Posts Tagged ‘2010s science fiction films’

Director: Barry Sonnenfeld

Writers: Etan CohenLowell Cunningham (Malibu comic)

Stars: Will SmithTommy Lee Jones and Josh Brolin

Genres: Action | Comedy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for sci-fi action violence, and brief suggestive content

Runtime: 106 min

“They are back… in time”

Sinopsis

Agent J (Will Smith) dan Agent K (Tommy Lee Jones) harus menyelamatkan bumi ketika Boris the Animal (Jemaine Clement) berhasil meloloskan diri dari penjara LunarMax yang berada di bulan. Boris adalah spesies Boglodite terakhir yang hendak balas dendam kepada Agent K yang telah memotong tangannya pada tanggal 16 Juli 1969. Boris berhasil menemui seseorang yang bisa membuat mesin waktu untuk menjelajah kembali ke tahun 1969. Maka sejarahpun berubah ketika Boris tenyata berhasil membunuh Agent K di tahun tersebut. Masa depan bumi juga terancam. Maka Agent J berusaha kembali ke masa lalu untuk memperbaiki sejarah dan menyelamatkan bumi. Bersama Agent K muda (Josh Brolin), Agent J memburu Boris sebelum sejarah benar-benar berubah.

Boris berhasil melarikan diri dari penjara LunarMax

Aksi Agent J

Agent K dan Agent J

Agent J dengan kendaraan canggihnya

Opini

Untuk ukuran film yang disyuting dengan naskah dadakan bahkan belum jadi, film ini cukup berhasil memuaskan penonton. Lelucon cerdas Will Smith masih saja mengocok perut penonton. Sama sekali jauh dari kesan “naskah yang belum siap”. Sekuel ini adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin selalu muncul di dua sekuelnya. Misalnya mengapa Agent K begitu  pendiam dan dingin. Di sekuel ini pula penonton akan dijabarkan mengenai masa lalu Agent J yang cukup mengejutkan di akhir film.

Spesial efeknya cukup seru apalagi ditambah dengan teknologi 3D. Karakter yang dibawakan para tokoh sentral juga masih saja sangat kental dengan karakter di dua sekuel sebelumnya. Satu tokoh yang cukup menarik adalah tokoh Griffin, alien yang mampu melihat masa depan, yang tidak kalah kocaknya juga. Namun satu kekurangan kecil di penokohan ini adalah tokoh Agent K muda yang diperankan Josh Brolin ini gagal menunjukkan bahwa sang tokoh berusia 29 tahun karena Brolin sendiri berusia 45 tahun. Namun dari segi kemiripan wajah, Brolin sangat pantas untuk memerankan Agent K versi muda.

Behind the Scene

Sekuel ketiga ini dikabarkan telah melakukan syuting bahkan sebelum naskahnya selesai. Naskahnya tak juga selesai karena selalu melibatkan banyak penulis dan ada elemen perjalanan antar waktu. Menurut ahli spesial efek Rob Baker, ketika akan syuting penulis juga berada di studio untuk menulis naskah dan hanya dalam hitungan menit, kata-kata yang dituliskan penulis akan diucapkan aktornya. Beberapa adegan juga di syut secara dadakan.

Rencana pembuatan sekual ini sudah tersusun sejak tahun 2009 dengan memasukkan ide tentang perjalanan antar waktu. Namun sampai bulan Maret 2010 Will Smith belum bisa memutuskan untuk bisa kembali bergabung dalam proyek ketiga ini meskipun Tommy Lee Jones sudah setuju. Smith akhirnya mau bergabung dan syuting dilaksanakan mulai dari November 2010 sampai Mei 2011.

Kursi sutradara masih diisi oleh sineas yang membuat dua sekuel sebelumnya yaitu Barry Sonnenfeld. Harapannya adalah meskipun syuting tanpa naskah, setidaknya Sonnenfeld masih memiliki mood dan feel dari dua film sebelumnya. Tak kalah pentingnya juga Sonnenfeld sudah akrab dengan dua aktor sentral Smith dan Jones. Sedangkan kursi produser masih ditempati oleh Steven Spielberg.

