Archive for the ‘Review Film’ Category

Director:  Christopher Nolan

Writers:  Jonathan Nolan (screenplay), Christopher Nolan(screenplay),

Christopher Nolan (story), David S. Goyer (story), Bob Kane (Batman Character)

Stars: Christian BaleTom Hardy and Anne Hathaway

Genres: Action | Adventure | Drama | Thriller

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of violence and action, some sensuality and language

Runtime: 164 min

-The Legend Ends-

Sinopsis

Kisah ini bersettingkan delapan tahun setelah Batman (Christian Bale) dituduh sebagai pelanggar hukum dan buronan polisi Gotham demi menutupi aksi kejahatan Harvey Dent alias Tow Face. Dent sendiri akhirnya dianggap sebagai The White Knight. Atas dasar inilah Bruce Wayne yang semakin tua dan sedikit cacat menahan diri untuk tidak lagi keluar sebagai Batman.

Di lain pihak kota Gotham mendapatkan ancaman dari teroris bernama Bane (Tom Hardy) yang ingin menguasai Gotham. Maka dengan melawan segala konflik batin, Wayne akhirnya merasa harus membangkitkan kembali Batman. Tokoh antagonis yang sangat brutal tersebut akan menguji batas kemampuan yang dimiliki Batman baik fisik maupun mental.

Tokoh antagonis Bane

Batman vs Bane

Cat Woman

 

 

Opini

Setelah empat tahun menunggu kelanjutan kisah Batman versi Nolan, akhirnya film yang dirilis 20 Juli 2012 ini mengakhiri triloginya. Christopher Nolan memang memiliki ciri khas di film-filmnya yang menggabungkan aksi psikologis dan sedikit filsafat. Saya pribadi sudah menyukai karya Nolan sejak film Batman Begins (2005) yang sudah kental nuansa gelapnya. Tidak sekedar superhero yang hanya menyasar anak-anak, trilogi Batman versi Nolan lebih memiliki kompleksitas cerita yang jauh lebih berat dan dewasa.

Spesial efeknya tidak terlalu mendominasi karena kekuatan justru ada pada jalan ceritanya. Namun aksi-aksinya cukup brutal mengingat sosok Bane yang memang secara fisik sangat kuat dan cukup cerdas. Tapi yang disayangkan adalah kekalahan tokoh antagonisnya yang berkesan terlalu sederhana.

Penampilan Anne Hathaway sangat memukau. Mengingat bahwa dia belumlah familier tampil di peran-peran yang membutuhkan olah fisik. Hal ini membuktikan bahwa ia sanggup memainkan karakter apapun.

Behind the Scene

Sekitar bulan Desember 2008, sang sutradara Christopher Nolan menyelesaikan outline kasar dari kisah Batman ketiga ini sebelum kemudian berpaling untuk mengerjakan proyek Inception. Proyek ini kembali mencuat pada bulan Februari 2010.  Akhirnya pada bulan Desember 2010, dimulailah eksplorasi beberapa lokasi.

Sutradara Christopher Nolan

Tahapan pertama syuting dilakukan di Jodhpur, India. Kemudian berpindah ke Pittsburg untuk mencegah bocornya materi film seminimal mungkin. Nolan juga menggunakan judul palsu seperti yang sudah ia lakukan untuk film-film sebelumnya. Nama samaran yang digunakan kali ini adalah Magnus Rex. Di kota inilah sebagian besar adegan disyut. Tiga minggu berada di sana, proses produksi dilanjutkan di Loas Angeles dan New York. Pada bulan November 2011 syuting dilangsungkan di Newark, New Jersey. Seluruh rangkaian proses syuting berakhir pada 14 November 2011.

Kabarnya proyek ini cukup kontroversial karena beberapa kecelakaan, bocornya materi foto maupun video rekaman proses pengambilan gambar, serta kritikan fans mengenai kostum Bane dan Catwoman. Maka untuk menghadapi tantangan tersebut, Nolan tampil habis-habisan dan bisa dilihat dari segi bujet yang mencapai $250 juta. Bandingkan dengan proyek The Dark Knight yang hanya berkisar $185 juta saja.

Behind The Scene

Behind The Scene

Behind The Scene

 

 

Did You Know?

Christopher Nolan adalah sutradara pertama yang menyelesaikan trilogi penuh dari film Batman dan merupakan sutradara kedua yang meneyelesaikan trilogi penuh film superhero setelah Sam Raimi (Spider Man).

Angelina Jolie, Natalie Portman, Jessica Biel, Charlize Theron, Emily Blunt, Vera Farmiga, Gemma Arterton, Abbie Cornish, Eva Green, Kate Mara, Blake Lively, Charlotte Riley, Olivia Wilde dan Keira Knightley pernah diaudisi untuk peran Selina Kyle. Namun Anne Hathaway akhirnya mendapatkan peran tersebut.

Naomi Watts, Rachel Weisz dan Marion Cotillard pernah direncanakan untuk memerankan tokoh Miranda Tate sebelum akhirnya Cotillard yang mendapatkan perannya. Cottilard memulai proses syuting hanya dua bulan setelah melahirkan.Joseph Gordon-Levitt, Leonardo DiCaprio, james Holzier, Ryan Gosling dan Mark Ruffalo merupakan kandidat kuat untuk memerankan tokoh John Blake. Namun akhirnya Gordon-Levitt yang terpilih.

Untuk mempersiapkan peannya dalam memainkan tokoh Bane, Tom Hardy menaikkan berat badannya sebanyak 30 pon dan mempelajari beberapa macam ilmu beladiri.

Untuk menghormati mendiang Heath Ledger, tokoh Joker tidak pernah sekalipun disebut-sebut di sepanjang film.

Favorite Quotes

——————————————————————————————–

Bruce Wayne: Why didn’t you just kill me?

Bane: Your punishment must be more severe

——————————————————————————————–

Alfred: [to Bruce] I won’t bury you. I buried enough members of the Wayne family.

——————————————————————————————–

Bruce Wayne: I’m not afraid. I’m angry.

——————————————————————————————–

Batman: No guns, no killing.

Catwoman: Where’s the fun in that?

——————————————————————————————–

Roland Daggett: You’re pure evil!

Bane: I’m necessary evil.

——————————————————————————————–

CIA Agent: [to Bane] Now what’s the next step of your master plan?

Bane: Crashing this plane…with no survivors!

——————————————————————————————–

Bane: When Gotham is ashes, you have my permission to die.

Iklan

Director: Rupert Sanders

Writers: Evan Daugherty (screenplay), John Lee Hancock (screenplay), Evan Daugherty (screen story), Hossein Amini (screenplay)

Stars: Kristen StewartChris Hemsworth and Charlize Theron

Genres: Action | Adventure | Drama | Fantasy

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of violence and action, and brief sensuality.

Runtime: 127 min

Sinopsis

Queen Ravenna (Charlize Theron) adalah ratu yang memerintah sebuah kerajaan secara tiran. Anak tirinya, Snow White (Kristen Stewart), yang ditawan di penjara kerajaan akhirnya meloloskan diri tepat ketika Cermin Ajaib Ratu Ravenna mengatakan bahwa Snow White harus dikorbankan sebagai syarat hidup abadi. Maka Ravenna mengutus pemburu bernama Eric (Chris Hemsworth) untuk mencari Snow White. Namun ketika Eric menyadari bahwa dirinya hanya dipermainkan oleh Ravenna, dirinya justru berbalik untuk berusaha menyelamatkan Snow White dan menyusun rencana untuk melakukan pemberontakan. Dengan bantuan delapan kurcaci dan Prince William yang merupakan sahabatnya ketika masih anak-anak, mereka siap untuk menggulingkan tahta sang ratu.

