enam. Oiya ma, sisa ongkos kawat giginya ga perlu dibalikin ke papa kan? Buat Fatma aja ya. Lumayan buat traktir temen-temen.”

“Iya, boleh. Papa kan udah kasi duit itu sebagai hadiah ulang tahun juga. Jadi terserah Fatma mau dipakai untuk apa.”

“Horeee… jadi ga sabar pengen nunjukin gigi Fatma ke papa. Jam berapa papa pulang ma?”

“Sekarang papa masih di Jakarta. Nanti jam empat papa telepon kalau udah mau pulang.”

Fatma menengok ke jam dinding. Jam tiga lebih sepuluh. Masih lama. Pikirnya.

“Fatma nyicil packing barang bawaan yang mau dibawa ke Jogja aja sana. Kita besok berangkat naik pesawat pagi-pagi. Biar ga buru-buru. Agenda kita hari ini sampai malam soalnya.”

“Oke ma.” Fatma ngeloyor ke kamar dan berkutat dengan beberapa pakaian dan tas ranselnya.

Mama tersenyum melihat anaknya yang kini sedang bertambah umurnya. Kebanggaannya juga berlipat ketika mendapatkan kabar bahwa Fatma diterima di FKG UGM. Tangannya sudah berhenti memainkan setrikaan sekarang. Gaun biru itu sudah licin dan tergantung anggun di hanger. Mama memandangi dengan tersenyum. Membayangkan dirinya berada di dalam balutan gaun itu nanti malam.

Untuk urusan perencanaan, mama nampaknya sudah mantap. Rencana itu sudah dipikirkannya dengan papa sejak seminggu yang lalu. Mama mengingat-ingat daftar agenda yang tersusun rapi di pikirannya. Mencoba mendata kembali dan mencari apa saja yang kurang. Mama mulai dengan agenda tedekat. Suaminya dipastikan akan menelepon jam empat. Biar Fatma yang mengangkatnya. Dibuat seolah menelepon dari Jakarta padahal sebenarnya  sudah ada di depan rumah untuk memberikan kejutan buat Fatma. Suaminya juga sudah menyiapkan kejutan sendiri yaitu replika Captain America yang sudah beberapa bulan yang lalu diidamkan Fatma. Suaminya sampai harus order ke luar negeri untuk mendapatkan replika yang Fatma mau. Kemudian jam enam, sudah dipastikan pacar Fira, dokter Rifqie, bisa datang. Artinya restoran dan bioskop yang di booking untuk lima orang bisa terisi lengkap. Kemudian Tante Linda sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Konfirmasi terakhir sudah dilakukan mama sejak tadi siang dan Tante Linda bilang kue ulang tahun dan beberapa kejutan kecil sudah disiapkan. Kata Tante Linda lagi, ga cuma Fatma yang akan terkejut, pasti yang lain juga bakal terkejut karena Tante Linda juga mempersiapkan kejutan kecil lainnya. Dinner spesial ini juga nantinya akan dipakai untuk lebih mengenal dokter Rifqie. Prosedur standar untuk lebih mengenal calon menantu. Selesai dinner agenda selanjutnya adalah nonton The Avenger. Film yang sangat dinantikan Fatma sejak pemutarannya perdana empat hari yang lalu namun tidak pernah kebagian tiketnya. Pak Kusno sudah mengirimkan kartu free pass via pos yang tiba di rumah kemarin siang. Mama maklum karena Pak Kusno tidak mungkin punya waktu untuk menyerahkannya sendiri.

Semua sudah beres. Pikir mama sambil senyum-senyum sendiri. Mama tersenyum meskipun tahu bahwa agenda malam ini akan membuat mereka semua kecapekan. Dan besok pagi, masih ada agenda lain yaitu berangkat ke Jogja untuk melihat-lihat kampus Fatma sekaligus mencari info kos-kosan.

Lamunan mama teputus oleh dering telepon di ruang tengah.

“Biar Fatma yang angkat ma.” Teriak Fatma sambil berlari ke ruang tengah. “Itu pasti papa.”

Mama melihat jam dinding. Masih jam setengah empat. Baguslah kalau suaminya bisa pulang lebih awal.

“Maaa… dicari pak Suryo.” Teriak Fatma dari uang tengah. Mukanya agak kecewa karena orang yang menelepon bukan papa.

Pak Suryo adalah atasan suaminya di kantor. Haduh, jangan-jangan papa harus pulang telat. Keluh mama dalam hati.