Sutradara Barry Sonnenfeld

produser Steven Spielberg

Persiapan kostum

Persiapan kostum

Persiapan sang aktor

Persiapan kostum

Foto bersama sebelum syuting

Did You Know?

Michael Bay pernah tertarik untuk menyutradarai film ini.

Sacha Baron Cohen pernah menjadi kandidat untuk memerankan tokoh Boris.

Ini adalah film Will Smith dalam 3,5 tahun terakhir sejak dirilisnya film “Seven Pounds” bulan Desember tahun 2008 silam sekaligus waktu terlamanya dia menghilang dari layar lebar sejak karirnya di tahun 1993.

“Men in Black II” dirilis di tahun yang sama dengan film “Spider Man”. Sekuel kali ini, “Men in Black III”, dirilis di tahun yang sama dengan “The Amazing Spider Man”

Favourite Quotes

*Agent K: Don’t ask questions you don’t want to know the answer to.

*Griffin: The bitterest truth is better than the sweetest lie.

*Agent K: Do you know what is the most destructive power in the universe?
Agent J: Sugar?

*Griffin: A miracle is something that seems impossible but happens anyway.

Director: Ridley Scott

Stars: Noomi RapaceLogan Marshall-Green and Michael Fassbender

Genres: Action | Horror | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated R for sci-fi violence including some intense images, and brief language

Runtime: 124 min

-They went looking for our beginning. What they found could be our end-

Sinopsis

Pada tahun 2089, pasangan arkeolog Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan Marshall-Green) menemukan sebuah gambaran kuno di dinding gua yang menggambarkan susunan gugusan bintang. Gambaran ini muncul di tempat-tempat dan peradaban lain yang terpisah dan tidak ada hubungannya sama sekali. Namun gambaran tersebut begitu identik. Maka para ilmuwan itu secara sepakat mengintepretasikan gambar-gambar tersebut adalah suatu pesan yang bersifat undangan dari suatu tempat yang diyakini sebagai tempat asal mula seluruh kehidupan manusia di bumi.

Berdasarkan susunan gambaran bintang-bintang tersebut, mereka akhirnya menemukan lokasi yang identik dengan gambaran itu. Mereka menyebut tempat itu LV-223. Peter Weyland (Guy Pearce), seorang CEO dari Weyland Corporation mendanai perjalanan mereka ke tempat tersebut dengan membangun sebuah pesawat luar angkasa Prometheus.

Pesawat Prometheus

Sekelompok ilmuwan diberangkatkan dalam keadaan ditidurkan. Sedangkan pesawat luar angkasanya dikendalikan oleh robot android bernama David (Michael Fassbender). Mereka akhirnya tiba di tempat yang dituju pada tahun 2093. Mereka mendaratkan Prometheus di sebuah tempat yang dekat dengan suatu struktur raksasa yang ada di planet tersebut. Di situlah sekelompok tim dikirimkan untuk mempelajari tempat yang diyakini sebagai asal mula kehidupan manusia tersebut. Namun yang mereka temukan justru bisa jadi akan menyebabkan musnahnya umat manusia di bumi.

David si manusia android

Opini

Promosi film ini cukup luar biasa. Menurut pengamat film, Prometheus memiliki berbagai aspek yang membuatnya jadi film unggulan musim panas yang layak diperhitungkan kehadirannya. Bahkan mereka optimis bahwa film ini bisa menjadi kuda hitam diantara film-film rilisan tahun 2012 secara keseluruhan baik dari segi pencapaian finansial dan ataupun kualitas.

