Posts Tagged ‘wibisana’

Bidadari Bidadari SurgaBidadari Bidadari Surga by Tere Liye

My rating: 4 of 5 stars

detail info:
Paperback, 365 pages
Published June 1st 2008 by Republika
ISBN13: 9789791102261
edition language: Indonesian
original title: Bidadari Bidadari Surga
setting: Indonesia

 

“Pulanglah. Sakit kakak kalian semakin parah. dokter bilang mungkin mingu depan, mungkin besok pagi, boleh jadi pula nanti malam. Benar-benar tidak ada waktu lagi. Anak-anakku, sebelum semuanya telambat, pulanglah….”

Itulah kutipan paragraf pembuka di halaman pertama novel ini. Kalimat itu adalah isi dari SMS seorang ibu yang dikirimkan ke anak-anaknya. Sederhana saja kisahnya. Kisah ini sebenarnya hanya menceritakan proses kepulangan dari keempat anak yang mendapatkan SMS yang berisi kabar tersebut. Keempat anaknya yang berada di empat penjuru dunia seketika itu berusaha pulang setelah menerima SMS itu. Apapun kesibukannya. Sebelum semuanya terlambat.

Bukan Tere Liye jika tidak mampu membuat alur yang begitu sederhana menjadi lebih kompleks. Benar saja. Tidak hanya proses kepulangan empat bersaudara itu saja yang diceritakan. Tapi sepanjang alur, kita akan diajak kembali untk flashback tentang latar belakang dan riwayat kehidupan mereka.

Bersetting di Lembah Lahambay, seorang ibu dengan kelima anaknya menjalani kehidupan sederhana yang dihiasi usaha dan jerih payah kerja keras. Laisa adalah anak sulung yang begitu mulia. Demi kebahagiaan keempat adiknya dia rela berkorban seumur hidupnya. Pengorbanan Laisa tentu saja tidak sia-sia. Buktinya keempat bersaudara itu kini telah berpencar ke seluruh penjuru dunia.

Laisa tidak mengharapkan apa-apa untuk dirinya sendiri. Untuk pendidikan, dia selalu mengutamakan adik-adiknya. Bahkan urusan perkawinan, Laisa rela didahului oleh adik-adiknya. Laisa tidak pernah mempermasalahkan nasib dirinya. Bahkan kekurangan fisiknya yang kini membuatnya jauh tertinggal dalam segala hal dibanding adik-adiknya. Laisa tulus hingga akhir hayatnya.
Kisah-kisah flashback ini membuat proses kepulangan keempat bersaudara itu menjadi sangat berarti. Kisah-kisah itu juga akan menganyam alur-alur cerita yang membuat begitu runtut sampai akhir. Di akhir cerita, bahkan Tere Liye seolah menjadi cameo untuk sedikit memasukkan tokoh dirinya sendiri di kisah itu.

Sungguh suatu kisah yang bisa menjadi motivasi untuk mencapai kesuksesan yang dicapai dengan kerja keras, pengorbanan yang tulus dan rasa bersyukur. Muatan filosofis religiusnya membuat kita mampu menjauhi segala manifestasi dari sifat egosentris.

View all my reviews

Iklan