Posts Tagged ‘Films shot in England’

Director:  Christopher Nolan

Writers:  Jonathan Nolan (screenplay), Christopher Nolan(screenplay),

Christopher Nolan (story), David S. Goyer (story), Bob Kane (Batman Character)

Stars: Christian BaleTom Hardy and Anne Hathaway

Genres: Action | Adventure | Drama | Thriller

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for intense sequences of violence and action, some sensuality and language

Runtime: 164 min

-The Legend Ends-

Sinopsis

Kisah ini bersettingkan delapan tahun setelah Batman (Christian Bale) dituduh sebagai pelanggar hukum dan buronan polisi Gotham demi menutupi aksi kejahatan Harvey Dent alias Tow Face. Dent sendiri akhirnya dianggap sebagai The White Knight. Atas dasar inilah Bruce Wayne yang semakin tua dan sedikit cacat menahan diri untuk tidak lagi keluar sebagai Batman.

Di lain pihak kota Gotham mendapatkan ancaman dari teroris bernama Bane (Tom Hardy) yang ingin menguasai Gotham. Maka dengan melawan segala konflik batin, Wayne akhirnya merasa harus membangkitkan kembali Batman. Tokoh antagonis yang sangat brutal tersebut akan menguji batas kemampuan yang dimiliki Batman baik fisik maupun mental.

Tokoh antagonis Bane

Batman vs Bane

Cat Woman

 

 

Opini

Setelah empat tahun menunggu kelanjutan kisah Batman versi Nolan, akhirnya film yang dirilis 20 Juli 2012 ini mengakhiri triloginya. Christopher Nolan memang memiliki ciri khas di film-filmnya yang menggabungkan aksi psikologis dan sedikit filsafat. Saya pribadi sudah menyukai karya Nolan sejak film Batman Begins (2005) yang sudah kental nuansa gelapnya. Tidak sekedar superhero yang hanya menyasar anak-anak, trilogi Batman versi Nolan lebih memiliki kompleksitas cerita yang jauh lebih berat dan dewasa.

Spesial efeknya tidak terlalu mendominasi karena kekuatan justru ada pada jalan ceritanya. Namun aksi-aksinya cukup brutal mengingat sosok Bane yang memang secara fisik sangat kuat dan cukup cerdas. Tapi yang disayangkan adalah kekalahan tokoh antagonisnya yang berkesan terlalu sederhana.

Penampilan Anne Hathaway sangat memukau. Mengingat bahwa dia belumlah familier tampil di peran-peran yang membutuhkan olah fisik. Hal ini membuktikan bahwa ia sanggup memainkan karakter apapun.

Behind the Scene

Sekitar bulan Desember 2008, sang sutradara Christopher Nolan menyelesaikan outline kasar dari kisah Batman ketiga ini sebelum kemudian berpaling untuk mengerjakan proyek Inception. Proyek ini kembali mencuat pada bulan Februari 2010.  Akhirnya pada bulan Desember 2010, dimulailah eksplorasi beberapa lokasi.

Sutradara Christopher Nolan

Tahapan pertama syuting dilakukan di Jodhpur, India. Kemudian berpindah ke Pittsburg untuk mencegah bocornya materi film seminimal mungkin. Nolan juga menggunakan judul palsu seperti yang sudah ia lakukan untuk film-film sebelumnya. Nama samaran yang digunakan kali ini adalah Magnus Rex. Di kota inilah sebagian besar adegan disyut. Tiga minggu berada di sana, proses produksi dilanjutkan di Loas Angeles dan New York. Pada bulan November 2011 syuting dilangsungkan di Newark, New Jersey. Seluruh rangkaian proses syuting berakhir pada 14 November 2011.

Kabarnya proyek ini cukup kontroversial karena beberapa kecelakaan, bocornya materi foto maupun video rekaman proses pengambilan gambar, serta kritikan fans mengenai kostum Bane dan Catwoman. Maka untuk menghadapi tantangan tersebut, Nolan tampil habis-habisan dan bisa dilihat dari segi bujet yang mencapai $250 juta. Bandingkan dengan proyek The Dark Knight yang hanya berkisar $185 juta saja.

Behind The Scene

Behind The Scene

Behind The Scene

 

 

Did You Know?