Namun menurut saya pribadi, ekspektasi akibat materi promosi justru melebihi dari kenyataannya. Saya melihat film ini belum menghadirkan sesuatu. Sepanjang film saya menunggu adanya klimaks yang luar biasa. Namun nyatanya, film ini secara keseluruhan berkesan baru sekedar pemanasan. Untungnya saya menyadari bahwa film ini memang dipersiapkan untuk berlanjut di sekuel berikutnya. Dengan alasan itu saya bisa memaklumi jika ‘si klimaks’ mungkin saja tidak hadir di installment  ini tapi memang dipersiapkan di sekuel berikutnya. Namun pengakuan sutradara Ridley Scott justru mematahkan harapan saya. Dia berkata, “If we’re lucky, there’ll be a second part. It does leave you some nice open questions.” Ini jelas-jelas mengkhawatirkan. Bagaimana mungkin sebuah film yang masih terdapat begitu banyak missing link tidak dibuat lanjutannya? Saya anggap si Ridley Scott sudah berhutang besar pada saya dan dia wajib membuat lanjutan kisahnya yang benar-benar bisa memuaskan ekspektasi saya tehadap franchise  ini. Kita tunggu dan kita doakan saja agar Ridley Scott meluangkan waktunya untuk proyek lanjutannya.

Teknologi 3D yang disajikan belum begitu, menggigit. Alur ceritanya telalu mudah ditebak dan emosi dari alur cerita dan penokohan karakternya masih terlalu datar.

Behind The Scene

Prometheus menjadi ajang kembalinya lagi Ridley Scott, sang sineas yang pada tahun 1979 pernah menyajikan Alien, film horor fiksi ilmiah yang luar biasa sukses. Melalui film ini, Scott hendak menciptakan kisah pondasi bagi mitologi Alien yang selama ini belum pernah diceritakan di layar lebar. Pada awalnya Scott berencana membuat film ini sebagai prekuel langsung dari Alien, namundalam perkembangannya, proyek ini menjadi film yang bisa dibilang berdiri sendiri.

Ridley Scott

Proses syuting dimulai pada bulan Maret 2011 hingga Januari 2012 yang dilangsungkan di Kanada, Inggris, Skotlandia, Islandia dan Spanyol dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi. Bahkan, para pemain penting di film ini harus menandatangani persetujuan guna mencegahtejadinya kebocoran plot penting cerita serta kesediaan mereka membaca skripnya hanya kala berada di bawah pengawasan langsung pihak studio.

Suasana Syuting

Ridley Scott mengarahkan proses syuting

Aktris Charlize Theron ketika syuting

Did You Know?

Gemma Arterton, Carey Mulligan, Olivia Wilde, Anne Hathaway, Abbie Cornish dan Natalie Portman pernah dipertimbangkan untuk memerankan tokoh Elizabeth Shaw.

James Franco pernah dipertimbangkan untuk peran Holloway.

Michelle Yeoh pernah dipertimbangkan untuk peran Meredith Vickers yang akhirnya diperankan oleh Charlize Theron.

Film ini awalnya akan diberi judul Paradise. Tapi Ridley Scott sendiri yang mengusulkan memberi judlu Prometheus karena dianggap lebih sesuai dengan tema yang diangkat film ini yang menceritakan tentang proses penciptaan. Prometehus adalah pelayan para dewa-dewi. Dia mencuri dan membagi-bagikan anugerah besar pada manusia berupa api yang memiliki peran sangat penting bagi kehidupan manusia untuk selamanya.

Noomi Rapace, aktris Swedia yang memerankan tokoh Elizabeth Shaw, harus berlatih berbicara dengan dialek British agar sesuai dengan karakter Shaw.

Charlize Theron mengalami kesulitan menjalani adegan berlari di pasir dengan menggunakan sepatu boot gara-gara kebiasaan merokoknya.

Nama tokoh android yang muncul di franchaise Alien, entah sengaja atau tidak, selalu dinamai menurut urutan abjad: Ash (dalam Alien), Bishop (dalam Aliens,dan Aliens 3), Call (dalam Alien: ressurection) dan kini David (dalam Prometheus).