Queen Ravenna

Snow White dan si Pemburu

Snow White ketika berperang melawan kekuasaan Queen Ravenna

Opini

Film ini sedikit berbeda dengan dongeng yang selama ini kita kenal. Dengan menambahkan unsur kegelapan, film ini jauh dari suasana dongengn untuk anak-anak semata. Meski plot utamanya masih tetap mengusung alur yang sama, namun detail dai unsur-unsur ceritanya sedikit berubah. Misalkan selama ini kita tahu bahwa dalam dongeng, kurcaci yang membantu dan melindungi Snow White berjumlah tujuh. Namun di film ini justru ada delapan. Karena satu kurcaci memang dipersiapkan untuk mengemban tugas khusus.

Charlize Theron yang memerankan Queen Ravenna cukup berhasil membawakan penjiwaan perannya. Namun aktris sentral Kristen Stewart justru terkesan biasa-biasa saja mengingat tidak ada bedanya dengan peran Bella Swan di Twilight Saga. Chris Hemsworth yang selama ini kita tahu lewat peran Thor yang membawa senjata khas sebuah palu sekarang harus memegang kapak. Perannya sendiri kurang signifikan.

Alur cerita terkesan sangat panjang dan membosankan. Bahkan beberapa alur justru menjadi plot hole misalnya Snow White yang mendadak bisa berperang padahal sepanjang hidupnya dikurung di penjara istana.

Behind the Scene

Film ini disutradarai oleh Rupert Sanders yang sebelumnya dalah sutradara untuk iklan.

Pada awalnya para produser tepikir menggunakan aktris-aktris muda yang belum terlalu populer untuk memerankan Snow White, seperti Riley Keough, Felicity Jones, Bella Heathcote, Alicia Vikander dan Rachell Maxwell. Tapi selain nama-nama tersebut, para petinggi studio masih menyelipkan nama bintang tenar seperti Saoirse Ronan, Selena Gomez, Emily Browning dan Lily Collins. Lily Collins sendiri setelah gagal mengikuti audisi ini justru mendapatkan peran sebagai Snow White dalam Mirror Mirror yang rilisnya hampir bersamaan).

Untuk peran Queen avenna, Winona Ryder pernah dipertimbangkan untuk mengambil perannya sebelum akhirnya jatuh pada Charlize Theron. Sementara Chris Hemsworth masuk menggantikan Johnny Depp, Vigo Mortensen dan Hugh Jackman.

Proses syutingnya dimulai di London Inggris pada Oktober 2011 dan diselesaikan pada Desember 2011.

Sang sutradara Rupert Sanders sedang mengarahkan aktris Charlize Theron

Sang sutradara Rupert Sanders sedang mengarahkan aktris Kristen Stewart

Kristen Stewart in action

Did You Know?

Sebutan awal Snow White adalah Snowdrop seperti yang disebutkan di edisi pertama kumpulan kisah-kisah Grimm, Children’s and Household Tales.

Snow White sering diartikan sebagai “Putri Salju”, padahal arti secara harfiahnya adalah “Putih Salju”.

Nama sang ratu jahat sangat variatif di berbagai versi. Orang-orang lebih sering menyebutnya dengan “Evil Queen” saja.

Usaha sang ratu yang berusaha membunuh Snow White karena kecemburuan sang ratu terhadap putri tirinya yang disebut-sebut sebagai gadis tercantik di seluruh kerajaan. Namun tidak banyak orang yang tahu bahwa Snow White saat itu baru berumur tujuh tahun.

Di antara berbagai usaha pembunuhan yang dilakukan Ratu Jahat kepada Snow White, apel beracunlah yang paling populer. Sementara, dua usaha yang lain kerap diabaikan.

Favourite Quotes

Queen Ravenna: Lips red as blood, hair black as night, bring me your heart, my dear, dear Snow White.

———————————————————————————————————————————–

Queen Ravenna: Mirror, mirror on the wall. Who is fairest of them all?

———————————————————————————————————————————–

Mirror Man: My queen, you have defied nature and robbed it of its fairest root. But on this day there is one more beautiful than you.
Queen Ravenna: Who is it?
Mirror Man: Snow White.

———————————————————————————————————————————–

Snow White: I would rather die than live another day in this death!

———————————————————————————————————————————–

Director: Barry Sonnenfeld

Writers: Etan CohenLowell Cunningham (Malibu comic)

Stars: Will SmithTommy Lee Jones and Josh Brolin

Genres: Action | Comedy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for sci-fi action violence, and brief suggestive content

Runtime: 106 min

“They are back… in time”

Sinopsis

Agent J (Will Smith) dan Agent K (Tommy Lee Jones) harus menyelamatkan bumi ketika Boris the Animal (Jemaine Clement) berhasil meloloskan diri dari penjara LunarMax yang berada di bulan. Boris adalah spesies Boglodite terakhir yang hendak balas dendam kepada Agent K yang telah memotong tangannya pada tanggal 16 Juli 1969. Boris berhasil menemui seseorang yang bisa membuat mesin waktu untuk menjelajah kembali ke tahun 1969. Maka sejarahpun berubah ketika Boris tenyata berhasil membunuh Agent K di tahun tersebut. Masa depan bumi juga terancam. Maka Agent J berusaha kembali ke masa lalu untuk memperbaiki sejarah dan menyelamatkan bumi. Bersama Agent K muda (Josh Brolin), Agent J memburu Boris sebelum sejarah benar-benar berubah.

Boris berhasil melarikan diri dari penjara LunarMax

Aksi Agent J

Agent K dan Agent J

Agent J dengan kendaraan canggihnya

Opini

Untuk ukuran film yang disyuting dengan naskah dadakan bahkan belum jadi, film ini cukup berhasil memuaskan penonton. Lelucon cerdas Will Smith masih saja mengocok perut penonton. Sama sekali jauh dari kesan “naskah yang belum siap”. Sekuel ini adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin selalu muncul di dua sekuelnya. Misalnya mengapa Agent K begitu  pendiam dan dingin. Di sekuel ini pula penonton akan dijabarkan mengenai masa lalu Agent J yang cukup mengejutkan di akhir film.

Spesial efeknya cukup seru apalagi ditambah dengan teknologi 3D. Karakter yang dibawakan para tokoh sentral juga masih saja sangat kental dengan karakter di dua sekuel sebelumnya. Satu tokoh yang cukup menarik adalah tokoh Griffin, alien yang mampu melihat masa depan, yang tidak kalah kocaknya juga. Namun satu kekurangan kecil di penokohan ini adalah tokoh Agent K muda yang diperankan Josh Brolin ini gagal menunjukkan bahwa sang tokoh berusia 29 tahun karena Brolin sendiri berusia 45 tahun. Namun dari segi kemiripan wajah, Brolin sangat pantas untuk memerankan Agent K versi muda.

Behind the Scene

Sekuel ketiga ini dikabarkan telah melakukan syuting bahkan sebelum naskahnya selesai. Naskahnya tak juga selesai karena selalu melibatkan banyak penulis dan ada elemen perjalanan antar waktu. Menurut ahli spesial efek Rob Baker, ketika akan syuting penulis juga berada di studio untuk menulis naskah dan hanya dalam hitungan menit, kata-kata yang dituliskan penulis akan diucapkan aktornya. Beberapa adegan juga di syut secara dadakan.

Rencana pembuatan sekual ini sudah tersusun sejak tahun 2009 dengan memasukkan ide tentang perjalanan antar waktu. Namun sampai bulan Maret 2010 Will Smith belum bisa memutuskan untuk bisa kembali bergabung dalam proyek ketiga ini meskipun Tommy Lee Jones sudah setuju. Smith akhirnya mau bergabung dan syuting dilaksanakan mulai dari November 2010 sampai Mei 2011.

Kursi sutradara masih diisi oleh sineas yang membuat dua sekuel sebelumnya yaitu Barry Sonnenfeld. Harapannya adalah meskipun syuting tanpa naskah, setidaknya Sonnenfeld masih memiliki mood dan feel dari dua film sebelumnya. Tak kalah pentingnya juga Sonnenfeld sudah akrab dengan dua aktor sentral Smith dan Jones. Sedangkan kursi produser masih ditempati oleh Steven Spielberg.

Sutradara Barry Sonnenfeld

produser Steven Spielberg

Persiapan kostum

Persiapan kostum

Persiapan sang aktor

Persiapan kostum

Foto bersama sebelum syuting

Did You Know?