“Halo, selamat sore Pak Suryo.” Kata mama mengambil alih gagang telepon.

“Sore, bu.” Kata Pak Suryo di seberang sana.

“Iya, ada apa pak?”

“Begini bu, saya mau memberitahukan, bahwa…pesawat yang ditumpangi suami anda…hilang kontak sejak satu jam yang lalu. Mohon ibu bersabar dan tetap berdoa…”

Kata-kata Pak Suryo berikutnya sudah tidak dapat dicerna oleh akal sehatnya lagi. Tiba-tiba rasa sesak itu melanda hati mama. Pikirannya tak lagi terorganisir. Dan matanya, begitu kabur karena membendung air mata

Tanggal 9 Mei 2012. Ternyata Tuhan telah memiliki serangkaian rencananya sendiri sejak pukul 14.33.

Jogjakarta, 13 Mei 2012

Rifqie Al Haris

*Mengenang kembali peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi Supejet 100 di Gunung Salak tanggal 9 Mei 2012. Pesawat tersebut terbang pukul 14.12 dan hilang kontak pukul 14.33. Turut berduka bagi mereka dan kerabat-kerabat mereka yang harus rela menangguhkan rencana-rencana hidupnya untuk tunduk pada rencana Tuhan.

Director:  Joss Whedon

Writers: Joss Whedon (screenplay), Zak Penn (story), Stan Lee (comic book), Jack Kirby (comic book)

Stars: Robert Downey Jr.Chris Evans and Scarlett Johansson

Genres: Action | Adventure | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of sci-fi violence and action throughout, and a mild drug reference

Runtime: 143 min

“Every team needs a Captain”

Sinopsis

Bumi kembali menerima ujian berat ketika Loki (Tom Hiddleston), dewa yang merupakan saudara dan juga musuh bebuyutan Thor (Chris Hemsworth). Loki mengincar sumber kekuatan yang baru ditemukan di bumi yang disebut Tesseract. Dengan Tesseract, Loki ingin menguasai bumi.

Loki

Nick Fury (Samuel L. Jackson), seorang kepala organisasi penjaga perdamaian internasional (S.H.I.E.L.D) berupaya untuk mengumpulkan seluruh supe hero yang ada di bumi untuk menghentikan Loki sekaligus merebut kembali Tesseract yang sudah telanjur dikuasai Loki. Untuk membentuk kelompok beranggotakan manusia super ikonik seperti Iron Man (Robert Downey Jr.), Captain America (Chris Evans), Thor (Chris Hemsworth), Black Widow (Scarlett Johansson), Hulk (Mark Ruffalo), Nick Fury melakukan berbagai upaya untuk membujuk mereka untuk ikut bergabung.

Ternyata banyak kendala untuk menyatukan mereka terlebih masing-masing memiliki ego yang besar. Terutama Captain America dengan latar belakang sebagai seorang prajurit perang yang terbiasa dengan koordinasi dan perencanaan, sering terjadi perselisihan dengan Iron Man yang terbiasa bekerja sendiri dan beraksi secara spontan. Belum lagi dengan adanya masalah-masalah masa lalu dari tiap karakter dan juga misi tersembunyi S.H.I.E.L.D di balik penggabungan para pasukan super itu.

Di saat mereka menghadapi masalah dengan kekompakan, waktu tidak lagi tersisa banyak ketika Loki mulai membuka gerbang untuk memasukkan banyak monster dari dunia lain untuk menghancurkan bumi.

Black Widow

Thor dan Captain America

Hawkeye dan Hulk

Tim The Avengers

Opini

Kolaborasi deretan superheo exravanganza ini nampaknya sangat menyita perhatian para kalangan pecinta film. Bisa jadi inilah proyek terbesar dan film yang begitu banyak dinantikan di tahun 2012. Penonton memang telah dijanjikan film ini sejak film Captain America dirilis dengan disisipkannya teaser trailer perdana The Avenger di penghujung durasi filmnya. Sejak saat itulah para fans superhero Marvel  ini memulai penantiannya.

