Posts Tagged ‘American films’

Director: Barry Sonnenfeld

Writers: Etan CohenLowell Cunningham (Malibu comic)

Stars: Will SmithTommy Lee Jones and Josh Brolin

Genres: Action | Comedy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for sci-fi action violence, and brief suggestive content

Runtime: 106 min

“They are back… in time”

Sinopsis

Agent J (Will Smith) dan Agent K (Tommy Lee Jones) harus menyelamatkan bumi ketika Boris the Animal (Jemaine Clement) berhasil meloloskan diri dari penjara LunarMax yang berada di bulan. Boris adalah spesies Boglodite terakhir yang hendak balas dendam kepada Agent K yang telah memotong tangannya pada tanggal 16 Juli 1969. Boris berhasil menemui seseorang yang bisa membuat mesin waktu untuk menjelajah kembali ke tahun 1969. Maka sejarahpun berubah ketika Boris tenyata berhasil membunuh Agent K di tahun tersebut. Masa depan bumi juga terancam. Maka Agent J berusaha kembali ke masa lalu untuk memperbaiki sejarah dan menyelamatkan bumi. Bersama Agent K muda (Josh Brolin), Agent J memburu Boris sebelum sejarah benar-benar berubah.

Boris berhasil melarikan diri dari penjara LunarMax

Aksi Agent J

Agent K dan Agent J

Agent J dengan kendaraan canggihnya

Opini

Untuk ukuran film yang disyuting dengan naskah dadakan bahkan belum jadi, film ini cukup berhasil memuaskan penonton. Lelucon cerdas Will Smith masih saja mengocok perut penonton. Sama sekali jauh dari kesan “naskah yang belum siap”. Sekuel ini adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin selalu muncul di dua sekuelnya. Misalnya mengapa Agent K begitu  pendiam dan dingin. Di sekuel ini pula penonton akan dijabarkan mengenai masa lalu Agent J yang cukup mengejutkan di akhir film.

Spesial efeknya cukup seru apalagi ditambah dengan teknologi 3D. Karakter yang dibawakan para tokoh sentral juga masih saja sangat kental dengan karakter di dua sekuel sebelumnya. Satu tokoh yang cukup menarik adalah tokoh Griffin, alien yang mampu melihat masa depan, yang tidak kalah kocaknya juga. Namun satu kekurangan kecil di penokohan ini adalah tokoh Agent K muda yang diperankan Josh Brolin ini gagal menunjukkan bahwa sang tokoh berusia 29 tahun karena Brolin sendiri berusia 45 tahun. Namun dari segi kemiripan wajah, Brolin sangat pantas untuk memerankan Agent K versi muda.

Behind the Scene

Sekuel ketiga ini dikabarkan telah melakukan syuting bahkan sebelum naskahnya selesai. Naskahnya tak juga selesai karena selalu melibatkan banyak penulis dan ada elemen perjalanan antar waktu. Menurut ahli spesial efek Rob Baker, ketika akan syuting penulis juga berada di studio untuk menulis naskah dan hanya dalam hitungan menit, kata-kata yang dituliskan penulis akan diucapkan aktornya. Beberapa adegan juga di syut secara dadakan.

Rencana pembuatan sekual ini sudah tersusun sejak tahun 2009 dengan memasukkan ide tentang perjalanan antar waktu. Namun sampai bulan Maret 2010 Will Smith belum bisa memutuskan untuk bisa kembali bergabung dalam proyek ketiga ini meskipun Tommy Lee Jones sudah setuju. Smith akhirnya mau bergabung dan syuting dilaksanakan mulai dari November 2010 sampai Mei 2011.

Kursi sutradara masih diisi oleh sineas yang membuat dua sekuel sebelumnya yaitu Barry Sonnenfeld. Harapannya adalah meskipun syuting tanpa naskah, setidaknya Sonnenfeld masih memiliki mood dan feel dari dua film sebelumnya. Tak kalah pentingnya juga Sonnenfeld sudah akrab dengan dua aktor sentral Smith dan Jones. Sedangkan kursi produser masih ditempati oleh Steven Spielberg.

Sutradara Barry Sonnenfeld

produser Steven Spielberg

Persiapan kostum

Persiapan kostum

Persiapan sang aktor

Persiapan kostum

Foto bersama sebelum syuting

Did You Know?

Michael Bay pernah tertarik untuk menyutradarai film ini.