Michael Bay pernah tertarik untuk menyutradarai film ini.

Sacha Baron Cohen pernah menjadi kandidat untuk memerankan tokoh Boris.

Ini adalah film Will Smith dalam 3,5 tahun terakhir sejak dirilisnya film “Seven Pounds” bulan Desember tahun 2008 silam sekaligus waktu terlamanya dia menghilang dari layar lebar sejak karirnya di tahun 1993.

“Men in Black II” dirilis di tahun yang sama dengan film “Spider Man”. Sekuel kali ini, “Men in Black III”, dirilis di tahun yang sama dengan “The Amazing Spider Man”

Favourite Quotes

*Agent K: Don’t ask questions you don’t want to know the answer to.

*Griffin: The bitterest truth is better than the sweetest lie.

*Agent K: Do you know what is the most destructive power in the universe?
Agent J: Sugar?

*Griffin: A miracle is something that seems impossible but happens anyway.

Director: Ridley Scott

Stars: Noomi RapaceLogan Marshall-Green and Michael Fassbender

Genres: Action | Horror | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated R for sci-fi violence including some intense images, and brief language

Runtime: 124 min

-They went looking for our beginning. What they found could be our end-

Sinopsis

Pada tahun 2089, pasangan arkeolog Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan Marshall-Green) menemukan sebuah gambaran kuno di dinding gua yang menggambarkan susunan gugusan bintang. Gambaran ini muncul di tempat-tempat dan peradaban lain yang terpisah dan tidak ada hubungannya sama sekali. Namun gambaran tersebut begitu identik. Maka para ilmuwan itu secara sepakat mengintepretasikan gambar-gambar tersebut adalah suatu pesan yang bersifat undangan dari suatu tempat yang diyakini sebagai tempat asal mula seluruh kehidupan manusia di bumi.

Berdasarkan susunan gambaran bintang-bintang tersebut, mereka akhirnya menemukan lokasi yang identik dengan gambaran itu. Mereka menyebut tempat itu LV-223. Peter Weyland (Guy Pearce), seorang CEO dari Weyland Corporation mendanai perjalanan mereka ke tempat tersebut dengan membangun sebuah pesawat luar angkasa Prometheus.

Pesawat Prometheus

Sekelompok ilmuwan diberangkatkan dalam keadaan ditidurkan. Sedangkan pesawat luar angkasanya dikendalikan oleh robot android bernama David (Michael Fassbender). Mereka akhirnya tiba di tempat yang dituju pada tahun 2093. Mereka mendaratkan Prometheus di sebuah tempat yang dekat dengan suatu struktur raksasa yang ada di planet tersebut. Di situlah sekelompok tim dikirimkan untuk mempelajari tempat yang diyakini sebagai asal mula kehidupan manusia tersebut. Namun yang mereka temukan justru bisa jadi akan menyebabkan musnahnya umat manusia di bumi.

David si manusia android

Opini

Promosi film ini cukup luar biasa. Menurut pengamat film, Prometheus memiliki berbagai aspek yang membuatnya jadi film unggulan musim panas yang layak diperhitungkan kehadirannya. Bahkan mereka optimis bahwa film ini bisa menjadi kuda hitam diantara film-film rilisan tahun 2012 secara keseluruhan baik dari segi pencapaian finansial dan ataupun kualitas.

Namun menurut saya pribadi, ekspektasi akibat materi promosi justru melebihi dari kenyataannya. Saya melihat film ini belum menghadirkan sesuatu. Sepanjang film saya menunggu adanya klimaks yang luar biasa. Namun nyatanya, film ini secara keseluruhan berkesan baru sekedar pemanasan. Untungnya saya menyadari bahwa film ini memang dipersiapkan untuk berlanjut di sekuel berikutnya. Dengan alasan itu saya bisa memaklumi jika ‘si klimaks’ mungkin saja tidak hadir di installment  ini tapi memang dipersiapkan di sekuel berikutnya. Namun pengakuan sutradara Ridley Scott justru mematahkan harapan saya. Dia berkata, “If we’re lucky, there’ll be a second part. It does leave you some nice open questions.” Ini jelas-jelas mengkhawatirkan. Bagaimana mungkin sebuah film yang masih terdapat begitu banyak missing link tidak dibuat lanjutannya? Saya anggap si Ridley Scott sudah berhutang besar pada saya dan dia wajib membuat lanjutan kisahnya yang benar-benar bisa memuaskan ekspektasi saya tehadap franchise  ini. Kita tunggu dan kita doakan saja agar Ridley Scott meluangkan waktunya untuk proyek lanjutannya.

Teknologi 3D yang disajikan belum begitu, menggigit. Alur ceritanya telalu mudah ditebak dan emosi dari alur cerita dan penokohan karakternya masih terlalu datar.

Behind The Scene

Prometheus menjadi ajang kembalinya lagi Ridley Scott, sang sineas yang pada tahun 1979 pernah menyajikan Alien, film horor fiksi ilmiah yang luar biasa sukses. Melalui film ini, Scott hendak menciptakan kisah pondasi bagi mitologi Alien yang selama ini belum pernah diceritakan di layar lebar. Pada awalnya Scott berencana membuat film ini sebagai prekuel langsung dari Alien, namundalam perkembangannya, proyek ini menjadi film yang bisa dibilang berdiri sendiri.

Ridley Scott

Proses syuting dimulai pada bulan Maret 2011 hingga Januari 2012 yang dilangsungkan di Kanada, Inggris, Skotlandia, Islandia dan Spanyol dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi. Bahkan, para pemain penting di film ini harus menandatangani persetujuan guna mencegahtejadinya kebocoran plot penting cerita serta kesediaan mereka membaca skripnya hanya kala berada di bawah pengawasan langsung pihak studio.

Suasana Syuting

Ridley Scott mengarahkan proses syuting

Aktris Charlize Theron ketika syuting

Did You Know?

Gemma Arterton, Carey Mulligan, Olivia Wilde, Anne Hathaway, Abbie Cornish dan Natalie Portman pernah dipertimbangkan untuk memerankan tokoh Elizabeth Shaw.

James Franco pernah dipertimbangkan untuk peran Holloway.

Michelle Yeoh pernah dipertimbangkan untuk peran Meredith Vickers yang akhirnya diperankan oleh Charlize Theron.

Film ini awalnya akan diberi judul Paradise. Tapi Ridley Scott sendiri yang mengusulkan memberi judlu Prometheus karena dianggap lebih sesuai dengan tema yang diangkat film ini yang menceritakan tentang proses penciptaan. Prometehus adalah pelayan para dewa-dewi. Dia mencuri dan membagi-bagikan anugerah besar pada manusia berupa api yang memiliki peran sangat penting bagi kehidupan manusia untuk selamanya.

Noomi Rapace, aktris Swedia yang memerankan tokoh Elizabeth Shaw, harus berlatih berbicara dengan dialek British agar sesuai dengan karakter Shaw.

Charlize Theron mengalami kesulitan menjalani adegan berlari di pasir dengan menggunakan sepatu boot gara-gara kebiasaan merokoknya.

Nama tokoh android yang muncul di franchaise Alien, entah sengaja atau tidak, selalu dinamai menurut urutan abjad: Ash (dalam Alien), Bishop (dalam Aliens,dan Aliens 3), Call (dalam Alien: ressurection) dan kini David (dalam Prometheus).

Favorite Quotes

David: Big things have small beginings.

Elizabeth Shaw: My God, we were so wrong…

Director: Andrew Stanton

Writers: Andrew Stanton (screenplay), Mark Andrews(screenplay), Michael Chabon (screenplay), Edgar Rice Burroughs (story “A Princess of Mars”)

Stars:  Taylor KitschLynn Collins and Willem Dafoe

Genres: Action | Adventure | Fantasy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of violence and action

Runtime: 132 min

Lost in Our World. Found in Another.