Christopher Nolan adalah sutradara pertama yang menyelesaikan trilogi penuh dari film Batman dan merupakan sutradara kedua yang meneyelesaikan trilogi penuh film superhero setelah Sam Raimi (Spider Man).

Angelina Jolie, Natalie Portman, Jessica Biel, Charlize Theron, Emily Blunt, Vera Farmiga, Gemma Arterton, Abbie Cornish, Eva Green, Kate Mara, Blake Lively, Charlotte Riley, Olivia Wilde dan Keira Knightley pernah diaudisi untuk peran Selina Kyle. Namun Anne Hathaway akhirnya mendapatkan peran tersebut.

Naomi Watts, Rachel Weisz dan Marion Cotillard pernah direncanakan untuk memerankan tokoh Miranda Tate sebelum akhirnya Cotillard yang mendapatkan perannya. Cottilard memulai proses syuting hanya dua bulan setelah melahirkan.Joseph Gordon-Levitt, Leonardo DiCaprio, james Holzier, Ryan Gosling dan Mark Ruffalo merupakan kandidat kuat untuk memerankan tokoh John Blake. Namun akhirnya Gordon-Levitt yang terpilih.

Untuk mempersiapkan peannya dalam memainkan tokoh Bane, Tom Hardy menaikkan berat badannya sebanyak 30 pon dan mempelajari beberapa macam ilmu beladiri.

Untuk menghormati mendiang Heath Ledger, tokoh Joker tidak pernah sekalipun disebut-sebut di sepanjang film.

Favorite Quotes

——————————————————————————————–

Bruce Wayne: Why didn’t you just kill me?

Bane: Your punishment must be more severe

——————————————————————————————–

Alfred: [to Bruce] I won’t bury you. I buried enough members of the Wayne family.

——————————————————————————————–

Bruce Wayne: I’m not afraid. I’m angry.

——————————————————————————————–

Batman: No guns, no killing.

Catwoman: Where’s the fun in that?

——————————————————————————————–

Roland Daggett: You’re pure evil!

Bane: I’m necessary evil.

——————————————————————————————–

CIA Agent: [to Bane] Now what’s the next step of your master plan?

Bane: Crashing this plane…with no survivors!

——————————————————————————————–

Bane: When Gotham is ashes, you have my permission to die.

Iklan

Director: Ridley Scott

Stars: Noomi RapaceLogan Marshall-Green and Michael Fassbender

Genres: Action | Horror | Sci-Fi

Motion Picture Rating (MPAA): Rated R for sci-fi violence including some intense images, and brief language

Runtime: 124 min

-They went looking for our beginning. What they found could be our end-

Sinopsis

Pada tahun 2089, pasangan arkeolog Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan Marshall-Green) menemukan sebuah gambaran kuno di dinding gua yang menggambarkan susunan gugusan bintang. Gambaran ini muncul di tempat-tempat dan peradaban lain yang terpisah dan tidak ada hubungannya sama sekali. Namun gambaran tersebut begitu identik. Maka para ilmuwan itu secara sepakat mengintepretasikan gambar-gambar tersebut adalah suatu pesan yang bersifat undangan dari suatu tempat yang diyakini sebagai tempat asal mula seluruh kehidupan manusia di bumi.

Berdasarkan susunan gambaran bintang-bintang tersebut, mereka akhirnya menemukan lokasi yang identik dengan gambaran itu. Mereka menyebut tempat itu LV-223. Peter Weyland (Guy Pearce), seorang CEO dari Weyland Corporation mendanai perjalanan mereka ke tempat tersebut dengan membangun sebuah pesawat luar angkasa Prometheus.

Pesawat Prometheus

Sekelompok ilmuwan diberangkatkan dalam keadaan ditidurkan. Sedangkan pesawat luar angkasanya dikendalikan oleh robot android bernama David (Michael Fassbender). Mereka akhirnya tiba di tempat yang dituju pada tahun 2093. Mereka mendaratkan Prometheus di sebuah tempat yang dekat dengan suatu struktur raksasa yang ada di planet tersebut. Di situlah sekelompok tim dikirimkan untuk mempelajari tempat yang diyakini sebagai asal mula kehidupan manusia tersebut. Namun yang mereka temukan justru bisa jadi akan menyebabkan musnahnya umat manusia di bumi.