Sacha Baron Cohen pernah menjadi kandidat untuk memerankan tokoh Boris.

Ini adalah film Will Smith dalam 3,5 tahun terakhir sejak dirilisnya film “Seven Pounds” bulan Desember tahun 2008 silam sekaligus waktu terlamanya dia menghilang dari layar lebar sejak karirnya di tahun 1993.

“Men in Black II” dirilis di tahun yang sama dengan film “Spider Man”. Sekuel kali ini, “Men in Black III”, dirilis di tahun yang sama dengan “The Amazing Spider Man”

Favourite Quotes

*Agent K: Don’t ask questions you don’t want to know the answer to.

*Griffin: The bitterest truth is better than the sweetest lie.

*Agent K: Do you know what is the most destructive power in the universe?
Agent J: Sugar?

*Griffin: A miracle is something that seems impossible but happens anyway.

Iklan

Director: Andrew Stanton

Writers: Andrew Stanton (screenplay), Mark Andrews(screenplay), Michael Chabon (screenplay), Edgar Rice Burroughs (story “A Princess of Mars”)

Stars:  Taylor KitschLynn Collins and Willem Dafoe

Genres: Action | Adventure | Fantasy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of violence and action

Runtime: 132 min

Lost in Our World. Found in Another.

Sinopsis

John Carter (Taylor Kitsch) adalah seorang kapten yang berasal dari virginia. Saat itu dia hidup dalam suasana perang saudara. Usai perang dia dipindahkan ke Arizona dan menjadi pencari emas di sana. Namun dia mendapat tentangan dari penduduk setempat. Salah satunya Kolonel Powell (Bryan Cranston) yang menekannya untuk ikut melawan suku Apache. Carter menolaknya. Maka usaha-usaha pelarian dari kolonel Powell pun sering dilakukan tapi tidak pernah berhasil.

Suatu hari Carter bisa meloloskan diri dari kurungan Powell. Ditengah kejar-kejaran itu, mereka bertemu dengan suku Apache yang justru membalik situasi sehingga Powell dan Carter kini menjadi buruannya. Mereka bersembunyi dari suku Apache di sebuah gua keramat. Di situlah Carter secara tiba-tiba bisa berpindah ke Mars.

Pada awalnya Carter tidak menyadari bahwa dirinya berada di Mars. Yang menjadi pertanyaan hanyalah mengapa dia memiliki kemampuan meloncat yang jauh lebih tinggi dari biasanya dan banyak mahluk-mahluk aneh yang ditemuinya. Carter berjumpa dengan suku Tharks yang terkesan dengan kemampuan super Carter. Karena adanya perbedaan gravitasi yang jauh lebih ringan dripada  di bumi, Carter mampu bergerak lebih lincah danbisa melompat lebih jauh. Di planet itu Carter terjebak dalam petempuran yang telah terjadi ratusan tahun antara negri Helium dan Zodanga. Dalam pertempuran itu Carter menyelamatkan  puteri Helium, Dejah Thoris (Lynn Collins) yang sedang betarung dengan Sab Than (Dominic West), pimpinan Zodanga. Sab Than sendiri diperalat oleh bangsa Thern yang dipimpin oleh Matai Shang (Mark Strong) yang memiliki misi memecah belah dan membuat kehancuran di Mars.

John Carter di antara suku Tharks

John Carter bersama Dejah Thoris

Carter bersama Dejah Thoris dan anak Tarkas (pimpinan suku Tharks), Sola (Samantha Morton) menjalani petualangan dengan konflik-konflik berbagai pihak di planet itu.

Carter melawan monster

Opini

Film ini mendapatkan tantangan terbesar yang dihadapi Disney. Pasalnya, unsur-unsur tema dan plot dalam John Carter sudah begitu sering digunakan di berbagai film seperti Star Wars hingga Avatar. Untuk itu, para sineas John Carter harus bisa menyajikan sesuatu yang lebih hingga para audiensnya tahu bahwa John Cater-lah tokoh pioner dengan segala unsur-unsur dalam plot nya. Tokoh inilah yang bisa menginspirasi kisah petualangan luar angkasa di waktu-waktu setelahnya hingga saat ini.

Namun harapan ini tidak terealisasi sepenuhnya karena nyatanya hasilnya juga biasa-biasa saja. Dari segi cerita yang cukup kompleks itu, alurnya berkesan terlalu cepat. Penggambaran mahluk Mars-nya kurang variatif jika dibanding dengan alien-alien yang ada di Star Wars. Kisah petualangan bernuansa koboi western ini juga masih kalah jika dibanding dengan Indiana Jones. Aksi-aksinya terlalu banyak dibalut dengan spesial efek.