Deretan aktor pemeran superhero ini masih sama kecuali tokoh Bruce Banner (Hulk) yang tadinya diperankan oleh Edward Norton, diperankan oleh Mark Rufallo. Hal ini bukanlah suatu hal yang mampu mengurangi antusiasme publik karena sosok yang lebih dominan dan dielu-elukan adalah sosok Hulk ketimbang Bruce Bannernya. Fakta bahwa tokoh-tokoh besar itu masih dimainkan oleh pemeran aslinya, yang masing-masing sudah sukses dalam kiprah ‘solo’ mereka, akan membuat para pecinta ikon-ikon tersebut semakin merasa layak untuk menunggu film ini.

Meskipun film ini adalah kolaborasi dari seabrek tokoh ikonik, Joss Whedon sebagai seorang sutradara nampaknya mampu menempatkan masing-masing ikon itu dengan proporsi yang pas. Masing-masing memiliki karakter dan kisah yang dituturkan dengan proporsi yang sama sehingga tidak ada kesan dominasi dari salah satu tokohnya. Bahkan tokoh ikonik baru Natasha Romanoff (Black Widow) mendapatkan alur kisah yang cukup untuk menceritakan identitas dan latar belakang kehidupannya.

Untuk sajian spesial efeknya sudah tidak pelu diragukan lagi. Efeknya juga extravaganza. Pesta porak poranda di tengah kota cukup memanjakan para penonton yang sangat suka dengan ledakan-ledakan dahsyat.

Selain aksi yang luar biasa, film ini memasukkan banyak sekali lelucon-lelucon cerdas khas Tony Stark dan dialog-dialog dari tokoh lain.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Joss Whedon yang memang dikenal sebagai fans komik The Avengers.

Sutradara Joss Whedon

“Ultimately these people don’t belong together and the whole movie is about finding yourself from community. It will be the heart of the film” (Joss Whedon)

“It goes back to the very first incarnation of The Avengers, it goes to the Ultimates, it goes to everything about it. It makes no sense, it’s ridiculous. There’s a thunder god. There’s a green “id” giant rage monster, there’s Captain America from 40s. There’s Tony Stark who definetely doesn’t get along with anybody.” (Joss Whedon)

Proses pembuatan filmnya dimulai pada bulan April 2011 dengan lokasi syuting di Albuquerque, New Mexico. Kemudian bulan Agustus beralih ke Cleveland, Ohio dan terakhir pada bulan September 2011 di New York City hingga rangkaian kegiatannya selesai.

Spesial efek yang spektakuler di film ini merupakan gabungan dari perusahaan-peusahaan yang memang sudah pernah menangani proyek film Marvel sebelumnya, yaitu: Fuel VFX (Iron Man 2, Thor, Captain America: The First Avenger), Industrial Light and Magic (Iron Man, Iron Man 2), Legacy Effects (Iron Man 2, Thor), Luma Pictures (Thor, Captain America:The First Avenger), The Third Floor (Thor) dan Weta Digital.

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Suasana santai disela-sela syuting

Joss Whedon mengarahkan aktor Mark Ruffalo

Para bintang The Avengers dan sutradara

Did You Know?

The Avengers merupakan film superhero Marvel pertama yang hak distribusinya dipegang Walt Disney Picture.

Pada awalnya, Edwars Norton direncanakan untuk kembali memerankan tokoh Bruce Banner, namun negosiasi dengan sang aktor tidak berhasil. Aktor Joaquin Phoenix juga sempat dirumorkan untuk mengambil peran ini. Namun pilihan akhirnya dijatuhkan pada Mark Ruffalo.

Untuk pertama kalinya sosok hulk dipeankan oleh aktornya, Mark Ruffalo dengan teknik virtual-camera motion-picture. Sebelumnya sosok hulk diperankan oleh aktor yang berbeda dengan tokoh Bruce Banner (Bill Bixby sebagai bruce Banner dan Lou Ferrigno sebagai Hulk) atau disisipkan menggunakan CGI.

Untuk mempertahankan fisik yang sesuai dengan peran Thor, Chris Hemsworth sampai meningkatkan diet ketat.

Di film ini, karakter Tony Stark tampak mengenakan kaos berlabel Black Sabbath. Grup musik cadas ini memang pernah memyanyikan Iron Man  untuk soundtrack  film Iron Man (2008).

Favorite Quotes

Nick Fury: There was an idea to bring together a group of remarkable people, so when weneeded them, they could fight the battle that we never could..

Loki: In the end, it will be every man for himself…

Nick Fury: The world has changed…
Steve Rogers: At this point I doubt anything would surprise me.

Buce Banner: We’re not a team. We’re time-bomb!

Steve Rogers: Stark, we need a plan of attack!
Tony Stark: I have a plan: attack!