Sinopsis

John Carter (Taylor Kitsch) adalah seorang kapten yang berasal dari virginia. Saat itu dia hidup dalam suasana perang saudara. Usai perang dia dipindahkan ke Arizona dan menjadi pencari emas di sana. Namun dia mendapat tentangan dari penduduk setempat. Salah satunya Kolonel Powell (Bryan Cranston) yang menekannya untuk ikut melawan suku Apache. Carter menolaknya. Maka usaha-usaha pelarian dari kolonel Powell pun sering dilakukan tapi tidak pernah berhasil.

Suatu hari Carter bisa meloloskan diri dari kurungan Powell. Ditengah kejar-kejaran itu, mereka bertemu dengan suku Apache yang justru membalik situasi sehingga Powell dan Carter kini menjadi buruannya. Mereka bersembunyi dari suku Apache di sebuah gua keramat. Di situlah Carter secara tiba-tiba bisa berpindah ke Mars.

Pada awalnya Carter tidak menyadari bahwa dirinya berada di Mars. Yang menjadi pertanyaan hanyalah mengapa dia memiliki kemampuan meloncat yang jauh lebih tinggi dari biasanya dan banyak mahluk-mahluk aneh yang ditemuinya. Carter berjumpa dengan suku Tharks yang terkesan dengan kemampuan super Carter. Karena adanya perbedaan gravitasi yang jauh lebih ringan dripada  di bumi, Carter mampu bergerak lebih lincah danbisa melompat lebih jauh. Di planet itu Carter terjebak dalam petempuran yang telah terjadi ratusan tahun antara negri Helium dan Zodanga. Dalam pertempuran itu Carter menyelamatkan  puteri Helium, Dejah Thoris (Lynn Collins) yang sedang betarung dengan Sab Than (Dominic West), pimpinan Zodanga. Sab Than sendiri diperalat oleh bangsa Thern yang dipimpin oleh Matai Shang (Mark Strong) yang memiliki misi memecah belah dan membuat kehancuran di Mars.

John Carter di antara suku Tharks

John Carter bersama Dejah Thoris

Carter bersama Dejah Thoris dan anak Tarkas (pimpinan suku Tharks), Sola (Samantha Morton) menjalani petualangan dengan konflik-konflik berbagai pihak di planet itu.

Carter melawan monster

Opini

Film ini mendapatkan tantangan terbesar yang dihadapi Disney. Pasalnya, unsur-unsur tema dan plot dalam John Carter sudah begitu sering digunakan di berbagai film seperti Star Wars hingga Avatar. Untuk itu, para sineas John Carter harus bisa menyajikan sesuatu yang lebih hingga para audiensnya tahu bahwa John Cater-lah tokoh pioner dengan segala unsur-unsur dalam plot nya. Tokoh inilah yang bisa menginspirasi kisah petualangan luar angkasa di waktu-waktu setelahnya hingga saat ini.

Namun harapan ini tidak terealisasi sepenuhnya karena nyatanya hasilnya juga biasa-biasa saja. Dari segi cerita yang cukup kompleks itu, alurnya berkesan terlalu cepat. Penggambaran mahluk Mars-nya kurang variatif jika dibanding dengan alien-alien yang ada di Star Wars. Kisah petualangan bernuansa koboi western ini juga masih kalah jika dibanding dengan Indiana Jones. Aksi-aksinya terlalu banyak dibalut dengan spesial efek.

Tapi dari segi cerita, kompleksitasnya lumayan menarik. Twist-nya tetap ada meskipun tidak begitu dominan. Mungkin pujian ini agaknya semu karena sudah tentu segala kebaikan di sisi ceritanya tak lain karena adaptasi dari novelnya yang memang sudah laris.

Behind The Scene

Disney rupanya berambisi dalam menghidupkan kisah John Carter. Maka setelah tahun 2007 mereka mendapatkan hak ciptanya, Andrew Stanton ditunjuk sebagai sutradara dan Mark Andrews sebagai penulisnya.

Sutradara Andrew Stanton

“So much has been deived from this book over 100 years that my first dilemma was, “How the hell do you make this and not look like you’re being derivative yourself?” (Andrew Stanton)

Setelah menyelesaikan proyek Wall-E, sutradara Andrew Stanton secara praktis ‘dipinjamkan’ kepada Disney oelh Pixar untuk mendalangi proyek John Carter ini. Kata Jim Morris, General Manager  dari Pixar, ”It’s not a Pixar film, it’s not an animated film, it’s not a G or PG rated film-probably a PG-13. There are battles and dismembements and things such as that: things not suitable for small children.”

Untuk pengambilan gambar sesi motion capture-nya, para pemain yang memerankan karakter suku Tharks harus mengenakan setelan berwarna abu-abu dan beraksi di set lokasi yang memiliki suhu sampai 100 derajat celcius.

Stanton sedang mengarahkan sang aktor

Suasana syuting di studio

Suasana syuting di studio

Film ini diangkat dari tokoh novel karya Edgar Rice Burroughs. Total ada 11 volume yang peilisan volume pertamanya di tahun 1917 hingga kisah terakhirnya dirilis pada tahun 1964. Filmnya sendiri disetting untuk berformat trilogi dimana seri pertama ini hanya akan mengangkat kisah novel pertamanya yang berjudul A Princess of Mars.

Edgar Rice Burrough

Novel A Princess of Mars

Novel A Princess of Mars ditulis sejak tahun 1991 ketika Burroughs berumur 35 tahun. Publikasi pertamanya justru menggunakan judul Under the Moons of Mars. Burroughs sendiri merasa pesimis ketika membuat novel ini namun kecemasannya tidak beralasan karena novel begenre aksi fantasi ini menjadi pionir tema kisah petualangan antariksa yang populer hingga berpuluh-puluh tahun berikutnya sampai sekarang.

Did You Know?

Sebelum tokoh John Carter jatuh ke tangan Taylor Kitsch, akto Jon Hamm dan Josh Duhamel juga pernah dicalonkan juga.

Taylor Kitsch mengaku menderita masalah hati ketika menjalani diet ketat dan latihan fisik hingga berat badannya berkurang 30 pon.

Film ini dirilis tepat seratus tahun sejak kemunculan pertama kali cerita john Carter yang ditulis oleh Edgar Rice Burroughs pada tahun 1912.

Buku John Carter ditulis di Utah. Film ini juga sebagian besa disyuting di Utah.

Salah satu tato Dejah di tangan kanannya bergambar kepala Mickey Mouse.

Film ini adalah film fomat live action ketiga yang memiliki rating PG-13 setelah Pirates of Caribean: The Cuse of the Black Pearl dan Prince of Pesia: The Sands of Time.

Kisah ini sempat menjalani proses pra produksi sejak tahun 1931. Ini membuatnya menjadi proyek film dengan status development hell (nasib pembuatan yang tidak menentu) paling lama. Ketika itu Robert Clampett sudah melobi novelis Edgar Rice Burroughs untuk mengangkat buku A Princess of Mars menjadi film animasi. Sayang proyek tesebut berhenti di tengah jalan. Seandainya saja bisa bejalan dengan mulus, bisa jadi John Carter akan menjadi film animasi layar lebar pertama di Amerika mengalahkan Snow White and the Seven Dwarfs (1937).

Planet Mars disebut sebagai Barsoom oleh penghuninya. Kata ini berasal dari kata soom (planet: dalam bahasa mahluk Mars) dan bar (artinya: delapan, karena Mars diceritakan berada di posisi kedelapan tata surya setelah matahari, Merkurius, Venus, Bumi beserta sateli-satelit yang berada di antara bumi dan Mars)

Favorite Quotes

–Tars Takas: When I saw you, I believed it was a sign… that something new can come into this world.

–Tars Tarkas: (to john) You are ugly, but you are beautiful. And you fight like a Thark!

–Matai Shang: we do not cause the destruction of a waorld, Captain Carter. We simply manafe it. Feed off it, if you like.

 

Director: Brad Peyton

Writers: Brian Gunn (screenplay and story), Mark Gunn (screenplay and story), Richard Outten (story), Jules Verne (novel)

Stars: Josh HutchersonDwayne Johnson and Michael Caine

Genres: Action | Adventure | Comedy | Family | Fantasy | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG for some adventure action, and brief mild language

Runtime: 94 min

“Believe the Impossible. Discover the Incredible.”