Tapi dari segi cerita, kompleksitasnya lumayan menarik. Twist-nya tetap ada meskipun tidak begitu dominan. Mungkin pujian ini agaknya semu karena sudah tentu segala kebaikan di sisi ceritanya tak lain karena adaptasi dari novelnya yang memang sudah laris.

Behind The Scene

Disney rupanya berambisi dalam menghidupkan kisah John Carter. Maka setelah tahun 2007 mereka mendapatkan hak ciptanya, Andrew Stanton ditunjuk sebagai sutradara dan Mark Andrews sebagai penulisnya.

Sutradara Andrew Stanton

“So much has been deived from this book over 100 years that my first dilemma was, “How the hell do you make this and not look like you’re being derivative yourself?” (Andrew Stanton)

Setelah menyelesaikan proyek Wall-E, sutradara Andrew Stanton secara praktis ‘dipinjamkan’ kepada Disney oelh Pixar untuk mendalangi proyek John Carter ini. Kata Jim Morris, General Manager  dari Pixar, ”It’s not a Pixar film, it’s not an animated film, it’s not a G or PG rated film-probably a PG-13. There are battles and dismembements and things such as that: things not suitable for small children.”

Untuk pengambilan gambar sesi motion capture-nya, para pemain yang memerankan karakter suku Tharks harus mengenakan setelan berwarna abu-abu dan beraksi di set lokasi yang memiliki suhu sampai 100 derajat celcius.

Stanton sedang mengarahkan sang aktor

Suasana syuting di studio

Suasana syuting di studio

Film ini diangkat dari tokoh novel karya Edgar Rice Burroughs. Total ada 11 volume yang peilisan volume pertamanya di tahun 1917 hingga kisah terakhirnya dirilis pada tahun 1964. Filmnya sendiri disetting untuk berformat trilogi dimana seri pertama ini hanya akan mengangkat kisah novel pertamanya yang berjudul A Princess of Mars.

Edgar Rice Burrough

Novel A Princess of Mars

Novel A Princess of Mars ditulis sejak tahun 1991 ketika Burroughs berumur 35 tahun. Publikasi pertamanya justru menggunakan judul Under the Moons of Mars. Burroughs sendiri merasa pesimis ketika membuat novel ini namun kecemasannya tidak beralasan karena novel begenre aksi fantasi ini menjadi pionir tema kisah petualangan antariksa yang populer hingga berpuluh-puluh tahun berikutnya sampai sekarang.

Did You Know?

Sebelum tokoh John Carter jatuh ke tangan Taylor Kitsch, akto Jon Hamm dan Josh Duhamel juga pernah dicalonkan juga.

Taylor Kitsch mengaku menderita masalah hati ketika menjalani diet ketat dan latihan fisik hingga berat badannya berkurang 30 pon.

Film ini dirilis tepat seratus tahun sejak kemunculan pertama kali cerita john Carter yang ditulis oleh Edgar Rice Burroughs pada tahun 1912.

Buku John Carter ditulis di Utah. Film ini juga sebagian besa disyuting di Utah.

Salah satu tato Dejah di tangan kanannya bergambar kepala Mickey Mouse.

Film ini adalah film fomat live action ketiga yang memiliki rating PG-13 setelah Pirates of Caribean: The Cuse of the Black Pearl dan Prince of Pesia: The Sands of Time.

Kisah ini sempat menjalani proses pra produksi sejak tahun 1931. Ini membuatnya menjadi proyek film dengan status development hell (nasib pembuatan yang tidak menentu) paling lama. Ketika itu Robert Clampett sudah melobi novelis Edgar Rice Burroughs untuk mengangkat buku A Princess of Mars menjadi film animasi. Sayang proyek tesebut berhenti di tengah jalan. Seandainya saja bisa bejalan dengan mulus, bisa jadi John Carter akan menjadi film animasi layar lebar pertama di Amerika mengalahkan Snow White and the Seven Dwarfs (1937).

Planet Mars disebut sebagai Barsoom oleh penghuninya. Kata ini berasal dari kata soom (planet: dalam bahasa mahluk Mars) dan bar (artinya: delapan, karena Mars diceritakan berada di posisi kedelapan tata surya setelah matahari, Merkurius, Venus, Bumi beserta sateli-satelit yang berada di antara bumi dan Mars)

Favorite Quotes

–Tars Takas: When I saw you, I believed it was a sign… that something new can come into this world.

