Posts Tagged ‘seri’

Supernova: Partikel by Dee

My rating: 4 of 5 stars

detail info:

Paperback, 508 pages
Published April 13th 2012 by Bentang Pustaka (first published April 1st 2012)
ISBN13: 9786028811743
edition language: Indonesian
original title: Supernova: Partikel (Supernova #4)

Sinopsis

Zarah adalah anak dari seorang dosen sekaligus ahli mikologi bernama Firas. Karena idealisme sang ayah, Zarah tidak bersekolah di sekolahan konvensional sebagaimana anak-anak lain. Firas mendidiknya dengan caranya sendiri dan tentu saja keputusan yang diambil Firas mendapat pertentangan dari anggota keluarga yang lain.

Dari metode yang diajarkan ayahnya, Zarah menjadi anak yang cerdas. Namun satu hal yag tidak diajarkanayahnya adalah pendidikan agama. Ayahnya sendiri terobsesi dengan jamur. Dari situlah ayahnya memperoleh rahasia alam yang tidak mudah dipahami bahkan oleh anggota keluarganya sendiri yang menganggapnya sudah sinting. Ayahnya menjadi semakin aneh ketika dia kedapatan sering mengunjungi tempat angker yang ditakuti warga kampung. Disusul kemudian tragedi-tragedi yang menimpa keluarganya yang semakin membuat ayahnya dianggap sebagai biang keladi segala kutukan itu. Hingga puncaknya, ayahnya pun menghilang.

Pencarian Zarah terhadap ayahnya membuat Zarah dibawa nasib berkeliling dunia. Berawal dari jurnal peninggalan ayahnya, Zarah tahu ada suatu misteri besar yang diketahui ayahnya demikian juga harapannya yang bertumbuh bahwa ayahnya bisa saja masih hidup. Sebuah kiriman kamera dari orang tak dikenal adalah tiketnya untuk mengembara. Awalnya hanya karena fotonya mendapatkan juara yang hadiahnya berupa wisata gratis ke konservasi orangutan Tanjung Puting. Bakat fotografi dan nalurinya justru membuatnya betah tinggal di sana dan mengabaikan jadwal kepulangannya ketika agenda wisata gratis itu sudah habis. Hingga talentanya itu kembali mengantarkannya lagi untuk menjelajah lebih jauh, mulai dari London, Kenya dan Bolivia. Zarah merasa bahwa petualangan itu akan membawanya kepada jawaban mengenai ayahnya. Hingga akhirnya tibalah di Glastonbury dan dia bertemu dengan seseorang yang menjadi kunci yang bisa membantu menemukan ayahnya.

Terlepas dari kisah Zarah, di Keping terakhir, akan diceritakan pertemuan Elektra dan Bodhi yang akan mengikat simpul kecil misteri kisah mereka.

Did You Know?

Dee (Dewi Lestari)

Seri Supernova berikutnya dikabarkan akan berjudul Gelombang dan Intelegensi Embun Pagi.

Jika anda bertanya-tanya kenapa seri ke-4 ini berjarak 8 tahun dari seri sebelumnya, maka jawabannya ada di bagian akhir buku ini. Dee menjelaskan kenapa dirinya begitu lama menyusun seri Partikel ini.

Logo cover depan adalah simbol “bumi”.

Opini

Opini yang sudah bisa ditebak bagi pecinta seri Supernova ini pastilah: kita terlalu lama menunggu seri ini keluar sampai-sampai cerita seri-seri sebelumnya sudah terlupakan. Tapi setelah kita baca, nampaknya hal itu bisa dimaklumi karena data-data yang disajikan di kisah ini begitu kompleks dan pastinya memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendalami segala sesuatunya.

Seri ini kembali menghadirkan kisah manusia dengan pengalaman ajaib. Tokoh sentral itu bernama Zarah. Pengalamannya adalah pengalaman spiritual, gaib dan selalu berurusan dengan rahasia semesta tanpa ada unsur religi sama sekali karena dia sama sekali tidak mendapatkan pendidikan itu sejak kecil. Dee menjadikan tema yang oleh beberapa orang masuk ranah klenik dan perdukunan ini menjadi seolah bagian dari kehidupan nyata. Secara garis besar, kesemuanya akan berujung pada pesan agar manusia lebih menghormati bumi. Namun bagi orang yang tidak suka hal-hal spritual, gaib dan perdukunan, bisa jadi tidak akan suka dengan kisah ini. Terlebih lagi tokoh utamanya yang sangat jauh dari sentuhan agama membuat kisah ini cenderung panteisme (menyembah alam).