David si manusia android

Opini

Promosi film ini cukup luar biasa. Menurut pengamat film, Prometheus memiliki berbagai aspek yang membuatnya jadi film unggulan musim panas yang layak diperhitungkan kehadirannya. Bahkan mereka optimis bahwa film ini bisa menjadi kuda hitam diantara film-film rilisan tahun 2012 secara keseluruhan baik dari segi pencapaian finansial dan ataupun kualitas.

Namun menurut saya pribadi, ekspektasi akibat materi promosi justru melebihi dari kenyataannya. Saya melihat film ini belum menghadirkan sesuatu. Sepanjang film saya menunggu adanya klimaks yang luar biasa. Namun nyatanya, film ini secara keseluruhan berkesan baru sekedar pemanasan. Untungnya saya menyadari bahwa film ini memang dipersiapkan untuk berlanjut di sekuel berikutnya. Dengan alasan itu saya bisa memaklumi jika ‘si klimaks’ mungkin saja tidak hadir di installment  ini tapi memang dipersiapkan di sekuel berikutnya. Namun pengakuan sutradara Ridley Scott justru mematahkan harapan saya. Dia berkata, “If we’re lucky, there’ll be a second part. It does leave you some nice open questions.” Ini jelas-jelas mengkhawatirkan. Bagaimana mungkin sebuah film yang masih terdapat begitu banyak missing link tidak dibuat lanjutannya? Saya anggap si Ridley Scott sudah berhutang besar pada saya dan dia wajib membuat lanjutan kisahnya yang benar-benar bisa memuaskan ekspektasi saya tehadap franchise  ini. Kita tunggu dan kita doakan saja agar Ridley Scott meluangkan waktunya untuk proyek lanjutannya.

Teknologi 3D yang disajikan belum begitu, menggigit. Alur ceritanya telalu mudah ditebak dan emosi dari alur cerita dan penokohan karakternya masih terlalu datar.

Behind The Scene

Prometheus menjadi ajang kembalinya lagi Ridley Scott, sang sineas yang pada tahun 1979 pernah menyajikan Alien, film horor fiksi ilmiah yang luar biasa sukses. Melalui film ini, Scott hendak menciptakan kisah pondasi bagi mitologi Alien yang selama ini belum pernah diceritakan di layar lebar. Pada awalnya Scott berencana membuat film ini sebagai prekuel langsung dari Alien, namundalam perkembangannya, proyek ini menjadi film yang bisa dibilang berdiri sendiri.

Ridley Scott

Proses syuting dimulai pada bulan Maret 2011 hingga Januari 2012 yang dilangsungkan di Kanada, Inggris, Skotlandia, Islandia dan Spanyol dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi. Bahkan, para pemain penting di film ini harus menandatangani persetujuan guna mencegahtejadinya kebocoran plot penting cerita serta kesediaan mereka membaca skripnya hanya kala berada di bawah pengawasan langsung pihak studio.

Suasana Syuting

Ridley Scott mengarahkan proses syuting

Aktris Charlize Theron ketika syuting

Did You Know?

Gemma Arterton, Carey Mulligan, Olivia Wilde, Anne Hathaway, Abbie Cornish dan Natalie Portman pernah dipertimbangkan untuk memerankan tokoh Elizabeth Shaw.

James Franco pernah dipertimbangkan untuk peran Holloway.

Michelle Yeoh pernah dipertimbangkan untuk peran Meredith Vickers yang akhirnya diperankan oleh Charlize Theron.

Film ini awalnya akan diberi judul Paradise. Tapi Ridley Scott sendiri yang mengusulkan memberi judlu Prometheus karena dianggap lebih sesuai dengan tema yang diangkat film ini yang menceritakan tentang proses penciptaan. Prometehus adalah pelayan para dewa-dewi. Dia mencuri dan membagi-bagikan anugerah besar pada manusia berupa api yang memiliki peran sangat penting bagi kehidupan manusia untuk selamanya.

Noomi Rapace, aktris Swedia yang memerankan tokoh Elizabeth Shaw, harus berlatih berbicara dengan dialek British agar sesuai dengan karakter Shaw.

Charlize Theron mengalami kesulitan menjalani adegan berlari di pasir dengan menggunakan sepatu boot gara-gara kebiasaan merokoknya.

Nama tokoh android yang muncul di franchaise Alien, entah sengaja atau tidak, selalu dinamai menurut urutan abjad: Ash (dalam Alien), Bishop (dalam Aliens,dan Aliens 3), Call (dalam Alien: ressurection) dan kini David (dalam Prometheus).