–Tars Tarkas: (to john) You are ugly, but you are beautiful. And you fight like a Thark!

–Matai Shang: we do not cause the destruction of a waorld, Captain Carter. We simply manafe it. Feed off it, if you like.

 

Director: Brad Peyton

Writers: Brian Gunn (screenplay and story), Mark Gunn (screenplay and story), Richard Outten (story), Jules Verne (novel)

Stars: Josh HutchersonDwayne Johnson and Michael Caine

Genres: Action | Adventure | Comedy | Family | Fantasy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG for some adventure action, and brief mild language

Runtime: 94 min

“Believe the Impossible. Discover the Incredible.”

Sinopsis

Kisah ini diawali ketika Sean (Josh Hutcherson) menerima sebuah kode pesan yang diyakini dari kakeknya, Alexander Anderson (Michael Caine) yang hilang. Dengan bantuan ayah tiri Sean, Hank Parson (Dwayne Johnson), kode-kode itu bisa dipecahkan. Ternyata pesan itu merujuk pada tiga buku berjudul The Mysterious Island karangan Jules Verne, Treasure Island karangan Robert Louis Stevenson dan Gulliver’s Travel karangan Jonathan Swift. Ketiga buku itu juga menyimpan teka-teki berikutnya yaitu sebuah peta dan posisi koordinat dari sebuah pulau.

Sean dan Hank sedang memecahkan teka-teki

Bersama ayah tirinya, Sean memutuskan untuk mencari pulau yang dimaksud. Namun menurut penduduk setempat, tidak ada pulau di lokasi tersebut. Bahkan hanya pelaut bodoh yang mau menuju tempat yang sering terjadi badai mematikan tersebut. Namun karena tergiur imbalan yang ditawarkan, seorang pilot helikopter bernama GabatoLuis Guzmán) bersama putrinya yang cantik Kailani (Vanessa Hudgens) bersedia mengantar mereka ke tempat tersebut.

Pilot helikopter Gabato dan putrinya Kailani

Benar saja, tenyata tempat yang dituju tertutup badai yang luar biasa hebat. Helikopter yang ditumpangi mereka jatuh dan nasib baik membuat mereka terdampar di pulau misterius yang mereka cari. Pulau tersebut menyimpan keindahan yang luar biasa sekaligus keanehan yang tidak ditemui di pulau pada umumnya. Petualangan mereka untuk menemukan dan membawa pulang kakek Sean juga dibarengi dengan adanya bahaya yang mengancam seluruh pulau yang diperhitungkan akan tenggelam dalam waktu yang sangat dekat. Mereka harus berkejaran dengan waktu untuk bisa keluar dari pulau.

setibanya di pulau misterius, petualangan mereka makin seru

menghadapi binatang berukuran raksasa

dan binatang yang berukuran mini

Opini

Filmnya lumayan seru untuk bisa dinikmati sebagai hiburan seluruh anggota keluarga. Sayang saya tidak punya kesempatan untuk mencoba menonton versi 3D atau versi IMAX nya. Jadi tampilan spesial efek yang harusnya bisa terlihat begitu megah hanya tampil datar-datar saja di layar 2D.

Alur ceritanya menarik, apalagi untuk penggemar novel-novel Jules Verne. Ditambah lagi penggabungan dari 2 novel tekenal lain yang membuat cerita lebih kompleks. Namun alur ceritanya sendiri kurang dewasa karena tokoh-tokohnya berkesan selalu beruntung dan selalu berada di tempat dan waktu yang tepat untuk selamat dari bahaya yang mengancam. Tantangan survival nya kurang menggigit. Tapi hal ini bisa dimaklumi jika film ini menyasar penonton dengan jangkauan umur yang lebih luas sehingga bisa dinikmati oleh anak-anak.

Film ini cukup bermuatan komedi yang berbobot. Baik dari dialog dengan lelucon cerdasnya hingga ke aksi para tokoh-tokohnya.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Brad Peyton, sineas yang berada dibalik film Cats & Dogs: The Revenge of Kitty Galore. Pengambilan gambar dilakukan di Hawaii antara lain di Oahu, Wamea Valley dan Kualoa Ranch. Selain itu proses syuting juga mengambil tempat di Wilmington, North Carolina.

