[Cerpen] Belahan Jiwa

Posted: Maret 31, 2013 in cerpen, fiksimini, Karya Sendiri
Tag:, , ,

Selalu saja akan tiba di mana manusia akan berdiri pada titik percabangan dari satu keputusan besar. Titik itu senantiasa memaksa siapa saja yang mengalaminya harus menguras pikiran dan memeras hati untuk mengeluarkan sari-sari intuisi berupa sebuah bisikan yang seolah menjadi rambu-rambu yang menunjukkan jalan mana yang harus dilalui. Di sinilah manusia akan mengalami masa-masa terlemah dan terjebak dalam badai kebimbangan yang membuatnya terombang-ambing tanpa ada gerak maju.

            Namanya Raka. Dia sedang bersimpuh lelah terpancang di hadapan titik percabangan itu. Satu pekan adalah jaraknya dengan dua ruas jalan berbeda arah itu. Salah satu jalan itu adalah perempuan bernama Ira yang hendak dia lamar pekan depan dan jalan yang lain adalah perempuan tautan hatinya yang lain. Fiola namanya.

 

Ira dan Tina

            “Aku tidak sabar menunggu pekan depan, Tin.” kata Ira

            “Akhirnya ya, Ir…” kata Tina, “Pasti menjalani enam bulan LDR itu lumayan berat ya. Apalagi kalian dulu biasa barengan terus kemana-mana.”

            “Iya. Berat lho. Sudah jalan lima tahun dan tiba-tiba harus LDR itu rasanya nyesek banget.”

            “Trus kapan rencana nikahnya?”

            “Belum dibahas.”

            “Oke deh. Setidaknya hubungan kalian sudah selangkah lebih maju ke tahap berikutnya.”

            “Iya, akhirnya aku bisa menjaga hatinya agar tidak lagi bercabang kemana-mana.”

            “Maksudmu gimana Ir?”

 

Raka

            Fiola, perkara hati ini memang tidak pernah sederhana. Kamu tahu hatiku sudah memiliki dan dimiliki orang lain. Namun kamu mencintaiku apa adanya seutuhnya diriku tanpa peduli status ragawi. Hingga kini hatiku berani bertutur: itulah cinta sejati, murni tanpa atribut. Cinta yang ikhlas.

            Maka apa dayaku ketika hati ini mulai menghampirimu. Jiwaku ini mulai mencari jiwamu. Inginku untuk melebur merengkuhmu merasuk hingga tidak ada lagi diriku dan dirimu. Yang ada tinggallah: satu.

 

Ira dan Tina

            “Enam bulan ini tidak hanya menjauhkanku dari fisiknya.”

            Tina mendengarkan dengan seksama.

            “Hatinya juga mulai menjauhiku. Dalam enam bulan ini bahkan sudah enam nama perempuan yang ada di benaknya. Yang mendominasi pikiran dan juga sebagian besar obrolannya ketika kami berkontak telepon. Sering sekali dia menyebut-nyebut Nora, Axel, Sophie, Ella, Melinda dan… ah siapa itu yang terakhir aku lupa.”

            “Apa? Serius kamu Ir?”

            Ira mengangguk, “Raka orang jujur Tin. Dia ga bakal bisa menutup-nutupi apa yang dia rasakan.”

            “Ir, kamu itu kelewat sabar atau bodoh si? Sudah jelas-jelas hatinya tidak pernah bisa setia. Terus apa lagi yang kamu harapkan dari dirinya?”

 

Raka

            Fiola, ini bukan kompetisi yang harus melahirkan satu pemenang. Bukan perkara menang dan kalah. Hanya karena aku harus memilih salah satu, bukan berarti yang lain harus mengambil jatah predikat “si kalah”. Aku mencintaimu dengan beda. Manusia memang punya satu hati tapi bukan berarti hanya bisa menyimpan satu rasa. Perasaanku terhadapmu itu utuh dan khusus. Aku simpan rasa itu dalam satu kotak yang akan selalu terpisah dengan kotak yang lain.

 

Ira dan Tina

            “Bukan.” Jawab Ira tenang, “Bukan begitu Tin.”

            “Lantas?” Sahut Tina tidak sabaran.

            “Nama-nama yang di hati Raka, yang mendominasi pikirannya, tidaklah nyata. Namun tetap saja membuatku merasa diduakan.”