Sinopsis

Kisah ini diawali ketika Sean (Josh Hutcherson) menerima sebuah kode pesan yang diyakini dari kakeknya, Alexander Anderson (Michael Caine) yang hilang. Dengan bantuan ayah tiri Sean, Hank Parson (Dwayne Johnson), kode-kode itu bisa dipecahkan. Ternyata pesan itu merujuk pada tiga buku berjudul The Mysterious Island karangan Jules Verne, Treasure Island karangan Robert Louis Stevenson dan Gulliver’s Travel karangan Jonathan Swift. Ketiga buku itu juga menyimpan teka-teki berikutnya yaitu sebuah peta dan posisi koordinat dari sebuah pulau.

Sean dan Hank sedang memecahkan teka-teki

Bersama ayah tirinya, Sean memutuskan untuk mencari pulau yang dimaksud. Namun menurut penduduk setempat, tidak ada pulau di lokasi tersebut. Bahkan hanya pelaut bodoh yang mau menuju tempat yang sering terjadi badai mematikan tersebut. Namun karena tergiur imbalan yang ditawarkan, seorang pilot helikopter bernama GabatoLuis Guzmán) bersama putrinya yang cantik Kailani (Vanessa Hudgens) bersedia mengantar mereka ke tempat tersebut.

Pilot helikopter Gabato dan putrinya Kailani

Benar saja, tenyata tempat yang dituju tertutup badai yang luar biasa hebat. Helikopter yang ditumpangi mereka jatuh dan nasib baik membuat mereka terdampar di pulau misterius yang mereka cari. Pulau tersebut menyimpan keindahan yang luar biasa sekaligus keanehan yang tidak ditemui di pulau pada umumnya. Petualangan mereka untuk menemukan dan membawa pulang kakek Sean juga dibarengi dengan adanya bahaya yang mengancam seluruh pulau yang diperhitungkan akan tenggelam dalam waktu yang sangat dekat. Mereka harus berkejaran dengan waktu untuk bisa keluar dari pulau.

setibanya di pulau misterius, petualangan mereka makin seru

menghadapi binatang berukuran raksasa

dan binatang yang berukuran mini

Opini

Filmnya lumayan seru untuk bisa dinikmati sebagai hiburan seluruh anggota keluarga. Sayang saya tidak punya kesempatan untuk mencoba menonton versi 3D atau versi IMAX nya. Jadi tampilan spesial efek yang harusnya bisa terlihat begitu megah hanya tampil datar-datar saja di layar 2D.

Alur ceritanya menarik, apalagi untuk penggemar novel-novel Jules Verne. Ditambah lagi penggabungan dari 2 novel tekenal lain yang membuat cerita lebih kompleks. Namun alur ceritanya sendiri kurang dewasa karena tokoh-tokohnya berkesan selalu beruntung dan selalu berada di tempat dan waktu yang tepat untuk selamat dari bahaya yang mengancam. Tantangan survival nya kurang menggigit. Tapi hal ini bisa dimaklumi jika film ini menyasar penonton dengan jangkauan umur yang lebih luas sehingga bisa dinikmati oleh anak-anak.

Film ini cukup bermuatan komedi yang berbobot. Baik dari dialog dengan lelucon cerdasnya hingga ke aksi para tokoh-tokohnya.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Brad Peyton, sineas yang berada dibalik film Cats & Dogs: The Revenge of Kitty Galore. Pengambilan gambar dilakukan di Hawaii antara lain di Oahu, Wamea Valley dan Kualoa Ranch. Selain itu proses syuting juga mengambil tempat di Wilmington, North Carolina.

Sutradara Brad Peyton

Dana pembuatan film ini mencapai $110 juta untuk menjamin penggunaan 3D yang maksimal dan tampilan terbaik untuk bisa tampil di teater IMAX.

Suasana syuting

Sutradara sedang mengarahkan aktor Dwayne Johnson

Sutradara sedang mengarahkan aktor Josh Hutcherson

Cerita di film ini teinspirasi dari novel karangan Jules Verne dengan judul yang sama: The Mysterious Island. Namun sang penulis naskah Richard Outten memasukkan unsur cerita lain yang diambil dari dua novel klasik lainnya yaitu Treasure Island karangan Robert Louis Stevenson dan Gulliver’s Travel karangan Jonathan Swift.

Did You Know?

Film ini adalah sekuel kedua dari Journey to the Center of the Earth (2008) yang sama-sama diadaptasi dari buku karangan Jules Verne. Namun di karya Verne sebenarnya, The Mysterious Island bukan sekuel dari novel Journey to the Center of the Earth  melainkan sekuel dari novel berjudul 2000 Leagues Under the Sea.

Tokoh Alexander Anderson yang diperankan aktor Michael Caine diceritakan mencari kapal selam Nautilis milik Kapten Nemo. Pada tahun 1997, Caine memerankan Kapten Nemo untuk film remake2000 Leagues Under the Sea’.

Jules Verne yang novelnya menjadi inspirasi dari film ini memiliki nama lengkap Jules Gabriel Verne yang lahir pada tanggal 8 Februari 1828. Selain menulis novel berjudul The Mysterious Island, Verne juga menulis karya fenomenal lain yaitu 2000 Leagues Under the Sea (1870), A Journey to the Center of the Earth (1864) dan Around the World in Eighty Days. Verne banyak menulis tentang petualangan luar angkasa, udara dan bawah air bahkan jauh sebelum penemuan pesawat dan kapal selam. Karena itulah dia disebut sebagai “Father of Science Fiction”.

Jules Verne

Awalnya film ini hendak mengangkat tema Atlantis sebagai tema utama namun dibatalkan karena masalah biaya dan adanya proyek lain bertema sama.

Favorite Quotes

Alexander: [On Sean’s sprained ankle] On three. One…
[Pops ankle back]
Hank: What happened to two and three?
Sean: Yes, what happened to two and three?
Alexander: Two. Three.

—————————————————————

Sean: if we die down there, Mom’s gonna kill us.

—————————————————————

Kailani: we’ll have all the wealth we’ll ever need. Just as long as we’re together.

Director: Joko Anwar

Writer: Joko Anwar

Genres: Horror | Thriller

Runtime: Indonesia: 87 min

Country: Indonesia

Language: English

Sinopsis

Seorang laki-laki sedang berlibur bersama kedua anak dan istrinya. Mereka tinggal di sebuah kabin di tengah hutan. Namun liburan mereka terusik oleh seorang tamu tak diundang. Sebelum menyadari kejadian apa yang menimpa dirinya dan keluarganya, laki-laki tersebut mendapati dirinya telah terpisah dari keluarganya. Ketika dia kembali ke kabin, dia mendapati istrinya telah dibunuh dan kejadian tersebut sengaja direkam oleh pembunuhnya dengan kamera video. Laki-laki tersebut mencoba menemukan kembali anak-anaknya. Teror dari sang pembunuh juga terus menghantui sepanjang pencariannya. Ketika dia mulai menemukan jam alarm di beberapa tempat, dia menyadari bahwa dirinya harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan anak-anaknya.

Sementara itu, di hutan itu juga ada satu keluarga yang sedang berlibur. Bisa jadi mereka memiliki kaitan dengan keanehan yang laki-laki itu alami.

Opini

Amazing! Ide cerita yang unik. Sangat sesuai dibei judul Modus Anomali karena premis ceitanya benar-benar anomali alias lain dari yang lain. Ketegangannya sudah memuncak sejak menit-menit pertama. Teka-tekinya juga menarik. Ketegangan psikologis yang dialami tokoh sentralnya begitu terasa. Apalagi dengan teknik pengambilan gambar yang tepat dan mendukung suasana dan mood film ini. Sudut pengambilan kameranya seolah menghilangkan jarak antara penonton dan tokoh sentralnya yang didominasi adegan berlari dan sembunyi. Seolah penonton bisa merasa ikut berlari dan sembunyi di dekat sang tokoh sentral.