Sutradara Brad Peyton

Dana pembuatan film ini mencapai $110 juta untuk menjamin penggunaan 3D yang maksimal dan tampilan terbaik untuk bisa tampil di teater IMAX.

Suasana syuting

Sutradara sedang mengarahkan aktor Dwayne Johnson

Sutradara sedang mengarahkan aktor Josh Hutcherson

Cerita di film ini teinspirasi dari novel karangan Jules Verne dengan judul yang sama: The Mysterious Island. Namun sang penulis naskah Richard Outten memasukkan unsur cerita lain yang diambil dari dua novel klasik lainnya yaitu Treasure Island karangan Robert Louis Stevenson dan Gulliver’s Travel karangan Jonathan Swift.

Did You Know?

Film ini adalah sekuel kedua dari Journey to the Center of the Earth (2008) yang sama-sama diadaptasi dari buku karangan Jules Verne. Namun di karya Verne sebenarnya, The Mysterious Island bukan sekuel dari novel Journey to the Center of the Earth  melainkan sekuel dari novel berjudul 2000 Leagues Under the Sea.

Tokoh Alexander Anderson yang diperankan aktor Michael Caine diceritakan mencari kapal selam Nautilis milik Kapten Nemo. Pada tahun 1997, Caine memerankan Kapten Nemo untuk film remake2000 Leagues Under the Sea’.

Jules Verne yang novelnya menjadi inspirasi dari film ini memiliki nama lengkap Jules Gabriel Verne yang lahir pada tanggal 8 Februari 1828. Selain menulis novel berjudul The Mysterious Island, Verne juga menulis karya fenomenal lain yaitu 2000 Leagues Under the Sea (1870), A Journey to the Center of the Earth (1864) dan Around the World in Eighty Days. Verne banyak menulis tentang petualangan luar angkasa, udara dan bawah air bahkan jauh sebelum penemuan pesawat dan kapal selam. Karena itulah dia disebut sebagai “Father of Science Fiction”.

Jules Verne

Awalnya film ini hendak mengangkat tema Atlantis sebagai tema utama namun dibatalkan karena masalah biaya dan adanya proyek lain bertema sama.

Favorite Quotes

Alexander: [On Sean’s sprained ankle] On three. One…
[Pops ankle back]
Hank: What happened to two and three?
Sean: Yes, what happened to two and three?
Alexander: Two. Three.

—————————————————————

Sean: if we die down there, Mom’s gonna kill us.

—————————————————————

Kailani: we’ll have all the wealth we’ll ever need. Just as long as we’re together.

Director: Michael Sucsy

Writers: Jason KatimsAbby Kohn (screenplay), Stuart Sender (story), Marc Silverstein (screenplay)

Stars: Rachel McAdamsChanning Tatum and Sam Neill

Rated: PG-13 for an accident scene, sexual content, partial nudity and some language

Runtime: 104 min

Review

Kehidupan bahagia romantis dan manis yang dialami Leo (Channing Tatum) dan Paige (Rachel McAdams) tanpa diduga berakhir begitu saja ketika sebuah kecelakaan membuat memori Paige hilang. Kehilangan memori ini menyebabkan Paige tidak mengingat lagi kehidupan pasca perkawinan mereka. Hal ini meyebabkan Paige mengenal Leo sebagai orang asing.

Pernikahan Leo dan Paige yang begitu bahagia

Dengan beban berat ini Leo berusaha membangun kembali memori Paige. Paige sendiri tidak ingat tentang seluruh latar belakang hidupnya yang telah sukses sebagai seorang seniman. Ingatan terakhirnya adalah ketika dia bercita-cita kuliah di jurusan hukum. Tantangan Leo semakin berat ketika orang tua Paige, Rita Thornton (Jessica Lange) dan Bill Thornton (Sam Neill), berusaha membujuk Paige berkumpul kembali bersama mereka. Tentu saja ingatan Paige terhadap keluarganya tidak hilang. Ini berarti kesempatan Leo untuk membangun cintanya kembali akan mengalami kendala jika Paige tinggal bersama orang tuanya.

Paige berusaha membangun kembali memorinya yang hilang dari kumpulan foto-fotonya

Kisah cintanya juga bercabang karena ingatan terakhir Paige ketika dia sedang jatuh cinta pada Jeremy (Scott Speedman) bahkan sempat bertunangan. Tapi Paige tidak ingat kenapa mereka membatalkan pertunangan itu sehingga hilangnya memori ini justru menumbuhkan lagi cinta lamanya itu.

