Posts Tagged ‘British films’

Director: Rupert Sanders

Writers: Evan Daugherty (screenplay), John Lee Hancock (screenplay), Evan Daugherty (screen story), Hossein Amini (screenplay)

Stars: Kristen StewartChris Hemsworth and Charlize Theron

Genres: Action | Adventure | Drama | Fantasy

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of violence and action, and brief sensuality.

Runtime: 127 min

Sinopsis

Queen Ravenna (Charlize Theron) adalah ratu yang memerintah sebuah kerajaan secara tiran. Anak tirinya, Snow White (Kristen Stewart), yang ditawan di penjara kerajaan akhirnya meloloskan diri tepat ketika Cermin Ajaib Ratu Ravenna mengatakan bahwa Snow White harus dikorbankan sebagai syarat hidup abadi. Maka Ravenna mengutus pemburu bernama Eric (Chris Hemsworth) untuk mencari Snow White. Namun ketika Eric menyadari bahwa dirinya hanya dipermainkan oleh Ravenna, dirinya justru berbalik untuk berusaha menyelamatkan Snow White dan menyusun rencana untuk melakukan pemberontakan. Dengan bantuan delapan kurcaci dan Prince William yang merupakan sahabatnya ketika masih anak-anak, mereka siap untuk menggulingkan tahta sang ratu.

Queen Ravenna

Snow White dan si Pemburu

Snow White ketika berperang melawan kekuasaan Queen Ravenna

Opini

Film ini sedikit berbeda dengan dongeng yang selama ini kita kenal. Dengan menambahkan unsur kegelapan, film ini jauh dari suasana dongengn untuk anak-anak semata. Meski plot utamanya masih tetap mengusung alur yang sama, namun detail dai unsur-unsur ceritanya sedikit berubah. Misalkan selama ini kita tahu bahwa dalam dongeng, kurcaci yang membantu dan melindungi Snow White berjumlah tujuh. Namun di film ini justru ada delapan. Karena satu kurcaci memang dipersiapkan untuk mengemban tugas khusus.

Charlize Theron yang memerankan Queen Ravenna cukup berhasil membawakan penjiwaan perannya. Namun aktris sentral Kristen Stewart justru terkesan biasa-biasa saja mengingat tidak ada bedanya dengan peran Bella Swan di Twilight Saga. Chris Hemsworth yang selama ini kita tahu lewat peran Thor yang membawa senjata khas sebuah palu sekarang harus memegang kapak. Perannya sendiri kurang signifikan.

Alur cerita terkesan sangat panjang dan membosankan. Bahkan beberapa alur justru menjadi plot hole misalnya Snow White yang mendadak bisa berperang padahal sepanjang hidupnya dikurung di penjara istana.

Behind the Scene

Film ini disutradarai oleh Rupert Sanders yang sebelumnya dalah sutradara untuk iklan.

Pada awalnya para produser tepikir menggunakan aktris-aktris muda yang belum terlalu populer untuk memerankan Snow White, seperti Riley Keough, Felicity Jones, Bella Heathcote, Alicia Vikander dan Rachell Maxwell. Tapi selain nama-nama tersebut, para petinggi studio masih menyelipkan nama bintang tenar seperti Saoirse Ronan, Selena Gomez, Emily Browning dan Lily Collins. Lily Collins sendiri setelah gagal mengikuti audisi ini justru mendapatkan peran sebagai Snow White dalam Mirror Mirror yang rilisnya hampir bersamaan).

Untuk peran Queen avenna, Winona Ryder pernah dipertimbangkan untuk mengambil perannya sebelum akhirnya jatuh pada Charlize Theron. Sementara Chris Hemsworth masuk menggantikan Johnny Depp, Vigo Mortensen dan Hugh Jackman.

Proses syutingnya dimulai di London Inggris pada Oktober 2011 dan diselesaikan pada Desember 2011.

Sang sutradara Rupert Sanders sedang mengarahkan aktris Charlize Theron

Sang sutradara Rupert Sanders sedang mengarahkan aktris Kristen Stewart

Kristen Stewart in action

Did You Know?