Cukup banyak darah di film ini. Beberapa adegan memang membuat kita tersentak kaget sekaligus miris membayangkan rasa sakitnya. Aktornya juga nampaknya berperan dengan cukup maksimal. Sehingga nampak sekali fisik yang begitu terlihat lelah, bingung, kotor dan penuh keringat.

Film ini menggunakan dialog berbahasa Inggris. Ini nilai lebihnya. Namun dialog yang diucapkan dengan bahasa Inggris yang kurang fasih oleh beberapa aktornya justru mengurangi mood  film.

Behind the Scene

Film ini adalah besutan Joko Anwar, sineas yang menyutradarai film sukses Janji Joni (2005) dan Pintu Terlarang (2009).

“Modus Anomali a genre of its own. It’s not thriller per se.” (Joko Anwar)

Sutradara Joko Anwar mengarahkan aktor Rio Dewanto

Sutradara Joko Anwar mengarahkan suatu adegan

Persiapan Syuting

Joko Anwar sedang mengrahkan sang aktor

Joko anwar mengatakan bahwa ide untuk menyusun cerita Modus Anomali ini sudah ada sejak tahun 2005. Yaitu setelah selesai mengerjakan proyek Janji Joni. Namun baru tahun lalu dia menuliskan ceritanya.

Seluruh pemain dalam film ini diseleksi lewat audisi yang publikasinya diumumkan via Twitter dan Facebook. Ada sekitar 400 orang yang dipanggil untuk ikut audisi. Bahkan untuk peran Rio Dewanto, ada 40 orang yang diaudisi. Sebagian pemeran Modus Anomali adalah orang-orang baru dan hanya beberapa yang pemain lama.

Did You Know?

Film ini berhasil mendapatkan penghargaan Puchon Award di ajang Network of Asian Fantastic Film (NAFF) tahun lalu berhasil menyingkirkan setidaknya 100 poyek film lainnya dai mancanegara. NAFF merupakan ajang bergengsi yang menjadi bagian dari Puchon International Film Festival di Korea Selatan.

Sebelum dirilis resmi di tanah air, Modus Anomali  telah diundang untuk melakukan world premiere di South by Southwest (SXSW) pada tanggal 9-17 Maret 2012 di Texas, Amerika Serikat. Ini adalah festival terbesar ke-2 di Amerika setelah Sundance. Pada SXSW 2012, Modus Anomali diputar di sesi ‘Midnighters’ yang merupakan bagian khusus pemutaran film bergenre fantastik yang diputar pada waktu tengah malam. Film-film yang berhasil masuk pada sesi itu hanyalah film-film pilihan. Jumlahnya pun hanya ada 11 film. Modus Anomali  satu-satunya film yang berasal dari Asia.

Setelah diputar empat kali di SXSW 2012, mendapatkan review yang beragam dari para kritikus. Film yang menjadi bahan pembicaraan di luar negeri ini membuat penonton kita semakin penasaran. Sedangkan rilis resminya di Indonesia justru belakangan yaitu tanggal 26 April 2012.

Favorite Quotes

Man: “Sorry I can’t protect us.”

Director: Tim Burton

Writers: Seth Grahame-Smith (screenplay), John August(story), Seth Grahame-Smith (story), Dan Curtis (television series)

Stars: Johnny DeppMichelle Pfeiffer and Eva Green

Genres: Comedy | Fantasy

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for comic horror violence, sexual content, some drug use, language and smoking

Runtime: 113 min

 “Strange Is Relative”

Sinopsis

Tahun 1752, sepasang suami istri, Joshua dan Naomi Collins bersama putra mereka Barnabas Collins (Johnny Depp) memutuskan berpindah dari Liverpool menuju Amerika. Mereka membangun sebuah rumah yang cukup besar benama Collinwood Manor.

Barnabas Collins yang tumbuh menjadi pemuda mulai mengenal cinta. Namun suatu hari dia melukai hati seorang wanita bernama Angelique Bouchard (Eva Green) yang malangnya wanita itu adalah seorang penyihir. Ketika Barnabas jatuh hati ke wanita lain bernama Josette DuPres (Bella Heathcote), Angelique mengutuknya sehingga setiap wanita yang dicintai Barnabas akan mati. Maka nasib Josette pun berakhir tragis karena bunuh diri.

Angelique yang sadar bahwa dirinya tidak akan berhasil memiliki hati Barnabas akhirnya kesal. Dikutuknya Barnabas menjadi vampir dan dengan menghasut penduduk kampung, Barnabas dikubur hidup-hidup.

Barnabas Collins

Angelique Bouchard

Barnabas Collins, dikutuk menjadi vampir dan dikubur hidup-hidup

Sebagai vampir, Barnabas hidup kekeal meski telah dikubur selama hampir 200 tahun. Pada tahun 1972, para pekerja bangunan tidak sengaja membongkar petinya. Akhirnya Barnabas yang haus darah bisa bangkit kembali. Tujuan utama Barnabas selanjutnya adalah kembali ke Collinwood Manor. Ketika dia menemukan kembali rumah besar itu, ternyata umah itu masih ditempati oleh keturunan keluarga Collins. Pemimpin keluarga dipegang oleh Elizabeth Collins Stoddard (Michelle Pfeiffer). Anggota keluarga yang lain adalah anak perempuan Elizabeth Carolyn Stoddard (Chloë Grace Moretz); saudara laki-laki Elizabeth, Roger Collins (Jonny Lee Miller) dan putra Roger, David Collins (Gulliver McGrath). Selain itu ada psikiatris dr. Julia Hoffman (Helena Bonham Carter) yang disewa untuk membantu permasalahan keluarga, penjaga rumah Willie Loomis (Jackie Earle Haley) dan pengasuh baru David Victoria Winters (Bella Heathcote) yang memiliki pengalaman berinteraksi dengan hantu Josette.

Para penghuni Collinwood Manor yang merupakan keturunan Collins

Barnabas yang telah bertemu dengan keturunan keluarga Collins itu ingin membantu mamajukan bisnis keluarga yang selama ini bersaing dengan bisnis Angelique, sang penyihir rival Barnabas. Mau tidak mau mereka akan dipertemukan kembali dalam sebuah konflik sengit yang telah tesimpan selama 2 abad.

Barnabas dan Angelique

Opini

Tim Burton kembali menyajikan film benuansa gothic di tahun 2012 ini. Ciri khasnya memang belum ditanggalkan. Film dengan nuansa kelam yang masih saja setia dengan aktor andalannya Johny Depp. Tak heran bahwa banyak oang yang menunggu keluarnya film besutan sutradara eksentrik ini.

Film ini memang unik karena menghadirkan kombinasi antara suasana fantasi gothic dengan komedi. Namun yang agak mengganggu adalah porsi komedinya yang agaknya berlebihan sehingga sedikit mengusik suasana gothic-nya. Padahal di sisi lain banyak adegan yang cukup sadis dan berdarah-darah. Dari segi riasannya sendiri agaknya juga berlebihan. Lihat saja riasan pucat Barnabas berkesan telalu putih dan telalu tebal. Pulasan hitam untuk menegaskan tulang pipi juga terkesan sangat mencolok terutama ketika siang hari. Darah yang mengalir dari mulut tekesan terlalu cepat mengering sehingga tidak hilang sedikitpun ketika diusap. Mungkinkah sutradara sekaliber Tim Burton tidak memperhatikan hal-hal itu? Ataukah di situlah letak keunikannya dengan menonjolkan pesan bahwa ini film ringan, jadi jangan dipikirkan terlalu serius.

Dai segi cerita tak ada yang spesial. Alurnya ringan. Tanpa ada teka-teki yang membingungkan. Premis seseorang yang dikutuk menjadi vampir bukanlah hal yang baru. Namun yang menjadi menarik adalah vampir Barnabas ini adalah vampir yang eksentrik yang tampak selalu kehausan. Dia bisa berinteraksi meski banyak kekonyolan yang kadang agak berlebihan.