Beberapa fenomena alam termasuk eksistensi mahluk luar angkasa dan aktivitasnya di bumi disajikan sebagai unsur yang dominan. Namun bagi orang yang mengharapakan adanya penjelasan empiris dan logis, bisa jadi mereka kecewa karena tidak menemukannya sampai akhir kisah ini. Dari awal plotnya memang diarahkan ke suasana spiritual, jadi Dee tidak akan memasukkan logika Dimas dan Reuben di situ. Sudah bisa diduga juga, mereka tidak hadir di seri ini.

Setiap menyelesaikan seri-seri Supenova saya selalu bertanya-tanya, dimanakah mereka semua akan dipertemukan. Selalu saja ada tokoh baru dengan permasalahan baru yang selalu saja meninggalkan teka-teki besar di akhir cerita. Meskipun beberapa kisah kecil mulai terhubung satu sama lain, halk itu tidak sebanding dengan teka-teki baru yang lebih besar. Misalnya, satu orang menghilang dan belum ditemukan (Diva), sekarang harus dihadapkan pada orang hilang lainnya (ayah Zarah).
Semoga saja seri berikutnya tidak perlu menunggu lama untuk terbit melanjutkan kisahnya.

Favorite Quotes

“…manusia telahir ke dunia dibungkus rasa percaya. Tak ada yang lebih tahu kita ketimbang plasenta. Tak ada rumah yang lebih aman daripada rahim ibu. Namun, di detik pertama kita meluncur ke luar, perjudian hidup dimulai. Taruhanmu adalah rasa percaya yang kau lego satu per satu demi sesuatu bernama cinta.” (hal. 8)

“Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu.” (hal. 69)

“Kita, manusia, adalah virus terjahat yang pernah ada di muka bumi. Suatu saat nanti, orang-orang akan berusaha mayakinkanmu bahwa manusia adalah bukti kesuksesan evolusi. Ingat baik-baik, Zarah. Mereka salah besar. Kita adalah kutukan bagi bumi ini. Bukan karena manusia pada dasarnya jahat, melainkan karena hampir semua manusia hidup dalam mimpi. Mereka pikir mereka terjaga, padahal tidak. Manusia adalah spesies yang paling berbahaya karena ketidaksadaran mereka.” (hal.71)

“…alamlah yang punya kekuatan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Dengan atau tanpa kita.” (hal. 190)

“Manusia berbagi 63% kesamaan gen dengan potozoa, 66% kesamaan gen dengan jagung, 75% dengan cacing. Dengan sesama kera-kera besar, perbedaan kita tidak lebih dari tiga persen. Kita berbagi 97% gen yang sama dengan orang utan. Namun, sisa tiga persen itu telah menjadikan pemusnah spesiesnya. Manusia menjadi predator nomor satu di planet ini karena segelintir saja gen berbeda.” (hal. 227)

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html

Iklan

Supernova #3 : Petir by Dee

My rating: 4 of 5 stars

Detail Info:

Paperback, 286 pages
Published April 2012 by Bentang Pustaka (first published 2004)
ISBN13: 9786028811736
edition language: Indonesian
original title: Supernova: Petir

Sinopsis

Buku ini terdiri dari tiga Keping yang merupakan kepingan lanjutan dari dua seri sebelumnya. Keping 37 akan menghadirkan kembali tokoh Dimas-Reuben yang keduanya akan berurusan dengan kiriman e-mail Gio yang mengatakan bahwa Gio sedang melakukan pencarian terhadap Diva yang menghilang.

Keping 38 adalah inti cerita keseluruhan dari buku ini. Menceritakan tentang kehidupan Elektra, seorang Cina yang dipaksa bertahan hidup dengan sisa-sisa peninggalan Ayah yang telah meninggal. Elektra hidup sendiri setelah kakaknya, Watti, memutuskan tinggal bersama suaminya di Freeport.

