Posts Tagged ‘keluarga’

Director:  James Bobin

Runtime: USA: 103 min  | UK: 109 min

Rated: PG for some mild rude humor

“They’re closer than you think!”

REVIEW

The Muppets melengkapi film nostalgia setelah The Adventure of Tintin hadir lebih dulu. Siapa yang tak kenal dengan boneka Kermit si kodok hijau? Jagoan tua ini yang kemudian bertransformasi menjadi acara pendidikan anak Sessame Street. Lahir dari tangan dingin Jim Henson dalam kurun waktu 1954-1955 dengan tajuk The Muppets Show telah menjadi legenda hiburan sampai sekarang. Inilah pertama kalinya para boneka ini tampil di layar lebar di bawah asuhan studio Disney.

Film ini menceritakan tentang perebutan Muppet Theater yang hendak diambil alih oleh juragan minyak Tex Richman (Chris Cooper) yang menemukan adanya sumber minyak di sana. Tex ingin segera mengeksplorasi dan menambang minyak sesegera mungkin yang tentunya berakibat dihancurkannya seluruh Muppet Theater. Niat itu tercium oleh Walter fans berat The Muppets. Walter ingin menggagalkan rencana Tex dengan jalan mengumpulkan kembali para anggota The Muppets. Rencananya adalah menyelenggarakan acara The Greatest Muppet Telethon Ever untuk mencari dana sebesar $10 juta untuk menyelamatkan teater tersebut.

Tokoh Tex Richman (Chris Cooper)

Maka bersama kakaknya, Gary (Jason Segel), dan Mary (Amy Adams), kekasih Gary, Walter pertama-tama mencari Kermit si kodok hijau. Kemudian bersama-sama mencari anggota The Muppets yang lain. Di luar dugaan anggota kawanan The Muppets kini telah memiliki profesi masing-masing. Fozzie Bear telah menjadi anggota bnd The Moopets yang tampil di sebuah kasino. Miss Piggy menjadi fashion editor Vogue Paris. Animal berada di kelompok penanganan emosi dan Gonzo menjadi mandor industri kloset.

Tokoh Gary (Jason Segel) dan Walter

Film ini masih mempertahankan sisipan musikalnya dan tentu saja tetap mempertahankan boneka alih-alih menggunakan animasi untuk menjaga originalitasnya. Tapi bedanya adalah, tidak akan tampak batang pengendali tangan atau para boneka tidak lagi selamanya berinteraksi dari balik meja. Para Muppets di film ini tentu saja lebih mobile bahkan tak jarang ditampilkan all body hingga kakinya terlihat.

Behind The Scene

Film ini dianggarkan menghabiskan dana $50 juta. Dengan reputasi The Muppets di seluruh dunia yang tak perlu diragukan lagi, tak sulit bagi Disney untuk meraup untung yang berlipat. Sang sutradara James Bobin juga tak tanggung-tanggung untuk memasukkan banyak cameo dari artis terkenal diantaranya adalah: George Clooney, Selena Gomez, Neil Patrick Harris, Mila Kunis, Danny Trejo, Alan Arkin, Emily Blunt, Beth Broderick, James Carville, Billy Crystal, Ricky Gervais, Donal Glover, Whoopie Goldberg, Judd Hirsch, Katy Pery, Ben Stiller.

Sutradara James Bobin

Penggunaan Komputer Grafis Untuk Membuat Boneka Muppet Bisa Bergerak Lebih Bebas

Do You Know?

The Muppets adalah tokoh boneka yang diciptakan olah Jim Henson. Menurut Henson, kata Muppet merupakan gabungan dari marionette puppet. Meskipun di kesempatan lain dia mengakui bahwa istilah itu hanya mengada-ada dan sebenarnya dia menyebut Muppet hanya karena dia menyukai kata itu.

Jim Henson Bersama The Muppets

Pertama kali The Muppets Show tampil di televisi pada tahun 1976.  Saat itu para karakter boneka digerakkan dengan satu tangan menggerakkan kepala dan mulut dan tangan yang lain menggerakkan tangan dengan batang kendali atau dengan cara seperti memakai sarung tangan. Orang yang menggerakkan Muppet ini disebut Muppeteer. Para Muppeteer ternyata haruslah orang yang kidal karena tangan kanan mengendalikan kepala dan tangan kirilah yang memegang batang kendali.

Saking populernya karakter Muppet diperlakukan layaknya selebriti. Sering sekali mereka tampil dalam acara penghargaan seperti Oscar dan sebagai cameo dalam beberapa film.

Iklan

Bidadari Bidadari SurgaBidadari Bidadari Surga by Tere Liye

My rating: 4 of 5 stars

detail info:
Paperback, 365 pages
Published June 1st 2008 by Republika
ISBN13: 9789791102261
edition language: Indonesian
original title: Bidadari Bidadari Surga
setting: Indonesia

 

“Pulanglah. Sakit kakak kalian semakin parah. dokter bilang mungkin mingu depan, mungkin besok pagi, boleh jadi pula nanti malam. Benar-benar tidak ada waktu lagi. Anak-anakku, sebelum semuanya telambat, pulanglah….”

Itulah kutipan paragraf pembuka di halaman pertama novel ini. Kalimat itu adalah isi dari SMS seorang ibu yang dikirimkan ke anak-anaknya. Sederhana saja kisahnya. Kisah ini sebenarnya hanya menceritakan proses kepulangan dari keempat anak yang mendapatkan SMS yang berisi kabar tersebut. Keempat anaknya yang berada di empat penjuru dunia seketika itu berusaha pulang setelah menerima SMS itu. Apapun kesibukannya. Sebelum semuanya terlambat.

Bukan Tere Liye jika tidak mampu membuat alur yang begitu sederhana menjadi lebih kompleks. Benar saja. Tidak hanya proses kepulangan empat bersaudara itu saja yang diceritakan. Tapi sepanjang alur, kita akan diajak kembali untk flashback tentang latar belakang dan riwayat kehidupan mereka.

Bersetting di Lembah Lahambay, seorang ibu dengan kelima anaknya menjalani kehidupan sederhana yang dihiasi usaha dan jerih payah kerja keras. Laisa adalah anak sulung yang begitu mulia. Demi kebahagiaan keempat adiknya dia rela berkorban seumur hidupnya. Pengorbanan Laisa tentu saja tidak sia-sia. Buktinya keempat bersaudara itu kini telah berpencar ke seluruh penjuru dunia.

Laisa tidak mengharapkan apa-apa untuk dirinya sendiri. Untuk pendidikan, dia selalu mengutamakan adik-adiknya. Bahkan urusan perkawinan, Laisa rela didahului oleh adik-adiknya. Laisa tidak pernah mempermasalahkan nasib dirinya. Bahkan kekurangan fisiknya yang kini membuatnya jauh tertinggal dalam segala hal dibanding adik-adiknya. Laisa tulus hingga akhir hayatnya.
Kisah-kisah flashback ini membuat proses kepulangan keempat bersaudara itu menjadi sangat berarti. Kisah-kisah itu juga akan menganyam alur-alur cerita yang membuat begitu runtut sampai akhir. Di akhir cerita, bahkan Tere Liye seolah menjadi cameo untuk sedikit memasukkan tokoh dirinya sendiri di kisah itu.

Sungguh suatu kisah yang bisa menjadi motivasi untuk mencapai kesuksesan yang dicapai dengan kerja keras, pengorbanan yang tulus dan rasa bersyukur. Muatan filosofis religiusnya membuat kita mampu menjauhi segala manifestasi dari sifat egosentris.

View all my reviews