Pertaruhan Tim Burton untuk merilis film ini dalam waktu yang hanya berselisih satu pekan dengan dirilisnya The Avenger nampaknya terlalu gegabah. Saya menontonnya di hari kelima setelah rilis, kursi penonton sudah banyak yang kosong. Padahal film ini hanya mendapatkan jatah putar di satu studio saja. Kita lihat saja perkembangan kedepannya. Apakah film ini menjadi film yang sukses atau tidak.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Tim Burton. Disaat teknologi 3D dipakai untuk menambah nilai jual, Burton justru sengaja untuk membuatnya 2D saja. Alasannya, dengan setting tahun 70-an, nampaknya penggunaan 3D dirasa salah tempat.

Ít’s the ‘70s, man. Only Frankenstein’s Bloody Terror was in 3-D. That’s the only one I remember from that time.” (Tim Burton)

Film ini adalah adaptasi seri opera sabun berjudul sama di tahun 1988-1971. Disiarkan oleh ABC sebanyak 1225 episode. Tim Burton, Johny Depp dan Michelle Pfeifer sangat menyukai serial tersebut.

“The reason I liked Dark Shadows was that it was a weird family story. It just happened to have supernatural qualities to it.” (Tim Burton)

Sutradara Tim Burton

Anne Hathaway, Lindsay Lohan dan Jennifer Lawrence pernah diaudisi untuk memerankan tokoh Angelique.

Adegan penampakan hantu Josette duPres dibuat dengan mensyuting sang aktris di dalam air.

Proses pengambilan gambar untuk menciptakan tokoh hantu Josette

Suasana Syuting

Pemeran asli Dark Shadow Jonathan Frid (Barnabas) , Lara Parker (Angelique), David Selby (Quentin Collins) dan Kathryn Leigh Scott (Josette) menjadi cameo di film ini. Ini adalah film terakhir Jonathan Frid, pemeran Barnabas di film Dark Shadow asli. Dia meninggal pada tanggal 13 April 2012.   

Did You Know?

Ini adalah film Tim Burton’s kedelapan bersama Johnny Depp, ketujuh bersama Helena Bonham Carter, kelima bersama Christopher Lee, dan kedua bersama Michelle Pfeiffer.

“It’s a ghost story but then it’s an unhappy vampire story. It’s a mixture of so many different things and a real ensemble piece. And hopefully it will be funny.”  (Helena Bonham Carter)

Chloë Grace Moretz (Carolyn Stoddard) dan Gulliver McGrath (David Collins) pernah bermain bersama dalam film Hugo.

Untuk memerankan tokoh Barnabas Collins, Johny Depp melakukan diet ketat dengan minum teh hijau dan buah-buahan rendah gula secara teratur dan hasilnya: berat badannya turun 140 pon.

Favorite Quotes

Barnabas Collins: What is your age?
Carolyn Stoddard: Fifteen.
Barnabas Collins: Fifteen, and no husband? You must put those child-bearing hips to good use.

Barnabas Collins: If a man can become a monster, then a monster can become a man.

Barnabas Collins: [holds a fork] I see you have been driven to even sell the silverware.
Roger Collins: How can you tell? Those are exact replicas.
Barnabas Collins: Had this been silver, I would have burst into flame at the slightest touch.

Barnabas Collins: You locked me in a box, for over two hundred years!
Angelique Bouchard: Don’t exaggerate, it was only a hundred and ninety-six.

Director:  Joss Whedon

Writers: Joss Whedon (screenplay), Zak Penn (story), Stan Lee (comic book), Jack Kirby (comic book)

Stars: Robert Downey Jr.Chris Evans and Scarlett Johansson

Genres: Action | Adventure | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of sci-fi violence and action throughout, and a mild drug reference

Runtime: 143 min

“Every team needs a Captain”

Sinopsis

Bumi kembali menerima ujian berat ketika Loki (Tom Hiddleston), dewa yang merupakan saudara dan juga musuh bebuyutan Thor (Chris Hemsworth). Loki mengincar sumber kekuatan yang baru ditemukan di bumi yang disebut Tesseract. Dengan Tesseract, Loki ingin menguasai bumi.

Loki

Nick Fury (Samuel L. Jackson), seorang kepala organisasi penjaga perdamaian internasional (S.H.I.E.L.D) berupaya untuk mengumpulkan seluruh supe hero yang ada di bumi untuk menghentikan Loki sekaligus merebut kembali Tesseract yang sudah telanjur dikuasai Loki. Untuk membentuk kelompok beranggotakan manusia super ikonik seperti Iron Man (Robert Downey Jr.), Captain America (Chris Evans), Thor (Chris Hemsworth), Black Widow (Scarlett Johansson), Hulk (Mark Ruffalo), Nick Fury melakukan berbagai upaya untuk membujuk mereka untuk ikut bergabung.

Ternyata banyak kendala untuk menyatukan mereka terlebih masing-masing memiliki ego yang besar. Terutama Captain America dengan latar belakang sebagai seorang prajurit perang yang terbiasa dengan koordinasi dan perencanaan, sering terjadi perselisihan dengan Iron Man yang terbiasa bekerja sendiri dan beraksi secara spontan. Belum lagi dengan adanya masalah-masalah masa lalu dari tiap karakter dan juga misi tersembunyi S.H.I.E.L.D di balik penggabungan para pasukan super itu.

Di saat mereka menghadapi masalah dengan kekompakan, waktu tidak lagi tersisa banyak ketika Loki mulai membuka gerbang untuk memasukkan banyak monster dari dunia lain untuk menghancurkan bumi.

Black Widow

Thor dan Captain America

Hawkeye dan Hulk

Tim The Avengers

Opini

Kolaborasi deretan superheo exravanganza ini nampaknya sangat menyita perhatian para kalangan pecinta film. Bisa jadi inilah proyek terbesar dan film yang begitu banyak dinantikan di tahun 2012. Penonton memang telah dijanjikan film ini sejak film Captain America dirilis dengan disisipkannya teaser trailer perdana The Avenger di penghujung durasi filmnya. Sejak saat itulah para fans superhero Marvel  ini memulai penantiannya.

Deretan aktor pemeran superhero ini masih sama kecuali tokoh Bruce Banner (Hulk) yang tadinya diperankan oleh Edward Norton, diperankan oleh Mark Rufallo. Hal ini bukanlah suatu hal yang mampu mengurangi antusiasme publik karena sosok yang lebih dominan dan dielu-elukan adalah sosok Hulk ketimbang Bruce Bannernya. Fakta bahwa tokoh-tokoh besar itu masih dimainkan oleh pemeran aslinya, yang masing-masing sudah sukses dalam kiprah ‘solo’ mereka, akan membuat para pecinta ikon-ikon tersebut semakin merasa layak untuk menunggu film ini.

Meskipun film ini adalah kolaborasi dari seabrek tokoh ikonik, Joss Whedon sebagai seorang sutradara nampaknya mampu menempatkan masing-masing ikon itu dengan proporsi yang pas. Masing-masing memiliki karakter dan kisah yang dituturkan dengan proporsi yang sama sehingga tidak ada kesan dominasi dari salah satu tokohnya. Bahkan tokoh ikonik baru Natasha Romanoff (Black Widow) mendapatkan alur kisah yang cukup untuk menceritakan identitas dan latar belakang kehidupannya.

Untuk sajian spesial efeknya sudah tidak pelu diragukan lagi. Efeknya juga extravaganza. Pesta porak poranda di tengah kota cukup memanjakan para penonton yang sangat suka dengan ledakan-ledakan dahsyat.

Selain aksi yang luar biasa, film ini memasukkan banyak sekali lelucon-lelucon cerdas khas Tony Stark dan dialog-dialog dari tokoh lain.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Joss Whedon yang memang dikenal sebagai fans komik The Avengers.