Director: McG

Writers: Timothy Dowling (screenplay), Simon Kinberg(screenplay), Timothy Dowling (sotry), Marcus Gautesen (sotry)

Stars: Reese WitherspoonChris Pine and Tom Hardy

Genres: Action | Comedy | Romance

Motion Picture Rating (MPAA): Rated R for some sexual content (original rating)

Runtime: 97 min

 It’s SPY against SPY

Sinopsis

Dua agen rahasia FDR Foster (Chris Pine) dan Tuck (Tom Hardy) adalah sahabat baik yang sering ditugaskan besama-sama saling bahu membahu menyelesaikan misi. Pada suatu hari mereka dikirim ke Hong Kong untuk menangkap kriminal internasional bernama Heinrich (Til Schweiger). Namun misi menangkap Heinrich gagal. Di lain pihak mereka berhasil membunuh saudara Heinrich, Jonas (Clint Carleton).

FDR dan Tuck

Misi itu dinilai gagal karena dianggap penyamaran dan kerahasiaan operasi itu terlalu berantakan. Maka sekembalinya ke Amerika, mereka tepaksa tidak diterjunkan kembali ke lapangan untuk sementara. Persahabatan mereka masih baik hingga Tuck berencana mendaftarkan dirinya di situs pencari jodoh. Tuck akhirnya menemukan wanita yang tepat bernama Lauren Scott (Reese Witherspoon). Lauren sendiri terdaftar di situs tersebut tanpa sepengetahuan dirinya karena sahabatnya, Trish (Chelsea Handler) yang mendaftarkannya.

Tuck dan Lauren bertemu muka di suatu tempat namun di waktu yang berlainan, Lauren juga berkenalan dengan Foster. Timbul kecocokan diantara mereka. Cinta segitiga pun  terbentuk. Mereka sepakat untuk bersaing secara adil. Namun nampaknya pesaingan adil yang dimaksud adalah persaingan ala Spy yang memanfaatkan teknologi canggih untuk memenangkan hati Lauren. Di saat persaingan cinta itu berlangsung, mereka juga harus menghadapi Heinrich yang berusaha membalas dendam atas kematian saudaranya.

Tuck bertemu Lauren

Lauren secara tak sengaja bertemu dan berkenalan dengan FDR

tak ketinggalan juga adegan actionnya

Opini

Tema perebutan cinta oleh dua orang bukanlah suatu hal yang baru. Bahkan sangat umum untuk sebuah sinetron. Namun yang menarik di sini adalah kisah cinta itu dipadu dengan latar belakang aksi spionase. Jika kita menilik ke belakang, bisa jadi film tentang romansa ‘perang’ ini mengingatkan kita pada film Bride Wars. Tapi di film ini, perang yang terjadi benar-benar memakai unsur ledakan dan perkelahian fisik.

Pertama kali membaca tagline: It’s spy against spy, saya agaknya sedikit berharap filmnya akan mendekati Mr. And Mrs. Smith yang memadukan aksi spionase dan drama romantis yang mampu mempertahankan kedua genre tersebut dengan cukup kuat. Tapi ketika melihat tuntas This Means War,  nampaknya ekspektasi saya terlalu berlebihan. Ini film nanggung. Aksinya kurang serius, spionasenya kurang dieksplor dan komedi romantisnya datar-datar saja. Persaingan antara kedua Spy ini hanya sekedar persaingan dua orang biasa yang memanfaatkan kecanggihan sarana di markas mereka. Tidak ada gadget canggih milik mereka sendiri.

Namun nilai lebih dari film ini setidaknya alur ceritanya tidak begitu membosankan. Dan cukup memberikan hiburan bagi penonton pria yang membutuhkan hiburan di hari valentine tanpa drama romantis yang selalu penuh dengan air mata.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh McG, sineas yang membesut Charlie’s Angles dan Teminator Salvation. Pada awalnya film ini diberi judul Spy vs. Spy. Tapi akhirnya diganti menjadi This Means War hanya beberapa bulan sebelum filmnya dirilis. Tanggal rilisnya sendiri direncanakan pada tanggal 14 Februari 2012 betepatan dengan hari valentine. Tapi ditunda dengan alasan untuk menghidari persaingan dengan film The Vow  yang memang diprediksi akan menjadi box office.

Sutradara McG

suasana lokasi syuting

McG di tengah-tengah syuting

Did You Know?