Sebutan awal Snow White adalah Snowdrop seperti yang disebutkan di edisi pertama kumpulan kisah-kisah Grimm, Children’s and Household Tales.

Snow White sering diartikan sebagai “Putri Salju”, padahal arti secara harfiahnya adalah “Putih Salju”.

Nama sang ratu jahat sangat variatif di berbagai versi. Orang-orang lebih sering menyebutnya dengan “Evil Queen” saja.

Usaha sang ratu yang berusaha membunuh Snow White karena kecemburuan sang ratu terhadap putri tirinya yang disebut-sebut sebagai gadis tercantik di seluruh kerajaan. Namun tidak banyak orang yang tahu bahwa Snow White saat itu baru berumur tujuh tahun.

Di antara berbagai usaha pembunuhan yang dilakukan Ratu Jahat kepada Snow White, apel beracunlah yang paling populer. Sementara, dua usaha yang lain kerap diabaikan.

Favourite Quotes

Queen Ravenna: Lips red as blood, hair black as night, bring me your heart, my dear, dear Snow White.

———————————————————————————————————————————–

Queen Ravenna: Mirror, mirror on the wall. Who is fairest of them all?

———————————————————————————————————————————–

Mirror Man: My queen, you have defied nature and robbed it of its fairest root. But on this day there is one more beautiful than you.
Queen Ravenna: Who is it?
Mirror Man: Snow White.

———————————————————————————————————————————–

Snow White: I would rather die than live another day in this death!

———————————————————————————————————————————–

Director: Josh Trank

Writers: Max Landis (screenplay), Max Landis (story), Josh Trank (story)

Stars: Dane DeHaanAlex Russell and Michael B. Jordan

Genres: Drama | Sci-Fi | Thriller

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense action and violence, thematic material, some language, sexual content and teen drinking

Runtime: USA: 84 min

Boys will be boys

Sinopsis 

Seorang remaja Seattle Andrew Detmer (Dane DeHaan) mulai memvidiokan kehidupan sehari-harinya. Kehidupan di rumahnya sendiri tidak menyenangkan. Ibunya, Karen Bo Petersenn), menderita kanker yang semakin parah. Ayahnya, Richard (Michael Kelly), adalah seorang pemabuk yang sering kasar terhadap Andrew. Sedangkan di sekolahnya, Andrew sering menjadi korban bullying.

Suatu hari sepupu Andrew, Matt Garetty (Alex Russell), mengajaknya ke sebuah pesta. Di sanalah ia diminta Matt mensyuting sesuatu bersama seorang bintang sekolah populer, Steve Montgomery (Michael B. Jordan). Mereka bertiga menuju sebuah lokasi yang terdapat sebuah lubang besar terowongan bawah tanah. Mereka mencoba memasuki terowongan itu dan memvidiokannya. Tenyata sesuatu yang berada di ujung terowongan itulah yang mengubah nasib mereka.

Andrew, Matt dan Steve di dalam terowongan

Sebuah benda tak dikenal bersinar di ujung terowongan. Sebuah kristal besar yang memancarkan cahaya biru itu tiba-tiba mengeluarkan suara keras dan warnanya berubah menjadi merah. Tiba-tiba mereka merasakan sakit kepala dan mimisan. Kamera pun mendadak mati.

Beberapa hari setelahnya mereka menyadari bahwa benda asing itu memberikan kekuatan telekinetik pada mereka bertiga. Kekuatan itu semakin bertambah tiap harinya. Mulai dari mengendalikan benda-benda kecil, kemudian benda-benda besar hingga mereka bisa menerbangkan tubuh mereka sendiri. Dengan euforia sekelompok remaja, kekuatan itu mereka gunakan untuk senang-senang. Namun, kehidupan Andrew yang sering mendapatkan kekerasan baik dari ayahnya dan dari teman sekolahnya ternyata membuat pertumbuhan kekuatan itu kearah kekuatan jahat yang tak terkendali. Emosi akibat penbekanan yang terakumulasi membuat Andrew tidak mampu mengendalikan kekuatan jahatnya sendiri.