Favorite Quotes

David: Big things have small beginings.

Elizabeth Shaw: My God, we were so wrong…

Director:  Joss Whedon

Writers: Joss Whedon (screenplay), Zak Penn (story), Stan Lee (comic book), Jack Kirby (comic book)

Stars: Robert Downey Jr.Chris Evans and Scarlett Johansson

Genres: Action | Adventure | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of sci-fi violence and action throughout, and a mild drug reference

Runtime: 143 min

“Every team needs a Captain”

Sinopsis

Bumi kembali menerima ujian berat ketika Loki (Tom Hiddleston), dewa yang merupakan saudara dan juga musuh bebuyutan Thor (Chris Hemsworth). Loki mengincar sumber kekuatan yang baru ditemukan di bumi yang disebut Tesseract. Dengan Tesseract, Loki ingin menguasai bumi.

Loki

Nick Fury (Samuel L. Jackson), seorang kepala organisasi penjaga perdamaian internasional (S.H.I.E.L.D) berupaya untuk mengumpulkan seluruh supe hero yang ada di bumi untuk menghentikan Loki sekaligus merebut kembali Tesseract yang sudah telanjur dikuasai Loki. Untuk membentuk kelompok beranggotakan manusia super ikonik seperti Iron Man (Robert Downey Jr.), Captain America (Chris Evans), Thor (Chris Hemsworth), Black Widow (Scarlett Johansson), Hulk (Mark Ruffalo), Nick Fury melakukan berbagai upaya untuk membujuk mereka untuk ikut bergabung.

Ternyata banyak kendala untuk menyatukan mereka terlebih masing-masing memiliki ego yang besar. Terutama Captain America dengan latar belakang sebagai seorang prajurit perang yang terbiasa dengan koordinasi dan perencanaan, sering terjadi perselisihan dengan Iron Man yang terbiasa bekerja sendiri dan beraksi secara spontan. Belum lagi dengan adanya masalah-masalah masa lalu dari tiap karakter dan juga misi tersembunyi S.H.I.E.L.D di balik penggabungan para pasukan super itu.

Di saat mereka menghadapi masalah dengan kekompakan, waktu tidak lagi tersisa banyak ketika Loki mulai membuka gerbang untuk memasukkan banyak monster dari dunia lain untuk menghancurkan bumi.

Black Widow

Thor dan Captain America

Hawkeye dan Hulk

Tim The Avengers

Opini

Kolaborasi deretan superheo exravanganza ini nampaknya sangat menyita perhatian para kalangan pecinta film. Bisa jadi inilah proyek terbesar dan film yang begitu banyak dinantikan di tahun 2012. Penonton memang telah dijanjikan film ini sejak film Captain America dirilis dengan disisipkannya teaser trailer perdana The Avenger di penghujung durasi filmnya. Sejak saat itulah para fans superhero Marvel  ini memulai penantiannya.

Deretan aktor pemeran superhero ini masih sama kecuali tokoh Bruce Banner (Hulk) yang tadinya diperankan oleh Edward Norton, diperankan oleh Mark Rufallo. Hal ini bukanlah suatu hal yang mampu mengurangi antusiasme publik karena sosok yang lebih dominan dan dielu-elukan adalah sosok Hulk ketimbang Bruce Bannernya. Fakta bahwa tokoh-tokoh besar itu masih dimainkan oleh pemeran aslinya, yang masing-masing sudah sukses dalam kiprah ‘solo’ mereka, akan membuat para pecinta ikon-ikon tersebut semakin merasa layak untuk menunggu film ini.