Favorite Quotes

David: Big things have small beginings.

Elizabeth Shaw: My God, we were so wrong…

Director: Tim Burton

Writers: Seth Grahame-Smith (screenplay), John August(story), Seth Grahame-Smith (story), Dan Curtis (television series)

Stars: Johnny DeppMichelle Pfeiffer and Eva Green

Genres: Comedy | Fantasy

Motion Picture Rating (MPAA): Rated PG-13 for comic horror violence, sexual content, some drug use, language and smoking

Runtime: 113 min

 “Strange Is Relative”

Sinopsis

Tahun 1752, sepasang suami istri, Joshua dan Naomi Collins bersama putra mereka Barnabas Collins (Johnny Depp) memutuskan berpindah dari Liverpool menuju Amerika. Mereka membangun sebuah rumah yang cukup besar benama Collinwood Manor.

Barnabas Collins yang tumbuh menjadi pemuda mulai mengenal cinta. Namun suatu hari dia melukai hati seorang wanita bernama Angelique Bouchard (Eva Green) yang malangnya wanita itu adalah seorang penyihir. Ketika Barnabas jatuh hati ke wanita lain bernama Josette DuPres (Bella Heathcote), Angelique mengutuknya sehingga setiap wanita yang dicintai Barnabas akan mati. Maka nasib Josette pun berakhir tragis karena bunuh diri.

Angelique yang sadar bahwa dirinya tidak akan berhasil memiliki hati Barnabas akhirnya kesal. Dikutuknya Barnabas menjadi vampir dan dengan menghasut penduduk kampung, Barnabas dikubur hidup-hidup.

Barnabas Collins

Angelique Bouchard

Barnabas Collins, dikutuk menjadi vampir dan dikubur hidup-hidup

Sebagai vampir, Barnabas hidup kekeal meski telah dikubur selama hampir 200 tahun. Pada tahun 1972, para pekerja bangunan tidak sengaja membongkar petinya. Akhirnya Barnabas yang haus darah bisa bangkit kembali. Tujuan utama Barnabas selanjutnya adalah kembali ke Collinwood Manor. Ketika dia menemukan kembali rumah besar itu, ternyata umah itu masih ditempati oleh keturunan keluarga Collins. Pemimpin keluarga dipegang oleh Elizabeth Collins Stoddard (Michelle Pfeiffer). Anggota keluarga yang lain adalah anak perempuan Elizabeth Carolyn Stoddard (Chloë Grace Moretz); saudara laki-laki Elizabeth, Roger Collins (Jonny Lee Miller) dan putra Roger, David Collins (Gulliver McGrath). Selain itu ada psikiatris dr. Julia Hoffman (Helena Bonham Carter) yang disewa untuk membantu permasalahan keluarga, penjaga rumah Willie Loomis (Jackie Earle Haley) dan pengasuh baru David Victoria Winters (Bella Heathcote) yang memiliki pengalaman berinteraksi dengan hantu Josette.

Para penghuni Collinwood Manor yang merupakan keturunan Collins

Barnabas yang telah bertemu dengan keturunan keluarga Collins itu ingin membantu mamajukan bisnis keluarga yang selama ini bersaing dengan bisnis Angelique, sang penyihir rival Barnabas. Mau tidak mau mereka akan dipertemukan kembali dalam sebuah konflik sengit yang telah tesimpan selama 2 abad.

Barnabas dan Angelique

Opini

Tim Burton kembali menyajikan film benuansa gothic di tahun 2012 ini. Ciri khasnya memang belum ditanggalkan. Film dengan nuansa kelam yang masih saja setia dengan aktor andalannya Johny Depp. Tak heran bahwa banyak oang yang menunggu keluarnya film besutan sutradara eksentrik ini.

Film ini memang unik karena menghadirkan kombinasi antara suasana fantasi gothic dengan komedi. Namun yang agak mengganggu adalah porsi komedinya yang agaknya berlebihan sehingga sedikit mengusik suasana gothic-nya. Padahal di sisi lain banyak adegan yang cukup sadis dan berdarah-darah. Dari segi riasannya sendiri agaknya juga berlebihan. Lihat saja riasan pucat Barnabas berkesan telalu putih dan telalu tebal. Pulasan hitam untuk menegaskan tulang pipi juga terkesan sangat mencolok terutama ketika siang hari. Darah yang mengalir dari mulut tekesan terlalu cepat mengering sehingga tidak hilang sedikitpun ketika diusap. Mungkinkah sutradara sekaliber Tim Burton tidak memperhatikan hal-hal itu? Ataukah di situlah letak keunikannya dengan menonjolkan pesan bahwa ini film ringan, jadi jangan dipikirkan terlalu serius.