Tiba-tiba mereka memiliki kemampuan telekinetis

Kemampuan super mereka semakin meningkat hingga bisa terbang

Opini 

Nampaknya genre film found footage mulai bisa dijadikan senjata untuk menembus pasaran box office. Diawali dari kesuksesan The Blair Witch Project yang nampaknya membuka suasana baru untuk film jenis ini, kemudian franchaise Paranormal Activity yang cukup sukses menerima sambutan hangat dari para kritikus film. Terbukti bahwa di era persaingan teknologi 3D, film mini bujet ini mampu disejajarkan dengan film berbujet berkali-kali lipat lainnya.

Dari segi alur cerita dan tema, Chronicle  tidak menghadirkan sesuatu yang baru. Tema superhero tanpa kostum ini sudah pernah diangkat dalam film Hancock dan Jumper. Namun yang menjadi unik adalah bahwa superheo di Chronicle ini tidak memanfaatkan kekuatan supernya untuk menolong orang lain. Justru dengan latar belakang kehidupan remaja para pemainnya, kekuatan super yang dimiliki para tokohnya hanya digunakan sebagai sebuah kebanggaan dan kesenangan pribadi. Satu pebedaan ini jika digabungkan dengan format found footage, maka akan tersaji sebuah film found footage yang selama ini mengusung genre sebagai film misteri, menjadi sebuah film found footage  pertama yang bergenre superhero yang jauh dari sebutan hero.

Meski dengan bujet minim ($15 juta), film ini ternyata tidak menyajikan spesial efek yang minim. Efek-efek yang luar biasa cukup menarik menghiasi film ini. Patut diacungi jempol. Secara keseluruhan, Chronicle merupakan film sederhana namun memberikan kesan yang begitu mengigit.

Behind The Scene 

Film ini disutradarai oleh Josh Trank dan merupakan film petama Trank untuk format layar lebar. Sebelumnya Trank menyutradarai serial TV The Kill Point. Film ini memakan bujet $15 juta. Pembuatan film dimulai bulan Mei 2011 dan berakhir di bulan Agustus 2011.

Sutradara Josh Trank

Josh Trank dengan kameranya

Syutingnya kebanyakan dilakukan di Cape Town Afrika Selatan. Kendalanya, di Afrika Selatan mengendara mobil menggunakan sisi kiri jalan dan kemudi berada di sebelah kanan. Maka untuk menyesuaikan dengan keadaan setting sesuai skenario (seolah di Seattle yang kondisi lalulintas dan posisi kemudinya berkebalikan dengan Cape Town), beberapa mobil Amerika terpaksa harus dikirim menggunakan kapal.

Filmnya dilakukan editing postproduksi agar terlihat seperti film found footage. Sinematografer Matthew Jensen menggunakan kamera video Arri Alexa dan lensa Angenleux Optimo dan Cook s4. Untuk membuat adegan yang mensimulasikan kamera Adrew yang meluncur dilantai ketika ditendang oleh kawannya, digunakan skateboard untuk menopang kamera tersebut.

Did You Know? 

Gadis berambut pink pasangan karakter Andrew yang diperankan oleh Anna Wood adalah kekasih Dane DeHaan (Andrew) di kehidupan nyata.

Lagu The Bright Flash yang dinyanyikan oleh M.8.3 yang dimainkan di credit akhir film hanya berisi sebaris lirik: I killed all the rainbows and the species.

Favorite Quotes 

Matt Garetty: Andrew, don’t fart. We’ll never find you again

Andrew Detmer: I’ve been doing a lt of reading, you know? Like, online about, like, just evolution and natural selection and how like there’s this thing, right? Its called the apex predator, right? And basically what this is, is the strongest animal in the ecosystem, right? And as human beings, we’re considered the apex predator but only because smaller animals can’t feed on us because of weapons and stuff, right? A lion does not feel  when it kills a gazelle, right? You do not feel guilty when you squash a fly… and I think that means something. I just think that realy means something.