Sutradara Joss Whedon

“Ultimately these people don’t belong together and the whole movie is about finding yourself from community. It will be the heart of the film” (Joss Whedon)

“It goes back to the very first incarnation of The Avengers, it goes to the Ultimates, it goes to everything about it. It makes no sense, it’s ridiculous. There’s a thunder god. There’s a green “id” giant rage monster, there’s Captain America from 40s. There’s Tony Stark who definetely doesn’t get along with anybody.” (Joss Whedon)

Proses pembuatan filmnya dimulai pada bulan April 2011 dengan lokasi syuting di Albuquerque, New Mexico. Kemudian bulan Agustus beralih ke Cleveland, Ohio dan terakhir pada bulan September 2011 di New York City hingga rangkaian kegiatannya selesai.

Spesial efek yang spektakuler di film ini merupakan gabungan dari perusahaan-peusahaan yang memang sudah pernah menangani proyek film Marvel sebelumnya, yaitu: Fuel VFX (Iron Man 2, Thor, Captain America: The First Avenger), Industrial Light and Magic (Iron Man, Iron Man 2), Legacy Effects (Iron Man 2, Thor), Luma Pictures (Thor, Captain America:The First Avenger), The Third Floor (Thor) dan Weta Digital.

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Behind the scene: adegan menggunakan latar belakang warna hijau

Suasana santai disela-sela syuting

Joss Whedon mengarahkan aktor Mark Ruffalo

Para bintang The Avengers dan sutradara

Did You Know?

The Avengers merupakan film superhero Marvel pertama yang hak distribusinya dipegang Walt Disney Picture.

Pada awalnya, Edwars Norton direncanakan untuk kembali memerankan tokoh Bruce Banner, namun negosiasi dengan sang aktor tidak berhasil. Aktor Joaquin Phoenix juga sempat dirumorkan untuk mengambil peran ini. Namun pilihan akhirnya dijatuhkan pada Mark Ruffalo.

Untuk pertama kalinya sosok hulk dipeankan oleh aktornya, Mark Ruffalo dengan teknik virtual-camera motion-picture. Sebelumnya sosok hulk diperankan oleh aktor yang berbeda dengan tokoh Bruce Banner (Bill Bixby sebagai bruce Banner dan Lou Ferrigno sebagai Hulk) atau disisipkan menggunakan CGI.

Untuk mempertahankan fisik yang sesuai dengan peran Thor, Chris Hemsworth sampai meningkatkan diet ketat.

Di film ini, karakter Tony Stark tampak mengenakan kaos berlabel Black Sabbath. Grup musik cadas ini memang pernah memyanyikan Iron Man  untuk soundtrack  film Iron Man (2008).

Favorite Quotes

Nick Fury: There was an idea to bring together a group of remarkable people, so when weneeded them, they could fight the battle that we never could..

Loki: In the end, it will be every man for himself…

Nick Fury: The world has changed…
Steve Rogers: At this point I doubt anything would surprise me.

Buce Banner: We’re not a team. We’re time-bomb!

Steve Rogers: Stark, we need a plan of attack!
Tony Stark: I have a plan: attack!

Director: McG

Writers: Timothy Dowling (screenplay), Simon Kinberg(screenplay), Timothy Dowling (sotry), Marcus Gautesen (sotry)

Stars: Reese WitherspoonChris Pine and Tom Hardy

Genres: Action | Comedy | Romance

Motion Picture Rating (MPAA): Rated R for some sexual content (original rating)

Runtime: 97 min

 It’s SPY against SPY

Sinopsis

Dua agen rahasia FDR Foster (Chris Pine) dan Tuck (Tom Hardy) adalah sahabat baik yang sering ditugaskan besama-sama saling bahu membahu menyelesaikan misi. Pada suatu hari mereka dikirim ke Hong Kong untuk menangkap kriminal internasional bernama Heinrich (Til Schweiger). Namun misi menangkap Heinrich gagal. Di lain pihak mereka berhasil membunuh saudara Heinrich, Jonas (Clint Carleton).

FDR dan Tuck

Misi itu dinilai gagal karena dianggap penyamaran dan kerahasiaan operasi itu terlalu berantakan. Maka sekembalinya ke Amerika, mereka tepaksa tidak diterjunkan kembali ke lapangan untuk sementara. Persahabatan mereka masih baik hingga Tuck berencana mendaftarkan dirinya di situs pencari jodoh. Tuck akhirnya menemukan wanita yang tepat bernama Lauren Scott (Reese Witherspoon). Lauren sendiri terdaftar di situs tersebut tanpa sepengetahuan dirinya karena sahabatnya, Trish (Chelsea Handler) yang mendaftarkannya.

Tuck dan Lauren bertemu muka di suatu tempat namun di waktu yang berlainan, Lauren juga berkenalan dengan Foster. Timbul kecocokan diantara mereka. Cinta segitiga pun  terbentuk. Mereka sepakat untuk bersaing secara adil. Namun nampaknya pesaingan adil yang dimaksud adalah persaingan ala Spy yang memanfaatkan teknologi canggih untuk memenangkan hati Lauren. Di saat persaingan cinta itu berlangsung, mereka juga harus menghadapi Heinrich yang berusaha membalas dendam atas kematian saudaranya.

Tuck bertemu Lauren

Lauren secara tak sengaja bertemu dan berkenalan dengan FDR

tak ketinggalan juga adegan actionnya

Opini

Tema perebutan cinta oleh dua orang bukanlah suatu hal yang baru. Bahkan sangat umum untuk sebuah sinetron. Namun yang menarik di sini adalah kisah cinta itu dipadu dengan latar belakang aksi spionase. Jika kita menilik ke belakang, bisa jadi film tentang romansa ‘perang’ ini mengingatkan kita pada film Bride Wars. Tapi di film ini, perang yang terjadi benar-benar memakai unsur ledakan dan perkelahian fisik.

Pertama kali membaca tagline: It’s spy against spy, saya agaknya sedikit berharap filmnya akan mendekati Mr. And Mrs. Smith yang memadukan aksi spionase dan drama romantis yang mampu mempertahankan kedua genre tersebut dengan cukup kuat. Tapi ketika melihat tuntas This Means War,  nampaknya ekspektasi saya terlalu berlebihan. Ini film nanggung. Aksinya kurang serius, spionasenya kurang dieksplor dan komedi romantisnya datar-datar saja. Persaingan antara kedua Spy ini hanya sekedar persaingan dua orang biasa yang memanfaatkan kecanggihan sarana di markas mereka. Tidak ada gadget canggih milik mereka sendiri.

Namun nilai lebih dari film ini setidaknya alur ceritanya tidak begitu membosankan. Dan cukup memberikan hiburan bagi penonton pria yang membutuhkan hiburan di hari valentine tanpa drama romantis yang selalu penuh dengan air mata.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh McG, sineas yang membesut Charlie’s Angles dan Teminator Salvation. Pada awalnya film ini diberi judul Spy vs. Spy. Tapi akhirnya diganti menjadi This Means War hanya beberapa bulan sebelum filmnya dirilis. Tanggal rilisnya sendiri direncanakan pada tanggal 14 Februari 2012 betepatan dengan hari valentine. Tapi ditunda dengan alasan untuk menghidari persaingan dengan film The Vow  yang memang diprediksi akan menjadi box office.

Sutradara McG

suasana lokasi syuting

McG di tengah-tengah syuting

Did You Know?

Sebelum peran jatuh pada Chris Pine adan Tom Hardy, beberapa aktor yang pernah direncanakan untuk mengambil peran ini antara lain: Sam Worthington, Collin Farell, Justin Timberlake dan Seth Rogen. Bradley Cooper juga mengikuti casting namun dibatalkan karena ada konflik dengan jadwalnya. James Franco pernah ditawari peran namun menolak.

Chris Pine dan Tom Hardy sama-sama pernah membintangi film Star Strek. Pine bemain sebagai kapten Kirk dalam Star Trek sedangkan Hardy bermain sebagai Preator Shinzon dalam Star Trek: Nemesis.

Film ini penah diberi rating “R” oleh MPAA karena tedapat dialog rasis oleh karakter Chelsea Handler dan muatan seksual. Tapi belakangan diedit dan mendapatkan rating “PG-13”

Favorite Quotes

Lauren: Oh, I think I’m going to hell

Trish: Don’t wory. If you’re going to hell, I’ll just come pick you up.