Sebelum peran jatuh pada Chris Pine adan Tom Hardy, beberapa aktor yang pernah direncanakan untuk mengambil peran ini antara lain: Sam Worthington, Collin Farell, Justin Timberlake dan Seth Rogen. Bradley Cooper juga mengikuti casting namun dibatalkan karena ada konflik dengan jadwalnya. James Franco pernah ditawari peran namun menolak.

Chris Pine dan Tom Hardy sama-sama pernah membintangi film Star Strek. Pine bemain sebagai kapten Kirk dalam Star Trek sedangkan Hardy bermain sebagai Preator Shinzon dalam Star Trek: Nemesis.

Film ini penah diberi rating “R” oleh MPAA karena tedapat dialog rasis oleh karakter Chelsea Handler dan muatan seksual. Tapi belakangan diedit dan mendapatkan rating “PG-13”

Favorite Quotes

Lauren: Oh, I think I’m going to hell

Trish: Don’t wory. If you’re going to hell, I’ll just come pick you up.

Director: Josh Trank

Writers: Max Landis (screenplay), Max Landis (story), Josh Trank (story)

Stars: Dane DeHaanAlex Russell and Michael B. Jordan

Genres: Drama | Sci-Fi | Thriller

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense action and violence, thematic material, some language, sexual content and teen drinking

Runtime: USA: 84 min

Boys will be boys

Sinopsis 

Seorang remaja Seattle Andrew Detmer (Dane DeHaan) mulai memvidiokan kehidupan sehari-harinya. Kehidupan di rumahnya sendiri tidak menyenangkan. Ibunya, Karen Bo Petersenn), menderita kanker yang semakin parah. Ayahnya, Richard (Michael Kelly), adalah seorang pemabuk yang sering kasar terhadap Andrew. Sedangkan di sekolahnya, Andrew sering menjadi korban bullying.

Suatu hari sepupu Andrew, Matt Garetty (Alex Russell), mengajaknya ke sebuah pesta. Di sanalah ia diminta Matt mensyuting sesuatu bersama seorang bintang sekolah populer, Steve Montgomery (Michael B. Jordan). Mereka bertiga menuju sebuah lokasi yang terdapat sebuah lubang besar terowongan bawah tanah. Mereka mencoba memasuki terowongan itu dan memvidiokannya. Tenyata sesuatu yang berada di ujung terowongan itulah yang mengubah nasib mereka.

Andrew, Matt dan Steve di dalam terowongan

Sebuah benda tak dikenal bersinar di ujung terowongan. Sebuah kristal besar yang memancarkan cahaya biru itu tiba-tiba mengeluarkan suara keras dan warnanya berubah menjadi merah. Tiba-tiba mereka merasakan sakit kepala dan mimisan. Kamera pun mendadak mati.

Beberapa hari setelahnya mereka menyadari bahwa benda asing itu memberikan kekuatan telekinetik pada mereka bertiga. Kekuatan itu semakin bertambah tiap harinya. Mulai dari mengendalikan benda-benda kecil, kemudian benda-benda besar hingga mereka bisa menerbangkan tubuh mereka sendiri. Dengan euforia sekelompok remaja, kekuatan itu mereka gunakan untuk senang-senang. Namun, kehidupan Andrew yang sering mendapatkan kekerasan baik dari ayahnya dan dari teman sekolahnya ternyata membuat pertumbuhan kekuatan itu kearah kekuatan jahat yang tak terkendali. Emosi akibat penbekanan yang terakumulasi membuat Andrew tidak mampu mengendalikan kekuatan jahatnya sendiri.

Tiba-tiba mereka memiliki kemampuan telekinetis

Kemampuan super mereka semakin meningkat hingga bisa terbang

Opini 

Nampaknya genre film found footage mulai bisa dijadikan senjata untuk menembus pasaran box office. Diawali dari kesuksesan The Blair Witch Project yang nampaknya membuka suasana baru untuk film jenis ini, kemudian franchaise Paranormal Activity yang cukup sukses menerima sambutan hangat dari para kritikus film. Terbukti bahwa di era persaingan teknologi 3D, film mini bujet ini mampu disejajarkan dengan film berbujet berkali-kali lipat lainnya.