Dai segi cerita tak ada yang spesial. Alurnya ringan. Tanpa ada teka-teki yang membingungkan. Premis seseorang yang dikutuk menjadi vampir bukanlah hal yang baru. Namun yang menjadi menarik adalah vampir Barnabas ini adalah vampir yang eksentrik yang tampak selalu kehausan. Dia bisa berinteraksi meski banyak kekonyolan yang kadang agak berlebihan.

Pertaruhan Tim Burton untuk merilis film ini dalam waktu yang hanya berselisih satu pekan dengan dirilisnya The Avenger nampaknya terlalu gegabah. Saya menontonnya di hari kelima setelah rilis, kursi penonton sudah banyak yang kosong. Padahal film ini hanya mendapatkan jatah putar di satu studio saja. Kita lihat saja perkembangan kedepannya. Apakah film ini menjadi film yang sukses atau tidak.

Behind The Scene

Film ini disutradarai oleh Tim Burton. Disaat teknologi 3D dipakai untuk menambah nilai jual, Burton justru sengaja untuk membuatnya 2D saja. Alasannya, dengan setting tahun 70-an, nampaknya penggunaan 3D dirasa salah tempat.

Ít’s the ‘70s, man. Only Frankenstein’s Bloody Terror was in 3-D. That’s the only one I remember from that time.” (Tim Burton)

Film ini adalah adaptasi seri opera sabun berjudul sama di tahun 1988-1971. Disiarkan oleh ABC sebanyak 1225 episode. Tim Burton, Johny Depp dan Michelle Pfeifer sangat menyukai serial tersebut.

“The reason I liked Dark Shadows was that it was a weird family story. It just happened to have supernatural qualities to it.” (Tim Burton)

Sutradara Tim Burton

Anne Hathaway, Lindsay Lohan dan Jennifer Lawrence pernah diaudisi untuk memerankan tokoh Angelique.

Adegan penampakan hantu Josette duPres dibuat dengan mensyuting sang aktris di dalam air.

Proses pengambilan gambar untuk menciptakan tokoh hantu Josette

Suasana Syuting

Pemeran asli Dark Shadow Jonathan Frid (Barnabas) , Lara Parker (Angelique), David Selby (Quentin Collins) dan Kathryn Leigh Scott (Josette) menjadi cameo di film ini. Ini adalah film terakhir Jonathan Frid, pemeran Barnabas di film Dark Shadow asli. Dia meninggal pada tanggal 13 April 2012.   

Did You Know?

Ini adalah film Tim Burton’s kedelapan bersama Johnny Depp, ketujuh bersama Helena Bonham Carter, kelima bersama Christopher Lee, dan kedua bersama Michelle Pfeiffer.

“It’s a ghost story but then it’s an unhappy vampire story. It’s a mixture of so many different things and a real ensemble piece. And hopefully it will be funny.”  (Helena Bonham Carter)

Chloë Grace Moretz (Carolyn Stoddard) dan Gulliver McGrath (David Collins) pernah bermain bersama dalam film Hugo.

Untuk memerankan tokoh Barnabas Collins, Johny Depp melakukan diet ketat dengan minum teh hijau dan buah-buahan rendah gula secara teratur dan hasilnya: berat badannya turun 140 pon.

Favorite Quotes

Barnabas Collins: What is your age?
Carolyn Stoddard: Fifteen.
Barnabas Collins: Fifteen, and no husband? You must put those child-bearing hips to good use.

Barnabas Collins: If a man can become a monster, then a monster can become a man.

Barnabas Collins: [holds a fork] I see you have been driven to even sell the silverware.
Roger Collins: How can you tell? Those are exact replicas.
Barnabas Collins: Had this been silver, I would have burst into flame at the slightest touch.

Barnabas Collins: You locked me in a box, for over two hundred years!
Angelique Bouchard: Don’t exaggerate, it was only a hundred and ninety-six.