Meskipun film ini adalah kolaborasi dari seabrek tokoh ikonik, Joss Whedon sebagai seorang sutradara nampaknya mampu menempatkan masing-masing ikon itu dengan proporsi yang pas. Masing-masing memiliki karakter dan kisah yang dituturkan dengan proporsi yang sama sehingga tidak ada kesan dominasi dari salah satu tokohnya. Bahkan tokoh ikonik baru Natasha Romanoff (Black Widow) mendapatkan alur kisah yang cukup untuk menceritakan identitas dan latar belakang kehidupannya.

Untuk sajian spesial efeknya sudah tidak pelu diragukan lagi. Efeknya juga extravaganza. Pesta porak poranda di tengah kota cukup memanjakan para penonton yang sangat suka dengan ledakan-ledakan dahsyat.

Selain aksi yang luar biasa, film ini memasukkan banyak sekali lelucon-lelucon cerdas khas Tony Stark dan dialog-dialog dari tokoh lain.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Joss Whedon yang memang dikenal sebagai fans komik The Avengers.

Sutradara Joss Whedon

“Ultimately these people don’t belong together and the whole movie is about finding yourself from community. It will be the heart of the film” (Joss Whedon)

“It goes back to the very first incarnation of The Avengers, it goes to the Ultimates, it goes to everything about it. It makes no sense, it’s ridiculous. There’s a thunder god. There’s a green “id” giant rage monster, there’s Captain America from 40s. There’s Tony Stark who definetely doesn’t get along with anybody.” (Joss Whedon)

Proses pembuatan filmnya dimulai pada bulan April 2011 dengan lokasi syuting di Albuquerque, New Mexico. Kemudian bulan Agustus beralih ke Cleveland, Ohio dan terakhir pada bulan September 2011 di New York City hingga rangkaian kegiatannya selesai.

Spesial efek yang spektakuler di film ini merupakan gabungan dari perusahaan-peusahaan yang memang sudah pernah menangani proyek film Marvel sebelumnya, yaitu: Fuel VFX (Iron Man 2, Thor, Captain America: The First Avenger), Industrial Light and Magic (Iron Man, Iron Man 2), Legacy Effects (Iron Man 2, Thor), Luma Pictures (Thor, Captain America:The First Avenger), The Third Floor (Thor) dan Weta Digital.

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Suasana santai disela-sela syuting

Joss Whedon mengarahkan aktor Mark Ruffalo

Para bintang The Avengers dan sutradara

Did You Know?

The Avengers merupakan film superhero Marvel pertama yang hak distribusinya dipegang Walt Disney Picture.

Pada awalnya, Edwars Norton direncanakan untuk kembali memerankan tokoh Bruce Banner, namun negosiasi dengan sang aktor tidak berhasil. Aktor Joaquin Phoenix juga sempat dirumorkan untuk mengambil peran ini. Namun pilihan akhirnya dijatuhkan pada Mark Ruffalo.

Untuk pertama kalinya sosok hulk dipeankan oleh aktornya, Mark Ruffalo dengan teknik virtual-camera motion-picture. Sebelumnya sosok hulk diperankan oleh aktor yang berbeda dengan tokoh Bruce Banner (Bill Bixby sebagai bruce Banner dan Lou Ferrigno sebagai Hulk) atau disisipkan menggunakan CGI.

Untuk mempertahankan fisik yang sesuai dengan peran Thor, Chris Hemsworth sampai meningkatkan diet ketat.

Di film ini, karakter Tony Stark tampak mengenakan kaos berlabel Black Sabbath. Grup musik cadas ini memang pernah memyanyikan Iron Man  untuk soundtrack  film Iron Man (2008).

Favorite Quotes

Nick Fury: There was an idea to bring together a group of remarkable people, so when weneeded them, they could fight the battle that we never could..

Loki: In the end, it will be every man for himself…

Nick Fury: The world has changed…
Steve Rogers: At this point I doubt anything would surprise me.

Buce Banner: We’re not a team. We’re time-bomb!

Steve Rogers: Stark, we need a plan of attack!
Tony Stark: I have a plan: attack!