Elektra yang memiliki kebiasaan malas-malasan dan kerjaannya hanya tidur siang jelas tidak siap menghadapi hidupnya yang menuntut untuk mandiri. Sarjananya sudah lama didapat, tapi dia tidak memiliki ketrampilan bekerja. Beberapa peluang pekerjaan dicobanya. Dari bisnis MLM hingga memenuhi panggilan kerja untuk menjadi asisten dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Gain Nasional yang belakangan baru diketahui bahwa surat panggilan itu ternyata hanyalah kerjaan orang iseng. Namun justru karena surat itulah Elektra akan menemukan gerbang metamorfosis dirinya. Untuk melengkapi syarat-syarat penggilan kerja itu, Elektra membeli perlengkapan klenik di sebuah warung yang memang dikhususkan menjual perlengkapan perdukunan macam itu. Di situlah akhirnya Elektra mengenal sosok Ibu Sati yang merupakan pemilik dari warung tersebut. Ibu Sati dijadikannya sebagai guru spiritual yang nantinya akan menginspirasi bisnis usaha Elektra sekaligus seseorang yang mampu menggali bakat ajaib Elektra yang berhubungan dengan listrik yang ada di tubuhnya.

Usaha Elektra menjadi berkembang pesat karena bantuan entrepreneur muda bernama Toni alias Mpret. Belakangan Toni akan menjadi penghubung antara kisah Elektra dengan Bodhi lewat sepupu Toni yang bernama Bong (tokoh Bong dan Bodhi di kisahkan di seri sebelumnya, Akar). Kisah yang diceritakan di Keping 39 ini akan menjadi sebuah awal untuk menjembatani kisah di seri berikutnya.

Opini

Buku ini masih mempertahankan konsep bab-babnya dalam bentuk “Keping” yang angkanya masih saja bersambung dari seri-seri sebelumnya. Di buku ini kepingan kisahnya akan melewati keping 37, 38 dan 39. Masih mempertahankan formasi 3 Keping, sama seperti seri sebelumnya, Akar.
Berbeda dengan Akar yang menghadirkan petualangan yang mendebarkan dan cukup serius, seri Petir ini justru menghadirkan kisah hidup yang sedikit santai dan bertaburan kekonyolan yang cerdas di beberapa bagian plotnya.

Pada keping awal kita kembali disajikan dengan pasangan homo Dimas dan Reuben yang sempat menghilang di seri Akar. Di sini mereka diceritakan sedang memperingati usia hubungan mereka yang telah berjalan 12 tahun. Nampaknya posisi mereka menjadi simpul yang mengikat di kedua seri sebelumnya setelah di akhir Keping 37 mereka mendapatkan kiriman e-mail dari Gio yang mengatakan bahwa dirinya sedang melakukan pencarian terhadap Diva yang menghilang.

Hubungan antara Dimas-Reuben dan Gio-Diva ini makin misterius saja. Ketika di seri pertama (Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh) kita disajikan sebuah kisah yang seolah kisah Gio-Diva adalah kisah karangan Dimas-Reuben semata. Namun teka-teki ini semakin terangkat ke permukaan saat kita amati bahwa di seri pertama, Dimas-Reuben tidak pernah menyebutkan nama Gio-Diva-Ferre-Rana-Arwin dan tokoh-tokoh di lingkungan kisah hidup mereka untuk tokoh karangannya. Mereka hanya menyebutknya sebagai: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Mungkinkah kisah yang paralel ini ternyata benar-benar berjalan beriringan yang jika dipikir-pikir, mungkin saja kisah Gio-Diva-Ferre-Rana-Arwin ini hanya kebetulan saja sama dengan kisah Ksatria-Putri-Bintang Jatuh karangan Dimas-Reuben. Kecerdasan Dee sebagai penulis saja yang menempatkannya seolah kedua kehidupan itu adalah realitas bertingkat antara dua orang penulis homo dan kehidupan tokoh yang ditulisnya. Padahal sebenarnya ada kehidupan yang lain yang sama-sama nyata dan kebetulan kisah hidupnya sama dengan kisah hidup tokoh karangan mereka. Inilah yang masih menjadi teka-teki dan nampaknya masih perlu beberapa seri lanjutan untuk menghubungkan teka-teki itu.

Seri Petir ini menghadirkan sebuah kehidupan tokoh baru bernama Elektra. Dengan segala kemampuan dan metamorfosis kehidupannya yang ajaib, tokoh ini akan dipertemukan dengan tokoh Bodhi di seri Akar. Lantas apa hubungan antara Dimas-Reuben dan Gio-Diva dengan Elektra-Bodhi? Ini yang masih teka-teki.