            “Aku belum mengerti.”

 

Raka

            Pernah sesekali hatiku berbisik: Fiola, rebutlah aku! Tapi bisikan itu semakin lirih. Teredam dan tertekan oleh norma-norma yang ada. Yang dari sisi manapun, stempel besi panas bertuliskan “kamu bersalah” siap memberikan tanda permanen di wajahku. Hingga orang-orang tidak lagi memanusiakan jiwaku.

 

Ira dan Tina

            “Dia pernah mengalami gangguan di masa kecilnya. Dia mengalami kesedihan yang mendalam atas meninggalnya ayahnya. Rasa kehilangan yang luar biasa besar membuat sisi lain dari jiwanya aktif membangun citra maya seseorang yang mampu dijadikan teman, sahabat bahkan pacar. Maka hati dan pikirannya selalu bercabang. Kadang dia menjadi Raka, kadang dia menjadi orang lain dan menempatkan dirinya sebagai orang yang dibutuhkannya. Dia mencintai sosok lain dalam dirinya.”

            “Semacam schizophrenia?”

            “Iya. Semenjak kami jadian, gangguan itu hilang dengan sendirinya. Aku selalu ada buat dia sehingga dia tidak merasa butuh lagi sosok-sosok maya itu dalam hidupnya.”

            “Dan gangguan itu… muncul lagi semenjak kalian menjalani LDR?” tebak Tina.

            “Nampaknya begitu. Dia mulai mencari pelarian untuk menggantikan posisiku.” kata Ira sedih.

 

Raka

            Fiola, tak perlu ungkapan kata-kata cinta untuk membuat ikatan hati kita makin erat hingga detik ini. Tahukah kamu apa yang membuatku bahagia berlebih sejak tiga bulan yang lalu? Yaitu ketika aku tahu perasaanku berbalas. Ketika aku tahu bahwa aku tidak sendiri menjinjing perasaan yang agung itu.

            Fiola, aku mencintaimu. Kamulah belahan jiwa yang selalu dicari-cari separuh jiwaku.

 

Ira dan Tina

            “Fiola…! Ya, aku ingat sekarang. Fiola, nama yang akhir-akhir ini disebut-sebut Raka.” kata Ira, “Cara dia bercerita itu membuatku sedih, Tin. Nampak benar dia mencintai sosok itu. Nampak benar bahwa Raka menganggap Fiola sebagai belahan jiwanya. Ah…tidak…tidak! Fiola sama sekali bukan belahan jiwanya. Jiwa Rakalah yang selama ini terbelah menjadi sosok Fiola.”

            “Ya, aku paham Ir. Semoga pertunangan ini bisa menyatukan jiwanya lagi.”

 

Raka

            Fiola, aku tidak ingin kamu pergi dari diriku. Karena kita… Satu.

 

——

 

            Seseorang sedang tenggelam dalam tangis di kamarnya yang terkunci rapat. Dia seorang perempuan. Fiola namanya. Ingin sekali ia berkata “Ira, aku begitu mencintai calon tunanganmu.”

 

Bantul, 13 Maret 2013

Iklan
Komentar
  1. chipung berkata:

    aq baca sambil membayangkan adegannya,,, kayak pilem ,,,
    haha 😀

  2. Junaidi M berkata:

    😥 apalah daya ketika cabang itu membuat lupa akan arah yang sebelumnya

  3. cakramahkota berkata:

    Met mlm numpang lwt sobat?
    Melayani jasa dan konsultasi masalah : karir,pelet,jual tnh/rmh agr laku terjual,jimat judi,jimat sabung ayam,jimat sex,azimah bnda bertuah,progrm guru husada,dll.silahkn kunjungi:
    http://mahkota-hati.mywapblog.com/

  4. vivi berkata:

    hai..aku Vivi.aku 37 tahun,janda beranak 1.aku pengusaha.yaa…walaupun belum jadi
    milyuner,banyak orang bilang aku janda kaya.aku mencari seorang pria baik2 untuk dijadikan
    suami.apapun keadaannya aku terima dengan ikhlas,asalkan dia setia,mencintai aku dan
    menyayangi anaku.bila ada pria yang serius,hubungi aku di nomor hape 089606567271.dan
    tanda dari orang yang serius adalah langsung menelepon,tidak smsan kaya anak muda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s