Posts Tagged ‘oscar’

Director:  Woody Allen

Writer:  Woody Allen

Stars: Owen WilsonRachel McAdamsMarion Cotillard

Runtime: 94 min

Rated: PG-13 for some sexual references and smoking

Satu lagi karya sutradara Woody Allen yang menyajikan sebuah film komedi romantis. Film ini sangat ringan tapi layak untuk disandingkan dengan film berkualitas lainnya di tahun 2011. Buktinya lewat film ini Woody Allen memperoleh penghargaan Oscar untuk kategori Best Original Screenplay.

Sang Sutradara Woody Allen

Cerita ini mengisahkan tentang Gil Pender (Owen Wilson) yang sedang berlibur di Paris dengan tunangannya Inez (Rachel McAdams). Gil adalah seorang penulis novel yang sedang menyelesaikan novel pertamanya. Gil memiliki ketertarikan pada suasana Paris era 20-an. Tapi sudut pandang ketertarikan Gil nampaknya tidak sejalan dengan Inez tunangannya. Ketertarikan Gil nampaknya terbayar ketika pada suatu malam ia memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri dalam rangka mencari inspirasi untuk novelnya. Ketika lonceng jam tengah malam berdentang, keajaibanpun dimulai. Gil mengalami perjalanan ajaib yang membawanya ke era 20-an. Setiap kali Gil berdiri di Montmare ia dijemput oleh Peugeot kuno yang kemudian secara ajaib membawanya ke era dimana menurutnya adalah era golden age itu.

Gil dan Inez

Kejutan tidak berhenti di situ saja. Ternyata dari perjalanan itu Gil dipertemukan dengan para pujangga dan seniman terkenal di Paris di masa lalu yang menjadi idolanya. Sebut saja Cole Porter, Josephine Baker, Zelda dan F. Scott Fitzgerald, Salvador Dali sampai Ernest Hemingway serta Gertrude Stein yang bersedia menyempatkan diri untuk membaca novel karya Gil dan memberikan masukan-masukan. Dan kisah romantis ini akan lebih kompleks ketika Gil dipertemukan dengan Adriana (Marion Cotillard). Adrian adalah wanita simpanan seniman Pablo Picasso yang membuatnya jatuh hati karena memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Inez tunangannya.

Gil, Hemingway dan Gertrude

Tokoh Salvador Dali

 

Gil Bersama Adriana

Film komedi romantis ringan ini dikemas secara menarik. Bahkan saya sangat menikmati musik score nya yang sangat Perancis. Meskipun ide mengumpulkan seiman dan pujangga terkenal dalam satu waktu itu terkesan tidak masuk akal secara kronologis, tapi kemasan drama ringan ini menjadikan kita tidak terlalu banyak mempertanyakan masuk akal tidaknya alurnya. Woody Allen juga nampaknya mengekspos sudut-sudut eksotis kota Paris yang membuat film ini dipenuhi gemerlap tempat-tempat terkenal di Paris yang begitu romantis. Film ini pada dasarnya adaah film mengenai pencarian jati diri dan penilaian terhadap perbedaan sudut pandang subjektif dalam menilai lingkungannya.

Iklan

Director: Stephen Daldry

Writers: Eric Roth (screenplay), Jonathan Safran Foer(novel)

Stars: Thomas HornTom Hanks and Sandra Bullock

Rated: PG-13 for emotional thematic material, some disturbing images, and language

Runtime: 129 min

Tragedi 11 Spetember 2001 nampaknya belum basi untuk kembali di-setting-kan dalam sebuah film. Kali ini kejadian tersebut melatarbelakangi sebuah film drama yang disutradarai oleh Stephen Daldry yang diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Jonathan Safran Foer.

Sang Sutradara Stephen Daldry

Penulis novel Jonathan Safran Foer

Novel 'Extremely Loud & Incredibly Close' Terbitan Tahun 2005

Kisah ini memfokuskan pada tokoh sentral berusia 9 tahun bernama Oskar Schell (Thomas Horn) yang harus kehilangan ayahnya Thomas Schell (Tom Hanks) yang kebetulan pada hari tragedi tersebut berada di gedung WTC. Oskar adalah seorang anak yang sangat cerdas dengan kepribadian yang unik. Pandai berhitung dan mengingat sesuatu. Hanya saja dia terlalu berlebihan dalam menganalisis adanya suatu bahaya. Inilah yang menyebabkan dia seolah fobia pada hal-hal tertentu seperti ayunan atau ketika hendak menyeberangi jembatan.

Awalnya Oskar adalah anak yang sangat dekat dengan ayahnya. Kebersamaan ini begitu erat seiring dengan pertumbuhan usianya. Ayahnya banyak sekali mengajarkan keberanian dan falsafah hidup. Akan tetapi semuanya berubah ketika dia harus kehilangan ayahnya di tragedi Black September tersebut. Pengalaman hidup yang harus dijalani setelahnya akan membuat dia lebih dewasa dalam memaknai hidup dan berdamai dengan masa lalu.

Awal dari petualangannya adalah setelah setahun sejak kejadian tersebut. Saat itu hubungan Oskar dengan ibunya Linda Schell (Sandra Bullock) sudah mulai renggang. Oskar menemukan sebuah kunci yang disimpan dalam vas biru diantara barang-barang milik ayahnya. Kunci itu dibungkus amplop yang bertuliskan ‘Black’. Maka dengan rasa penasaran seorang anak yang masih merindukan ayahnya, kunci itulah yang membuatnya berkeliling New York untuk memecahkan misteri apa yang tersimpan pada sebuah kunci itu. Dari sinilah Oskar akan bertemu dengan banyak orang dan banyak karakter orang-orang yang bernama ‘Black’ yang akan membentuk pendewasaan dan pemahaman akan hidupnya.

Dalam petualangannya, Oskar bertemu dengan sosok lelaki tua yang menemani sebagian dari pencariannya mengunjungi  orang bernama ‘Black’ tersebut. Siapakah lelaki tua ini? Tentu saja akan ada sebuah kaitan dalam lajur-lajur ceritanya. Banyak sekali letupan-letupan emosi yang mengejutkan di sini. Selain karena karakter Oskar yang memang agak annoying, ditambah pula karena luapan emosi yang diaduk-aduk ketika mendalami kisahnya yang mengharukan. Bahkan di akhir cerita, akan ada kejutan lain yang menghubungkan keseluruhan kisahnya.

Film ini bisa jadi adalah film drama terbaik tahun lalu. Peran yang dimainkan Thomas Horn sangat bagus meskipun ini adalah film bioskop pertama yang dibintanginya. Wajarlah bila tahun ini film ini mendapatkan 2 nominasi oscar untuk kategori Best Motion Picture of the Year dan Best Performance by an Actor in a Supporting Role. Dan tentunya masih banyak penghargaan yang dimenangkan dan dinominasikan (6 menang dan 6 nominasi).

Overall: inilah film yang menginspirasi sekaligus mengharukan.