[Review Film] Extremely Loud & Incredibly Close (2011)

Posted: Februari 20, 2012 in Review Film
Tag:, , , , , , , , , , , , ,

Director: Stephen Daldry

Writers: Eric Roth (screenplay), Jonathan Safran Foer(novel)

Stars: Thomas HornTom Hanks and Sandra Bullock

Rated: PG-13 for emotional thematic material, some disturbing images, and language

Runtime: 129 min

Tragedi 11 Spetember 2001 nampaknya belum basi untuk kembali di-setting-kan dalam sebuah film. Kali ini kejadian tersebut melatarbelakangi sebuah film drama yang disutradarai oleh Stephen Daldry yang diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Jonathan Safran Foer.

Sang Sutradara Stephen Daldry

Penulis novel Jonathan Safran Foer

Novel 'Extremely Loud & Incredibly Close' Terbitan Tahun 2005

Kisah ini memfokuskan pada tokoh sentral berusia 9 tahun bernama Oskar Schell (Thomas Horn) yang harus kehilangan ayahnya Thomas Schell (Tom Hanks) yang kebetulan pada hari tragedi tersebut berada di gedung WTC. Oskar adalah seorang anak yang sangat cerdas dengan kepribadian yang unik. Pandai berhitung dan mengingat sesuatu. Hanya saja dia terlalu berlebihan dalam menganalisis adanya suatu bahaya. Inilah yang menyebabkan dia seolah fobia pada hal-hal tertentu seperti ayunan atau ketika hendak menyeberangi jembatan.

Awalnya Oskar adalah anak yang sangat dekat dengan ayahnya. Kebersamaan ini begitu erat seiring dengan pertumbuhan usianya. Ayahnya banyak sekali mengajarkan keberanian dan falsafah hidup. Akan tetapi semuanya berubah ketika dia harus kehilangan ayahnya di tragedi Black September tersebut. Pengalaman hidup yang harus dijalani setelahnya akan membuat dia lebih dewasa dalam memaknai hidup dan berdamai dengan masa lalu.

Awal dari petualangannya adalah setelah setahun sejak kejadian tersebut. Saat itu hubungan Oskar dengan ibunya Linda Schell (Sandra Bullock) sudah mulai renggang. Oskar menemukan sebuah kunci yang disimpan dalam vas biru diantara barang-barang milik ayahnya. Kunci itu dibungkus amplop yang bertuliskan ‘Black’. Maka dengan rasa penasaran seorang anak yang masih merindukan ayahnya, kunci itulah yang membuatnya berkeliling New York untuk memecahkan misteri apa yang tersimpan pada sebuah kunci itu. Dari sinilah Oskar akan bertemu dengan banyak orang dan banyak karakter orang-orang yang bernama ‘Black’ yang akan membentuk pendewasaan dan pemahaman akan hidupnya.

Dalam petualangannya, Oskar bertemu dengan sosok lelaki tua yang menemani sebagian dari pencariannya mengunjungi  orang bernama ‘Black’ tersebut. Siapakah lelaki tua ini? Tentu saja akan ada sebuah kaitan dalam lajur-lajur ceritanya. Banyak sekali letupan-letupan emosi yang mengejutkan di sini. Selain karena karakter Oskar yang memang agak annoying, ditambah pula karena luapan emosi yang diaduk-aduk ketika mendalami kisahnya yang mengharukan. Bahkan di akhir cerita, akan ada kejutan lain yang menghubungkan keseluruhan kisahnya.

Film ini bisa jadi adalah film drama terbaik tahun lalu. Peran yang dimainkan Thomas Horn sangat bagus meskipun ini adalah film bioskop pertama yang dibintanginya. Wajarlah bila tahun ini film ini mendapatkan 2 nominasi oscar untuk kategori Best Motion Picture of the Year dan Best Performance by an Actor in a Supporting Role. Dan tentunya masih banyak penghargaan yang dimenangkan dan dinominasikan (6 menang dan 6 nominasi).

Overall: inilah film yang menginspirasi sekaligus mengharukan.

Komentar
  1. Anna Chan berkata:

    diliat dari sinopsisnya sepertinya ajib nih filemny tante Bullock 😀

  2. bukanperantau berkata:

    belum bisa di download disini yah gan?

    maaaauuu nonton… salam hangat bukanperantau 🙂

  3. plutoniko berkata:

    setelah liat sinopsisnya jd pengen nonton film ini dech…

    • eraha berkata:

      tonton aja bro, abis itu, kasi pendapat ente di sini,,,coba kita bandingkan, apa benar film ini memang menarik, karena kan pastinya subjektif banget yah ^_^

      salam kenal BTW

  4. Nugros C berkata:

    nice review,
    tapi ane jujur aga terganggu sma aktingnya si thomas horn,tp gtw jga sih..soalnya ceritanya tu anak/Oscar aga2 autis..jadi emang aktingnya harus bgtu kali ya,hehe

    • eraha berkata:

      hahaha,,,emang si Oscar tu agak annoying,,,

      ane setuju, emang agak ga nyaman dengan kepribadiannya.

      tapi ya dari sisi laen, ada satu titik dimana sifat ‘mirip autis’nya justru membuat cerita makin dramatis n menyentuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s