Usaha Leo untuk membuat Paige kembali kepadanya tidak pernah berhenti. Bahkan Paige akhirnya akan menemukan satu demi satu missing link yang membuat semua keputusan manuver hidupnya masuk akal. Tapi mampukah janji setia pernikahan itu akan terpenuhi kembali?

Opini

Sungguh tepat jika film ini dirilis bulan Februari 2012 yang tentu saja dengan tema drama romantis akan menjadi nilai jual jika diputar di suasana hari valentine. Dilihat dari tema ceritanya sendiri model plot macam ini bukan tema yang baru. Tentu saja sudah banyak film terkenal yang mengusung tema hilang memori macam ini. Sebut saja The Notebook, A Moment to Remember, dan 50 First Date. Tapi yang menjadi daya tarik di  kisah ini adalah bahwa kisah di film ini diinspirasi dari kisah nyata.

Memang pelik jika membayangkan masalah yang ada di film ini. Coba bayangkan jika semua memori romansa itu hilang dan orang yang paling dicintai tak lebih hanya orang asing. Yag perlu dipandang cukup serius adalah di titik manakah memori itu hilang. Jika selama ini seseorang mengambil keputusan untuk mengambil manuver pola hidup dan berusaha menghindari suatu lingkungan hidup tertentu yang berusaha dilupakan dan dijauhi, maka ketika kealpaan itu terjadi di titik sebelum keputusan itu dibuat, maka apa yang telah diputuskan itu akan hilang tak berbekas dari ingatan. Yang artinya, seseorang itu akan kembali terjebak di kehidupan lamanya tanpa mengingat alasan untuk menjalani manuver hidup. Tidak peduli apaah alasan itu sanagat signifikan atau tidak. Bisa jadi pihak-pihak tertentu akan memanfaatkan keadaan ini karena orang yang kehilangan sebagian memori sama saja dengan orang yang telah dicuci otaknya.

Film ini memiliki twist yang sederhana, halus dan sangat ringan. Romansanya sendiri cukup manis. Di beberapa titik penonton akan merasakan sesuatu yang menjengkelkan ketika Paige tidak bisa mengingat kenangan paling manis sekalipun. Sekaligus akan ada perasaan iba dan sedikit konyol di sana.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Michael Sucsy yang sukses sebagai sutradara film televisi berjudul Grey Gardens (2009). Dalam film ini Sucsy untuk kedua kalinya bekerja sama dengan aktris Jessica Lange (pemeran Rita Thornton) yang sebelumnya bertemu di Grey Gardens.

Sutradara Michael Sucsy

Pengambilan gambar dimulai bulan Agustus 2010 dan selesai di bulan November. Lokasi syutingnya di Chicago dan Toronto dengan bujet $30 juta.

Did You Know?

Film ini diinspirasi dari buku dengan judul sama yang mengisahkan Kim dan Krickitt Carpenter. Dalam buku yang ditulis oleh Kim diceritakan tentang kecelakaan mobil yang terjadi di 10 minggu setelah pernikahan mereka (18 September 1993). Kecelakaan ini menyebabkan Krickitt mengalami trauma otak sehingga membuat memori romansanya terhapus. Kim tetap mencintai meskipun Krickitt menganggap Kim sebagai orang asing setelah kejadian kecelakaan itu. Tapi karena ikatan janji dan kepercayaan yang tiggi kepada Tuhan, mereka bersatu kembali sebagai keluarga yang utuh meski Krickitt tidak akan pernah mendapatkan memorinya kembali.

Kim dan Krickitt Carpenter beserta anak-anaknya

Buku karangan Kim dan Krickitt Carpenter

Quotes

Paige: I vow to help you love life, to always hold you with tenderness and to have the patience that love demands, to speak when words are needed and to share the silence when they are not and to live within the warmth of your heart and always call it home.
Leo: I vow to fiercely love you in all your forms, now and forever. I promise to never forget that this is a once in a lifetime love.

————————————————————–

Leo: Life’s all about moments, of impact and how they changes our lives forever. But what if one day you could no longer remember any of them?

————————————————————–

Paige: I hope that one day I can love you the way you love me.
Leo: You figured it out once. You’ll do it again.

————————————————————–

Leo: I vow to love you, and no matter what challenges might carry us apart, we will always find a way back to each other.