[Review Film] Midnight in Paris (2011)

Posted: Februari 29, 2012 in Review Film
Tag:, , , , , , , , ,

Director:  Woody Allen

Writer:  Woody Allen

Stars: Owen WilsonRachel McAdamsMarion Cotillard

Runtime: 94 min

Rated: PG-13 for some sexual references and smoking

Satu lagi karya sutradara Woody Allen yang menyajikan sebuah film komedi romantis. Film ini sangat ringan tapi layak untuk disandingkan dengan film berkualitas lainnya di tahun 2011. Buktinya lewat film ini Woody Allen memperoleh penghargaan Oscar untuk kategori Best Original Screenplay.

Sang Sutradara Woody Allen

Cerita ini mengisahkan tentang Gil Pender (Owen Wilson) yang sedang berlibur di Paris dengan tunangannya Inez (Rachel McAdams). Gil adalah seorang penulis novel yang sedang menyelesaikan novel pertamanya. Gil memiliki ketertarikan pada suasana Paris era 20-an. Tapi sudut pandang ketertarikan Gil nampaknya tidak sejalan dengan Inez tunangannya. Ketertarikan Gil nampaknya terbayar ketika pada suatu malam ia memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri dalam rangka mencari inspirasi untuk novelnya. Ketika lonceng jam tengah malam berdentang, keajaibanpun dimulai. Gil mengalami perjalanan ajaib yang membawanya ke era 20-an. Setiap kali Gil berdiri di Montmare ia dijemput oleh Peugeot kuno yang kemudian secara ajaib membawanya ke era dimana menurutnya adalah era golden age itu.

Gil dan Inez

Kejutan tidak berhenti di situ saja. Ternyata dari perjalanan itu Gil dipertemukan dengan para pujangga dan seniman terkenal di Paris di masa lalu yang menjadi idolanya. Sebut saja Cole Porter, Josephine Baker, Zelda dan F. Scott Fitzgerald, Salvador Dali sampai Ernest Hemingway serta Gertrude Stein yang bersedia menyempatkan diri untuk membaca novel karya Gil dan memberikan masukan-masukan. Dan kisah romantis ini akan lebih kompleks ketika Gil dipertemukan dengan Adriana (Marion Cotillard). Adrian adalah wanita simpanan seniman Pablo Picasso yang membuatnya jatuh hati karena memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Inez tunangannya.

Gil, Hemingway dan Gertrude

Tokoh Salvador Dali

 

Gil Bersama Adriana

Film komedi romantis ringan ini dikemas secara menarik. Bahkan saya sangat menikmati musik score nya yang sangat Perancis. Meskipun ide mengumpulkan seiman dan pujangga terkenal dalam satu waktu itu terkesan tidak masuk akal secara kronologis, tapi kemasan drama ringan ini menjadikan kita tidak terlalu banyak mempertanyakan masuk akal tidaknya alurnya. Woody Allen juga nampaknya mengekspos sudut-sudut eksotis kota Paris yang membuat film ini dipenuhi gemerlap tempat-tempat terkenal di Paris yang begitu romantis. Film ini pada dasarnya adaah film mengenai pencarian jati diri dan penilaian terhadap perbedaan sudut pandang subjektif dalam menilai lingkungannya.

Iklan
Komentar
  1. Anna Chan berkata:

    wah belum nonton nih, ini lebih dominan di drama ato comedy nya ya?
    owen wilson dah tua bgt ya, hehe

  2. Idah Ceris berkata:

    midnaight in paris [2014]. . .

    cita-citaku kaaaak. . . 😀

    • eraha berkata:

      okeee,,,,saya doakaannn yaaa ^_^

      semoga bisa mengalami midnait in paris versi Idah sendiri,,,

      ditunggu share nya klo udah jadi kesana 🙂

  3. bukanperantau berkata:

    masuk dafta tunggu lagi nih dalam list film yg harus dinonton nih 🙂

  4. Citra Taslim berkata:

    Saya lebih suka menonton film komedi dibandingkan drama. 🙂 mau request utk tulisan selanjutnya review fim komendi boleh kah?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s