Dari segi alur cerita dan tema, Chronicle  tidak menghadirkan sesuatu yang baru. Tema superhero tanpa kostum ini sudah pernah diangkat dalam film Hancock dan Jumper. Namun yang menjadi unik adalah bahwa superheo di Chronicle ini tidak memanfaatkan kekuatan supernya untuk menolong orang lain. Justru dengan latar belakang kehidupan remaja para pemainnya, kekuatan super yang dimiliki para tokohnya hanya digunakan sebagai sebuah kebanggaan dan kesenangan pribadi. Satu pebedaan ini jika digabungkan dengan format found footage, maka akan tersaji sebuah film found footage yang selama ini mengusung genre sebagai film misteri, menjadi sebuah film found footage  pertama yang bergenre superhero yang jauh dari sebutan hero.

Meski dengan bujet minim ($15 juta), film ini ternyata tidak menyajikan spesial efek yang minim. Efek-efek yang luar biasa cukup menarik menghiasi film ini. Patut diacungi jempol. Secara keseluruhan, Chronicle merupakan film sederhana namun memberikan kesan yang begitu mengigit.

Behind The Scene 

Film ini disutradarai oleh Josh Trank dan merupakan film petama Trank untuk format layar lebar. Sebelumnya Trank menyutradarai serial TV The Kill Point. Film ini memakan bujet $15 juta. Pembuatan film dimulai bulan Mei 2011 dan berakhir di bulan Agustus 2011.

Sutradara Josh Trank

Josh Trank dengan kameranya

Syutingnya kebanyakan dilakukan di Cape Town Afrika Selatan. Kendalanya, di Afrika Selatan mengendara mobil menggunakan sisi kiri jalan dan kemudi berada di sebelah kanan. Maka untuk menyesuaikan dengan keadaan setting sesuai skenario (seolah di Seattle yang kondisi lalulintas dan posisi kemudinya berkebalikan dengan Cape Town), beberapa mobil Amerika terpaksa harus dikirim menggunakan kapal.

Filmnya dilakukan editing postproduksi agar terlihat seperti film found footage. Sinematografer Matthew Jensen menggunakan kamera video Arri Alexa dan lensa Angenleux Optimo dan Cook s4. Untuk membuat adegan yang mensimulasikan kamera Adrew yang meluncur dilantai ketika ditendang oleh kawannya, digunakan skateboard untuk menopang kamera tersebut.

Did You Know? 

Gadis berambut pink pasangan karakter Andrew yang diperankan oleh Anna Wood adalah kekasih Dane DeHaan (Andrew) di kehidupan nyata.

Lagu The Bright Flash yang dinyanyikan oleh M.8.3 yang dimainkan di credit akhir film hanya berisi sebaris lirik: I killed all the rainbows and the species.

Favorite Quotes 

Matt Garetty: Andrew, don’t fart. We’ll never find you again

Andrew Detmer: I’ve been doing a lt of reading, you know? Like, online about, like, just evolution and natural selection and how like there’s this thing, right? Its called the apex predator, right? And basically what this is, is the strongest animal in the ecosystem, right? And as human beings, we’re considered the apex predator but only because smaller animals can’t feed on us because of weapons and stuff, right? A lion does not feel  when it kills a gazelle, right? You do not feel guilty when you squash a fly… and I think that means something. I just think that realy means something.

Cemburu itu Peluru by  Andy Tantono, Erdian Aji, Novita Poerwanto, Oddie Frente, Kika Dhersy Putri

My rating: 4 of 5 stars

detail info:

Paperback, 160 pages
Published March 2011 by Gramedia Pustaka Utama
ISBN13: 9789792268683
edition language: Indonesian

Sinopsis

Berawal dari gagasan 140 karakter di Twitter, 5 orang (Erdian Aji, Novita Poerwanto, Kika Dhersy Putri, Andy Tantono, dan Oddie Frente) yang berbeda latar belakang mengembangkannya menjadi cerita superpendek yang disebut fiksimini. Dengan batasan tema cinta dan cemburu (sesuai judulnya: Cemburu Itu Peluru, yang diambil dari salah satu judul fiksimini dalam buku ini), kelimanya menyajikan kisah-kisah mini yang memiliki perspektif cukup luas seluas arti cinta itu sendiri.

Bahkan dengan sebuah cerita superpendek itu, mereka mampu mengembangkannya lebih jauh menjadi film pendek yang tentunya disertakan juga di buku ini dalam bentuk DVD. Maka dengan disatukannya minat kelima penulis yang berbeda latar belakang itu dalam sebuah komunitas @fiksimini hingga menjadi sebuah buku, terciptalah sebuah bentuk sastra modern yang terdiri dari 97 cerita superpendek dan 1 DVD yang berisi 9 film pendek yang cukup menarik.