Favorite Quotes

“…kursi itu berguncang hebat pada akhirnya. Ternyata hidup tidak membiarkan satu orang pun lolos untuk Cuma jadi penonton. Semua harus mencicipi ombak.” (hal 33)

“Air bisa menjawab dirinya ‘air sungai’ atau ‘air laut’. Tapi, kalau ia memilih menjawab ‘air’ saja, itu juga tidak salah, kan?” (hal 112)

“Percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Membiarkan hidup dengan caranya sendiri menggiring kita menuju sebuah jawaban.” (hal 229)

“…bahwa akan tiba saatnya orang berhenti menilaimu dari wujud fisik, melainkan dari apa yang kamu lakukan.” (hal 248)

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html

Supernova: Akar by Dee

My rating: 4 of 5 stars

detail info:

Paperback, 202 pages
Published 2012 by Penerbit Bentang (first published 2002by Truedee Books )
ISBN: 9799625726
edition language: Indonesian
original title: Supernova: Akar
series: Supernova #2

Sinopsis

Novel ini terdiri dari 3 keping (bab) Keping pertama adalah jembatan antara buku pertama: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh dan buku kedua ini. Di sini kisah Gio akan berlanjut. Tapi kisahnya tidak begitu menyenangkan karena mendapatkan kabar bahwa Diva menghilang dalam sebuah ekspedisi sungai di pedalaman Amazon. Keping 34 yang merupakan awal dari novel “Akar” ini cukup singkat dan berakhir di keputusan Gio untuk mencari Diva.

Keping 35 adalah inti dari novel ini karena disinilah “Akar” itu akan diceritakan dengan proporsi paling banyak. Keping ini menceritakan tentang seseorang yang bernama Bodhi yang mempunyai kisah masa lalu yang sangat unik dan ajaib. Bodhi pada awalnya tinggal di wihara dan dibesarkan oleh Guru Liong. Akhirnya nasib menggiringnya untuk berpetualang meningalkan wihara tersebut.

Awal dari penjelajahan Bodhi di awali di Bangkok kemudian ke Laos, kembali lagi ke Bangkok dan akhirnya ke Kamboja dengan petualangan yang makin seru karena Kamboja adalah area konflik para pasukan pemberontak. Dalam petualangannya itu, Bodhi bertemu dengan orang-orang hebat yang mengubah nasibnya. Pelajaran hidup akan selalu didapat dimanapun dia berada. Kadangkala seseorang yang ditemui di suatu tempat akan bertemu lagi di tempat lain dengan suasana yang benar-benar ajaib dan berbeda seolah melengkapi nasib diantara keduanya.

Hingga akhirnya kisah Bodhi di buku ini akan berakhir di Keping 36 yang nampaknya akan menjadi sebuah jembatan kisah yang akan menghubungkan kisah di buku ketiga.

Opini

Di buku ini saya sempat sedikit berharap sajian kisahnya hampir sama dengan buku pertama: Ksatria Putri dan Bintang Jatuh, yaitu banyak menyajikan aspek filsafat postmodern, psikologi, fisika kuantum dan beberapa tinjauan sains. Namun ternyata buku kedua ini hanya cerita novel yang biasa. Mungkin hanya tokoh Reuben dan Dimas yang cocok dengan pembahasan-pembahasan macam itu sedangkan di buku kedua ini mereka sama sekali tidak ada.

Buku kedua ini masih setia dengan istilah “Keping” untuk menggantikan fungsi dari “Bab”. Di buku ini terdapat tiga keping yang angkanya adalah lanjutan dari buku pertama sehingga di sini tiga keping itu dinomori 34, 35 dan 36.

Cerita di novel ini cukup seru karena Dee nampaknya memahami betul tentang banyak tempat di beberapa negara di Asia sekaligus bahasa-bahasanya. Hal ini enjadikan novel “Akar” ini sedikit bisa menjadi semacam catatan travelling backpacker.

Did You Know?

Supernova seri dua yang berjudul “Akar” ini dirilis pada 16 Oktober 2002. Novel ini sempat mengundang kontroversi karena dianggap melecehkan umat Hindu. Mereka menolak dicantumkannya lambang OMKARA/AUM yang merupakan aksara suci BRAHMAN Tuhan yang Maha Esa dalam HINDU sebagai cover dalam bukunya. Akhirnya disepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada cetakan ke 2 dan seterusnya.

Dewi Lestari (Dee)

Simbol Omkara/Aum

Sampul buku cetakan pertama yang dikritik

Favorite Quotes

“Kita memang tak pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu itu tiba di depan mata.”
“Jangan takut. Jangan menyerah. Hidup ini sebenarnya indah.”
“Art partly completes what nature cannot bring to a finish. Art carries out Nature’s unrealized ends.”
“Life is all about how to control our minds, and how to make use of our limited knowledge.”

Lomba Estafet Review Buku” http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html