Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?

Posted: Januari 20, 2012 in Novel, Review Buku
Tag:, , ,
Paperback, 432 pages
Published January 2009 by Salamadani
ISBN: 9791803595 (ISBN13: 9789791803595)
edition language: Indonesian
original title: Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?

Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati? by Tasaro

My rating: 5 of 5 stars

Kita mulai dari depan yah, dari sampul. Sampulnya unik. Pake sistem lipat. Tapi yang bikin laen dari yang laen adalah lipatannya yang ke arah luar.

Gambar sampulnya, kalau diamati, mungkin akan mengingatkan kita pada novel filosofis Dunia Sophie edisi gold. Cobalah lihat detailnya. Beberapa kesamaan bisa kita bikin list disini misalnya: sama-sama cewek yang memunggungi; memakai gaun yang agak terbang di ujung roknya; rambut yang berkibar dan tangan kanan memegang sesuatu.

Mari kita mulai membahas kontennya.

Dari segi cerita ternyata kita disuguhi dengan setting pedalaman sudut jogja. Sekilas mungkin akan mengingatkan kita pada trilogi Ronggeng Dukuh Paruk yang menyajikan pedalaman di sudut jawa tengah. Kesamaan yang kita dapat jika dibandingkan dengan trilogi karya Ahmad Tohari itu diantaranya: sama-sama menghadirkan sebuah desa yang jauh dari moderenisasi dan adanya tirani lingkaran setan kebodohan-kemiskinan. Kebodohan yang menyebabkan kemiskinan dan begitu pula sebaliknya. Dan di antara kedua ujung kutub yang saling menjadi sebab akibat itu terdapat satu unsur lagi yaitu: mitos yang erat dengan pengagungan kepada roh-roh nenek moyang.

Selain dari segi setting, Galaksi Kinanthi juga menghadirkan sebuah penderitaan perempuan. Lagi- lagi kita bisa menyandingkannya dengan penderitaannya si Srintil di trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Penderitaan karena norma di masyarakat, penderitaan fisik dan penderitaan batin itulah yang menjadi konflik di kedua novel itu.

Secara keseluruhan, alur ceritanya sudah mulai progresif di awal. Konfliknya sudah memuncak di sepanjang cerita ketika Kinanthi mulai mengembara keluar dari tempurung kelapa ke wajan penggorengan yang lebih luas. Dari keterbatasan dan kebodohan masyarakat ke dunia yang lebih luas tapi menyakitkan. Inilah inti cerita dari novel ini. Yaitu keterpisahan dan pencarian cinta. Alur ini sedikit mengingatkanku pada novel Perahu kertas karangan Dee. Hanya saja bedanya, dari kesan yang aku tangkap, Perahu Kertas memisahkan dua cinta itu dengan alur yang sangat panjang dan perjalanan kisah yang jalannya lebih lambat. Sedangkan Galaksi Kinanthi menghadirkan alur yang sangat cepat tapi waktu keterpisahan yang sangat lama. Inilah yang membuat aku tidak begitu bosan membaca karena perputaran nasib berubah dengan cepat.

Overall, inilah novel yang begitu menyentuh, inspiratif dan sangat netral. Tidak begitu menggurui atau mendakwahi. Tasaro memang telah berhasil menjadi penulis yang mampu memasukkan nilai-nilai keagamaan tanpa memihak pada agama tertentu.

Aku ucapkan terima kasih buat seorang teman spesial, yang udah mempersembahkan buku ini, selain dari segi ceritanya yang amazing, pastilah disertai dengan segala perjuangan dan usahanya yang tak terukur oleh materi. Karena belakangan aku tahu, kalau buku ini termasuk buku yang sangat susah dicari..

Thanx fren

View all my reviews

Iklan
Komentar
  1. nutrih berkata:

    Bener, susah nemu buku ini 😀

    Aku belum pernah baca Dunia Sophie juga belum pernah juga merhatiin covernya, Ronggeng Dukuh Paruk juga belum. Jadi nggak punya perbandingan.

    Perahu Kertas udah baca, tapi kesan yang ditinggalkan nggak sedalam Kinanthi ini.

    Ini, buku pertama yang sama-sama kita suka ya hahaha

  2. […] novel yang serupa dengan novel ini, mungkin kita akan bisa menyandingkan novel ini dengan “Galaksi Kinanthi” (karya Tasaro GK). Kesamaanya adalah sosok wanita sentralnya adalah orang yang telah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s