Endorsement

“Kata demi kata yang terangkai (dalam fiksimini) menjadi kumpulan cerita superpendek dijamin bikin anda senyum-senyum sendiri atau malah bergidik ngeri. Beberapa bahkan menyisakan tanda tanya dan rasa penasaran sepanjang hari. Singkat, namun membekas.” (Femina)

“Fiksimini di Twitter memang menyusupkan kesegaran di tengah dunia sastra Indonesia yang nyaris kehilangan gagasan.” (Kompas)

 

Opini

Bukan pertamakalinya status Twitter dibukukan. Mari kita lihat lagi T[w]ittit! (Djenar Maesa Ayu) dan Kicau Kacau (Reza Herlambang). Keduanya juga merupakan kumpulan cerita pengembangan dari status 140 karakter itu. Namun di buku ini, saya melihat perbedaan yang sangat kontras dengan kedua buku di atas, yaitu format pengembangan ceritanya tidak berupa cerpen melainkan fiksimini (flash fiction).

Fiksimini adalah cerita yang superpendek dan lebih pendek dari cerpen. Jika dikemas dengan bagus, maka kisah-kisah fiksimini akan menimbulkan kesan yang sangat kuat karena jika cerita itu memiliki kejutan di akhir cerita, kejutan itu datang dengan begitu cepat sebelum pembaca bisa menebaknya. Inilah menarikanya buku ini, karena cerita-cerita di dalamanya bisa membuat kita mendadak terkejut, tersenyum, sedih, merenung bahkan bertanya-tanya.

Kelima penulis dengan latar belakang yang berbeda itu mengembangkan 140 karakter itu menjadi fiksimini dengan ciri khasnya masing-masing. Saya paling menyukai karya-karya Oddie Frente yang sebagian besar fiksimininya cukup mnearik dengan ending yang mengejutkan. Judul yang paling saya suka dari masing-masing penulis adalah: Istriku si Mesin Tanya (Oddie Frente), Susi yang tak Susi (Kika Dhersy Putri), Di Doa Ibuku (Andy Tantono), Dim Sum Bersama Suamiku (Novita Poerwanto), Rindu di Oktober (Erdian Aji).

Buku ini dilengkapi dengan DVD yang berisi 9 film pendek. Diantara film-film itu adalah visualisasi dari ceita di bukunya. Sehingga akan lebih memperjelas kisah-kisah yang masih membingungkan dan ambiguitas yang abu-abu. Filmnya sendiri dibuat dengan sangat sederhana. Dan rasa-rasanya kualitas dari filmnya sendiri tidak sama antara yang satu dengan yang lain. Terkesan tidak rapi jika dilihat secara keseluruhan. Akan sangat bagus jika filmnya dibikin lebih rapi dan lebih berkualitas.

Secara keseluruhan, inilah bentuk sastra modern yang paling saya suka. Begitu singkat dan sangat kuat.

Favorite Quotes

“Memori. Kubuang semua yang telah usang membusuk. Aku malu terbaca oleh Tuhan saat mati.” (hal. 47)

“Jangan tanya apa saja yang kuingat. Coba ingat apa saja yang kau rasa.” (hal. 119)

“Satu kalimat sederhana yang tidak sederhana. Kamu luar biasa!” (Hal. 142)

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html

Aku pesan kebaya spesial ini, aku pakai untuk kali pertama, di hari pernikahanmu, sayang.

Aku cantik sekarang. Aku begitu perempuan dengan balutan kebaya ini sekarang. Namun balutannya tak mampu membalut hatiku yang meretak saat mata ini harus melihatmu berdiri di pelaminan dengan wanita yang kau pilih.

Kau memilihnya, sayang. Tak apa, itu keputusanmu. Kamu tahu yang terbaik untuk dirimu meski hal itu menjadikan hal yang terburuk bagiku. Lima tahun kita pacaran adalah anugerah untukku, sedangkan kamu menginginkan anugerah itu terhentikan sebulan yang lalu. Dengan luka, aku merelakanmu meski aku telah mengorbankan kehormatanku untukmu.

Aku tahu kau butuh wanita yang lebih sempurna. Tidak seperti diriku, yang baru setahun yang lalu kudapatkan kewanitaan itu. Itupun demi kamu.