Archive for the ‘puisi’ Category

Amigo

Posted: Februari 18, 2012 in Karya Sendiri, puisi
Tag:, , ,

Teman yang berikutnya tak mampu menggantikanmu.

Teman yang lebih baik tak mampu menggantikanmu.

Waktu yang terus berjalan tak mampu menghapuskanmu.

Sahabat sejati adalah untuk selamanya.

Jogja, 2003

(Karya puisiku yang sempat menghilang selama 9 tahun karena satu-satunya tulisan tangan yang aku bikin, aku berikan ke sahabat paling spesial sebelum kami berpisah. Belakangan baru tahu kalau puisi ini diposting sama yang bersangkutan di sini)

Iklan

Estella

Posted: Februari 18, 2012 in Karya Sendiri, puisi
Tag:, , , ,

Bintang itu indah karena dia sendirian.

Kau menemukannya karena dia sendirian.

Akan berbeda jika dia tidak sendirian.

Kau tak pernah menemui, kau tak pernah menyukai, dan selamanya dia menjadi bintang biasa.

Aku adalah bintang itu.

Saat aku bersembunyi, saat aku menyendiri, semakin kau melihatku.

Saat aku berbeda, semakin kau mengenalku.

Dan saat aku tersisih, semakin kau memahamiku.

Hingga sinarku seterang bintang itu, dan aku bukan lagi aku yang biasa.

Jogja, 2003

(Karya puisiku yang sempat menghilang selama 9 tahun karena satu-satunya tulisan tangan yang aku bikin, aku berikan ke sahabat paling spesial sebelum kami berpisah. Belakangan baru tahu kalau puisi ini diposting sama yang bersangkutan di sini)

Hamba Cinta

Posted: Februari 6, 2012 in Karya Sendiri, puisi
Tag:, ,

Jika malam telah menjemputku

Maukah engkau mempersembahkan sedikit bintang gemintang itu?

Agar semesta kalbu tak jatuh terlelap sunyi

Dan jelaga hitam tak menghanguskan peran

Jika petang beranjak dewasa

Bersediakah engkau memetik dawai alir anak sungai?

Agar riuhkan penat hati lelah tak bertepi

Dan putih bidadari kan menari bersenandung asa

Aku hanyalah hamba cinta

Yang selalu meminta damai jiwa

Jernih mimpi surgawi tanpa cela

Untuk itulah engkau ada

Rintik Rindu

Posted: Februari 5, 2012 in Karya Sendiri, puisi
Tag:, ,

Rintik ini membawa kerinduan

Kala masa-masa itu

Yang tak pernah terucap barang sejenak

Bahkan oleh waktu

Rintik ini tetap sama

Mengalun indah melodi makna

Yang tak pernah tersirat

Sekalipun hati memaksa

Rintik ini tetap rinai

Bersama aroma tanah basah

Dan aliran air yang mungkin kan menyapamu

Oleh sapaku yang kutitipkan padanya

Rintik ini kan selalu berteman

Dengan bisu hatiku

Yang tak pernah kuasa beraksara

Berkata:  rinduku masih sendiri